Dear Arie, Tidak ada akibat kalau tidak ada sebab. Permasalahan yang kamu hadapi secara garis besar kemungkinannya ada dua :
1. Kamu punya masalah, baik yang disadari maupun tidak disadari Coba renungkan, tak mungkin kamu cemas kalau tidak ada sesuatu yang membuat kamu cemas. Jadi langkah pertama sebaiknya temukan penyebab kecemasan kamu itu. Mungkin kamu punya masalah pekerjaan, masalah cinta, masalah keluarga, atau kecemasan pada masa depan dll. Yang tahu hanya kamu sendiri, jadi mulailah tanyakan pada diri kamu. Jika kamu merasa tidak punya masalah, berarti sebenarnya kamu punya masalah yang tidak disadari. Sebaiknya kamu telusuri penyebabnya perlahan-lahan. Saya punya teman yang bapaknya selalu stress setiap bangun pagi. Padahal bapak itu kehidupannya berkecukupan, di keluarganya tak ada masalah apa2. Makan enak, duit dapat dari anak2nya. Apalagi yang kurang. Awalnya beliau sendiri tidak tahu kenapa selalu stress pada saat bangun pagi. Setelah ditelusuri penyebabnya, ternyata beliau stress karena secara tak sadar memikirkan usianya yang semakin lanjut, dan bisa mati kapan saja. Beliau ketakutan kalau besok pagi tak bisa bangun lagi. Well, ketakutan pada kematian adalah hal yang wajar. Tapi itu adalah takdir yang mau tak mau harus kita hadapi suatu saat nanti. Ini hanya sekedar contoh kasus. Siapa tahu bisa memberi kamu ide. 2. Pikiran kosong karena "Rohani yang kosong" Pernahkah anda semua dengar ? banyaknya kasus bunuh diri di jepang terutama di kalangan anak muda. Bahkan yang lebih gila, ada situs khusus yang membahas cara-cara untuk bunuh diri, serta ajakan untuk bunuh diri bersama. Padahal orang-orang jepang bisa dibilang memiliki ekonomi yang mapan. Dan orang-orang yang bunuh diri tersebut tidak memiliki masalah dalam segi finansial. Dari sekian aksi bunuh diri tersebut, kebanyakan mereka bunuh diri karena bingung dan tidak tahu mau jadi apa, bingung karena bosan dengan kehidupan yang sepertinya begitu-begitu saja. Alasan mereka semuanya rasanya sulit diterima dengan akal sehat. Hidup yang begitu berharga untuk melakukan banyak hal, malah diakhiri dengan cara yang tidak benar. Dan anak-anak muda jepang sekarang rata-rata tidak punya agama, mereka tak punya tuntunan hidup. Itulah sebabnya mereka tidak tahu arti hidup ini. Makanya jika rohani kita kosong dan kering, itu karena kita jarang mendapatkan siraman rohani. Memang kebanyakan orang sudah berpikir skeptis duluan jika disuruh untuk menyelesaikan masalahnya dengan siraman rohani. Karena orang jaman sekarang cenderung berpikir dengan logika, segala sesuatu harus diselesaikan dengan logika. Tapi logika hanyalah sebagian kecil dari pemberian Tuhan kepada manusia agar manusia berpikir. Dan dalam hidup ini banyak sekali hal-hal yang tak bisa dijelaskan dengan logika dan tak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan logika. Karena itu cobalah buka diri dan sempatkan waktu untuk sering-sering mendapatkan siraman rohani agar hati tidak kering. Teknisnya tentunya disesuaikan dengan agama kamu. Dan metodanya tergantung apakah kamu orang yang lebih senang membaca renungan, atau lebih suka mendengarkan ceramah secara langsung. Insyaallah kamu bisa menemukan kedamaian hati dengan cara begitu. Kesimpulan : Yang sakit bukan fisik kamu, jadi lebih baik hindari penggunaan obat yang bukan penyembuh untuk kamu. Obat yang dibuat untuk fisik tak akan mampu menyembuhkan perasaan yang sifatnya psikis. Kecuali kalau sudah ada pil sedih, kapsul kecewa, tablet sakit hati dll, barulah kamu boleh minum :D Dengan tidak bermaksud menggurui, ini hanya sekedar saran dari saya. Jika kamu punya masalah, maka tengoklah orang lain yang bermasalah. Maka dari situ kamu bisa bersyukur bahwa sebenarnya kamu bukan satu-satunya orang yang bermasalah, bahkan