Dear Merry,

Saya rasa hati kamu bukan sudah tertutup, tapi
kamu-lah yang menutupnya. Sepertinya pikiran kamu
dipenuhi oleh bayang2 ketakutan tentang kesedihan yang
akan terjadi jika kamu terpaksa menolaknya. Sebetulnya
pola pikir masalah semua orang yang sedang jatuh cinta
selalu sama. Biasanya mereka selalu berpikir "tidak
ada lagi yang lain di hatiku, hanya kaulah segalanya"
dll pola pikir yang menyesatkan. Tapi berapa banyak
pula orang yang mentertawakan kebodohannya sendiri,
setelah mereka ternyata  mendapatkan ganti yang lebih
baik dari sebelumnya. 

Hati-hatilah, pola pikir juga dapat mempengaruhi jalan
kehidupan. Orang yang selalu berpikiran positif, maka
InsyaAllah akan mendapatkan hasil positif, dan begitu
pula sebaliknya. Dengan kata lain, berpikir positif
berarti berbaik sangka pada Sang Pencipta, berburuk
negatif berarti berburuk sangka pada Sang Pencipta. 
Kalau pola pikir kamu tetap saja negatif dan hanya
membayangkan kesedihan, maka mungkin malah kesedihan
itulah yang akan terjadi pada kamu.

Betul apa yang disarankan anggota milis yang lain,
"jangan membanding2kan". Pepatah mengatakan, "apa yang
menurut kita baik, sebenarnya belum tentu baik untuk
kita. Begitu pula, apa yang menurut kita jelek, belum
tentu jelek untuk kita". 

Maaf, saya ngga bilang kamu tidak boleh jadian sama
cowo itu. Saya juga ngga bilang dia tidak baik untuk
kamu. Pilihan tetap ada di tangan kamu. Cuma untuk
kasus kamu yang terutama karena perbedaan agama, kamu
harus berhati2 mengambil keputusan.

Kadang kita menyukai segala hal yang ada pada pasangan
kita, sampai2 menutup mata dari keburukannya. Tapi
menurut pendapat saya pribadi, selama belum hidup satu
atap, selama belum hidup bersama, kita tak akan pernah
benar2 tahu siapa pasangan kita. Apalagi kalian belum
pernah bertemu muka. Jadi segala kebaikan, keindahan
yang kita lihat dari sisi pasangan kita, itu tak lebih
dari kulitnya saja, dan mungkin belum mencapai
setengahnya. Karena kalau sudah hidup bersama, masalah
yang akan dihadapi jauuuh lebih besar dan berat.
Itulah sebabnya pernikahan itu sakral dan disebutkan
bahwa "setengah ibadah sudah sempurna jika menikah".
So, jangan terhanyut dengan keromantisan pada masa
jatuh cinta, karena mungkin bisa jadi bumerang setelah
menikah. 

Yang jelas, sekarang hubungan kalian kan belum resmi
jadian kan ? Jadi kalau memang keputusan kamu adalah
tidak meresmikan hubungan kalian, berarti tak ada yang
dirugikan. Mumpung belum terlalu jauh. Masalah
perbedaan agama memang prinsipil, tapi jangan salahkan
agama karena cinta. Hal2 seperti ini adalah tantangan
dan perjuangan kita di dunia, agar kita bisa belajar
untuk mengambil sikap, dan menguji siapa kita
sebenarnya, apakah kita adalah orang yang rela
mengorbankan agama demi cinta atau sebaliknya.

Tidak usah takut akan menyakiti hatinya. Kadang rasa
sakit akan membuat orang semakin kuat dan tegar. Ini
juga bisa jadi bahan untuk mengetahui sikap cowo itu.
Jika dia putus asa karena ditolak cinta, trus
kuliahnya kacau, hidupnya berantakan dll...berarti
(maaf) dia cowo yang cengeng. Sedih itu wajar, tapi
kesedihan itu ada batasnya dan seharusnya bisa
mengajari kita untuk menjadi lebih dewasa. Sakit hati
dan kesedihan seringkali menjadi jalan terbaik untuk
kita mendapatkan kebahagiaan di kemudian hari.

Sekarang, kalau saran saya sih begini saja. Seperti
yang anggota milis lain sudah sebutkan, langkah
pertama Kamu lebih baik terus terang pada dia soal
masalah yang sedang terjadi. Ceritakan semuanya.
Jangan dulu melakukan penolakan. Cinta itu jangan
bicara yang manis2 saja, tapi keluarkan juga semua
yang pahit2 dan tidak mengenakkan hati. Kemudian lihat
apa tanggapan dia dan sikap dia. Dari situ baru kamu
bisa memutuskan apa yang harus kamu lakukan. 

Kalau misalnya nanti tanggapan dia malah membuat kamu
bingung, kamu bisa bilang minta waktu buat berpikir
dulu. Lalu konsultasikan lagi pada teman atau pada
para anggota milis ini. Siapa tau para anggota milis
bisa kasih saran lebih jauh lagi.

Ok, segitu aja dulu. Sorry kalo kepanjangan dan
terlalu bertele2. Maaf juga kalo ada salah kata.
Semoga kamu bisa mendapatkan apa yang terbaik buat
kamu.

Brgds
Gun

--- merry <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Melly yang baik,
>    
>   Aku akan coba saran dari kamu.. walaupun rasanya
> pasti berat, tapi memang aku pikir2 lagi, aku harus
> kuat. Emang sih ada perasaan sedih.. kenapa begitu
> aku ketemu co yang aku rasa pas denganku, eh ada
> kendalanya di masalah agama. Aku suka semua yang ada
> di dia, dia baik, sopan, sederhana, enak diajak
> curhat, pintar (pengetahuannya luas), walaupun
> wajahnya ga ganteng, dan dia sangat sayang sama aku.
> Tapi kenapa ada masalah di agama sih?
>    
>   Tapi aku ga cuma mikirin perasaanku aja, gimana
> dengan perasaan dia nantinya? Kalo tiba2 aku ga
> pernah chat sama dia lagi, ga pernah balas
> e-mailnya, ga pernah balas smsnya. Pasti dia jadi
> bertanya2.. aku takut karena mikirin itu, kuliahnya
> jadi kacau. Aku ga mau menyakiti perasaannya.
>    
>   Salam,
>   Merry
> 
> melly <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Dear merry,
> 
> Pada dasarnya aku setuju dengan pendapat Meutia
> untuk tidak 
> membandingkan temen-temen kamu ama co tsb dan jangan
> pernah menutup diri 
> dan segala kemungkinan.
> Kalau bingung dan sulit untuk meyakinkan baik diri
> sendiri maupun orang 
> tua, coba berani untuk bilang 'TIDAK', apalagi
> masalah yang dihadapi hal 
> yang benar-benar prinsip.
> Klo aku jadi kamu, aku hentikan segala bentuk
> komunikasi dengan dia 
> (nghapus alamat email, no tlpn dsb), sampai aku
> cukup waktu untuk 
> 'menetralisir' perasaan ke dia, sulit memang, tapi
> daripada bingung. 
> Karena disaat bingung, ga akan bisa mikir yang lain.
> Masih banyak ko' co 
> di luar sana yang bisa dijadiin temen, dan mungkin
> salah satu nantinya 
> (IA) bakal jadi temen hidup kamu, tanpa kendala
> apapun. Coba deh...
> 
> Salam,
> 
> Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 




***TOO MEI LI TOO DANGEROUS*** 






__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Milis Curhat The Friendliest Way ...
[email protected]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/curhat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke