Alfa
Alfa ,aku bukan manusia yang seberuntung wanita sekarang yang di
bungkus dengan kain sutra yang bermodalkan ke hormatan,kekayaan
fisik yang mempunyai segudang ilmu pengetahuan dan tekhnologi,punya
wawasan luas serta kepintaran dan kepribadian yang brilian.Aku hanya
orang miskin segalanya di bandingkan dengan wanita sekarang,aku tak
di lahirkan dengan baju yang indah dan rumah yang megah yang hanya
bisa menadah kan tangan kepada kedua orang tua dan merengek meminta
di belikan ini itu yang menurut mode sekarang untuk itu aku harus
berjuang dan berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan."begitulah
hidup dari wanita ini yang memang sangat kurang beruntung.Ia harus
menanggung dan memikul beban tuk keluarga.Dia seorang wanita yang
tegar yang menjalani hidup ini dengan hati yang terbuka.Ia terus
menggoreskan pena di buku itu.

"Dua puluh satu tahun sudah waktu mencatat hidupku dalam buku
semesta.Hari-hariku berlalu begitu saja tanpa kudapatkan kebahagiaan
ini.Dari aku berumur lima tahun hingga aku berusia dua puluh satu
tahun ini aku selalu berjuang untuk hidupku.Tanpa ada cinta yang
kudapatkan.Aku mempunyai teman dan kekasih tetapi tetap saja aku
merasa sendiri".

"Jingga kau hadir dalam asa yang hitam.Setitik kerinduan yang
menghangat dalam pundi-pundi kehidupan.Gurat-gurat penanntian kian
jelas terlihat sepi,sunyi dan hampa biru ku kini Jingga!

Pori-pori penderitaan kian melebar merasuk dalam dingin nya
takdir.Menyentuh sukma yang beku dalam angan.Khayal yang terbang
kian jauh menatap sindu lunglai terjatuh pada satu arah, terpatri di
jiwa kesengsaraan menatap nokhta dan noda hitam yang kusam. Pekat
JINGGA!kini ku terhimpit antara sadar dan tidak,kenyataan yang
kulihat saat ku hadir tak seindah kehidupan surgawi yang mungkin
telah kurasakan saat masieh berupa nyawa kosong yang bukan nyawa
dalam raga.Kini Biru telah pergi…… tuntunlah aku ketempat terpencil
yang harum akan bunga dan terhampar padang rumput dan taman-taman
surgawi,di mana terdapat kolam-kolam para peri-peri khayangan
bersorak sorai dengan gemercik nya air kesejukan yang membuka nurani
pada gerbang keindahan cinta.Jauh,JINGGA! Kuharap biru itu lagi,
temaram hari kian tipis terkikis air mata sesak hati ku.

Bagai paru-paru yang telah rentah oleh penyakit nafas ku bagai
terhimpit oleh batu-batuan besar.Jauh menatap angan di angkasa ingin
ku bunyikan lonceng itu agar terdengar gema nya saja.Hati ku pilu
bukan dari suara nyaring lonceng pinggir palung terkelam.Aku selalu
menutup diriku jingga…….aku selalu memendam luka ku.Aku lebih baik
menyakiti diri ku sendiri karena aku tak ingin orang lain terluka
walau dia telah melukai dan menyakiti aku aku telah terbiasa dengan
kesendirian Jingga…. Penyiksaan bathin terus ku terima satu demi
satu terus menerjang ku aku tersungkur mengharapkan biru ku lagi.

Kasihanilah aku!kalau kau tidak di benar kan mencintai aku pasti
mengasihanipun dianggap salah.Mungkin kamu mengasihani orang buta
yang belum pernah melihat cahaya siang,orang tuli yang tidak pernah
berkesempatan mengucapkan apa yang menggetar kan jiwanya tetapi
dengan berselubung kesopannan palsu kau dilarang mengasihani ke
butaan hati dan ketulian jiwa dan kebisuan nurani yang menyebabkan
MAHLUK MALANG ini tidak mampu melihat dan mengenali ke indahan
kemanusiaan nya sendiri tidak mampu mendengar suara TUHAN atau
mengucapkan bahasa murni tentang kesetiaan dean cinta.

Please,jangan tinggalin aku dengan keadaan yang kayak gini bayu……

Mizzzz uuu

From:Ratieh









Milis Curhat The Friendliest Way ...
[email protected]





YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke