Aa Gun dan teman2 semuanya,
Trimakasih buat saran2 dan nasihatnya ya..
Aku akan coba saran2 dari Aa Gun dan teman2 semuanya, walaupun rasanya berat tapi kalo aku pikir2 memang itu yang terbaik. Susah juga bila berhubungan sama seseorang yang berbeda agama (berarti beda pemikiran juga), dan lagipula gak disetujui orangtua seperti ini. Takutnya nanti malah jadi kacau balau hubungannya.
Nanti kalo ada apa2, aku mau curhat lagi ya...
Regards,
Merry
Aa Gun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aa Gun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Merry,
Saya rasa hati kamu bukan sudah tertutup, tapi
kamu-lah yang menutupnya. Sepertinya pikiran kamu
dipenuhi oleh bayang2 ketakutan tentang kesedihan yang
akan terjadi jika kamu terpaksa menolaknya. Sebetulnya
pola pikir masalah semua orang yang sedang jatuh cinta
selalu sama. Biasanya mereka selalu berpikir "tidak
ada lagi yang lain di hatiku, hanya kaulah segalanya"
dll pola pikir yang menyesatkan. Tapi berapa banyak
pula orang yang mentertawakan kebodohannya sendiri,
setelah mereka ternyata mendapatkan ganti yang lebih
baik dari sebelumnya.
Hati-hatilah, pola pikir juga dapat mempengaruhi jalan
kehidupan. Orang yang selalu berpikiran positif, maka
InsyaAllah akan mendapatkan hasil positif, dan begitu
pula sebaliknya. Dengan kata lain, berpikir positif
berarti berbaik sangka pada Sang Pencipta, berburuk
negatif berarti berburuk sangka pada Sang Pencipta.
Kalau pola pikir kamu tetap saja negatif dan hanya
membayangkan kesedihan, maka mungkin malah kesedihan
itulah yang akan terjadi pada kamu.
Betul apa yang disarankan anggota milis yang lain,
"jangan membanding2kan". Pepatah mengatakan, "apa yang
menurut kita baik, sebenarnya belum tentu baik untuk
kita. Begitu pula, apa yang menurut kita jelek, belum
tentu jelek untuk kita".
Maaf, saya ngga bilang kamu tidak boleh jadian sama
cowo itu. Saya juga ngga bilang dia tidak baik untuk
kamu. Pilihan tetap ada di tangan kamu. Cuma untuk
kasus kamu yang terutama karena perbedaan agama, kamu
harus berhati2 mengambil keputusan.
Kadang kita menyukai segala hal yang ada pada pasangan
kita, sampai2 menutup mata dari keburukannya. Tapi
menurut pendapat saya pribadi, selama belum hidup satu
atap, selama belum hidup bersama, kita tak akan pernah
benar2 tahu siapa pasangan kita. Apalagi kalian belum
pernah bertemu muka. Jadi segala kebaikan, keindahan
yang kita lihat dari sisi pasangan kita, itu tak lebih
dari kulitnya saja, dan mungkin belum mencapai
setengahnya. Karena kalau sudah hidup bersama, masalah
yang akan dihadapi jauuuh lebih besar dan berat.
Itulah sebabnya pernikahan itu sakral dan disebutkan
bahwa "setengah ibadah sudah sempurna jika menikah".
So, jangan terhanyut dengan keromantisan pada masa
jatuh cinta, karena mungkin bisa jadi bumerang setelah
menikah.
Yang jelas, sekarang hubungan kalian kan belum resmi
jadian kan ? Jadi kalau memang keputusan kamu adalah
tidak meresmikan hubungan kalian, berarti tak ada yang
dirugikan. Mumpung belum terlalu jauh. Masalah
perbedaan agama memang prinsipil, tapi jangan salahkan
agama karena cinta. Hal2 seperti ini adalah tantangan
dan perjuangan kita di dunia, agar kita bisa belajar
untuk mengambil sikap, dan menguji siapa kita
sebenarnya, apakah kita adalah orang yang rela
mengorbankan agama demi cinta atau sebaliknya.
Tidak usah takut akan menyakiti hatinya. Kadang rasa
sakit akan membuat orang semakin kuat dan tegar. Ini
juga bisa jadi bahan untuk mengetahui sikap cowo itu.
Jika dia putus asa karena ditolak cinta, trus
kuliahnya kacau, hidupnya berantakan dll...berarti
(maaf) dia cowo yang cengeng. Sedih itu wajar, tapi
kesedihan itu ada batasnya dan seharusnya bisa
mengajari kita untuk menjadi lebih dewasa. Sakit hati
dan kesedihan seringkali menjadi jalan terbaik untuk
kita mendapatkan kebahagiaan di kemudian hari.
Sekarang, kalau saran saya sih begini saja. Seperti
yang anggota milis lain sudah sebutkan, langkah
pertama Kamu lebih baik terus terang pada dia soal
masalah yang sedang terjadi. Ceritakan semuanya.
Jangan dulu melakukan penolakan. Cinta itu jangan
bicara yang manis2 saja, tapi keluarkan juga semua
yang pahit2 dan tidak mengenakkan hati. Kemudian lihat
apa tanggapan dia dan sikap dia. Dari situ baru kamu
bisa memutuskan apa yang harus kamu lakukan.
Kalau misalnya nanti tanggapan dia malah membuat kamu
bingung, kamu bisa bilang minta waktu buat berpikir
dulu. Lalu konsultasikan lagi pada teman atau pada
para anggota milis ini. Siapa tau para anggota milis
bisa kasih saran lebih jauh lagi.
Ok, segitu aja dulu. Sorry kalo kepanjangan dan
terlalu bertele2. Maaf juga kalo ada salah kata.
Semoga kamu bisa mendapatkan apa yang terbaik buat
kamu.
Brgds
Gun
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Milis Curhat The Friendliest Way ...
[email protected]
SPONSORED LINKS
| Bali indonesia hotel | Bali indonesia | Indonesia hotel |
| Romance relationship | Bali indonesia vacation | Bali indonesia travel |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "curhat" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