orang lain bisa jadi punya masalah lebih berat daripada kamu. Disaat saya sedang mendapat masalah yang terasa berat, saya selalu berjalan tak tentu arah untuk belajar ilmu kehidupan. Dalam perjalanan tersebut, saya mengamati orang-orang yang ada di sekitar untuk mengetahui berapa besar sebenarnya masalah saya dan berapa banyak sebenarnya orang yang benar-benar bahagia. Ternyata saya menemukan bahwa lebih banyak orang yang kelihatannya lebih tidak bahagia dibandingkan saya. Dalam bis kota saja, banyak wajah-wajah yang stress dan mulut-mulut yang menggerutu menghadapi macetnya jalanan, padahal keluh kesah mereka tak akan mengubah jalanan yang macet menjadi lancar. Hal itu sudah cukup untuk membuat saya tersenyum, karena saya tidak peduli dengan kemacetan jalan yang sudah jelas tak akan membuat saya tiba di rumah dalam 5 menit. Apalagi ketika di jalanan saya lihat seorang pengemis yang tak punya tangan dan kaki. Selain membuat hati trenyuh, saya merasa sangat bersyukur bahwa saya masih punya tangan dan kaki yang lengkap, walaupun kadang-kadang suka kesemutan, keseleo, dan pegal-pegal, tapi itu membuktikan bahwa organ tubuh saya masih normal dan masih bisa dirasakan jika dibandingkan dengan pengemis itu yang tak bisa lagi merasakan kaki dan tangannya. Bahkan mungkin saja dia tak pernah tahu bagaimana rasanya punya tangan dan kaki karena sudah cacat sejak lahir. Dengan mensyukuri segala kelebihan yang ada pada diri kita, Insyaallah kita akan lebih tenang dalam menjalani hidup, dan tidak perlu merasakan kecemasan dan kekurangan. Selanjutnya seperti yang dikatakan Hadiy, buatlah planning harian kalau perlu. Hidup itu memang harus direncanakan, karena orang yang tak pernah merencanakan hidup maka dia adalah orang yang gagal. Maaf kalau ada salah kata, semua uraian di atas cuma sekedar pendapat saya. Silahkan koreksi saya kalau ada yang salah. Best regards, Gun On 7/3/06, arie havani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > akhir - akhir ini aku sepertinya mulai jadi orang gila (beneran). Aku > selalu bangun dengan rasa cemas, pergi ke kantor dengan rasa cemas, bahkan > kebiasaan kehilangan/ketinggalan barang2 yang remeh (uang receh,sisir,sapu > tangan/tisu) sampe hp pun semakin menjai - jadi. Bahkan aku hampir saja > "menghilangkan" kartu atmku tadi sore...duhbetapa menderitanya seorang > pelupa yang masih muda sepertiku... > Bukan pelupanya yang aku persoalkan.Yang aku takutkan adalah kecemasan > menjalani hari, kiamat bagiku apabila ada sesuatu yang tidak beres atau > tidak terselesaikan dengan baik, dan ANEHnya setiap hari selalu ADA > SAJA...atau apa aku memang mulai prefeksionis ya kawan2..>? entahlah..pokoke > saat melewati itu kadang berpengaruh pada fisikku, kaki rasanya gemetar, > marah, kesal, dan aku selalu menyelesaikan dengan obat sakit kepala walaupun > aku tidak sakit, karena didalamnya mengandung Parasetamol yang katanya untuk > meringankan sakit...maka aku pakai sekaligus untuk meringankan "sakit > hati"ku...makanya ya kemana2 kubawa itu obat. Aku takut suatu saat nanti aku > memutuskan untuk meminumnya 10 tablet lalu out karena over dosis...dan > anehnya aku mulai tidak takut kematian! aku menjalankan motorku walau tidak > dengan kecepatan tinggi tapi pikiranku kosong... > Bagaimana cara mengatasinya..? adakah orang yang pernah menderita sama > denganku? please support me.... > > > -- *** Too Mei Li Too Dangerous *** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> See what's inside the new Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/hGu1lB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Milis Curhat The Friendliest Way ... [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/curhat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

