Mungkin suami kamu udah dari dulu seneng ama gambar2 seronok. Cuman kamu baru tau sekarang. Pada dasarnya sih, seneng yang seronok2 itu normal dan wajar, karena kalo ga seneng, berarti ga punya nafsu hehehe. Cuman kembali lagi ke masalah apakah gambar seronok itu akan dijadikan media untuk membangkitkan/menambah gairah hubungan suami istri, atau jadi pelampiasan hasrat yang tidak bisa didapatkan dari istri. Yang penting sih kontrol diri aja. Jangan sampe dengan melihat gambar2 seronok jadi muncul ketidakpuasan pada pasangan. Soalnya liat yang begituan ga bakalan puas2. Di atas yang seronok ada yang lebih seronok lagi, dan seterusnya dan seterusnya. Jadi mao sampe kapan berkutat dalam keseronokan yang ga da batasnya ? Intinya, nafsu itu ga bisa dihilangkan tapi bisa / harus dikendalikan.

Mungkin kamu harus diskusikan itu sama suami kamu. Kalo kamu ga ngomong dan diemin aja kan repot, ntar kamu harus nahan beban dalam hati. Ujung2nya keharmonisan hubungan terganggu karena beban pikiran itu. Mending dibicarain deh. Biar gimanapun komunikasi kan kunci dari keharmonisan rumah tangga. Jangan ada yang ditutup2in. Karena sekali ada kebohongan, akan ada kebohongan yang laen.

Trus yang kedua, gw ga setuju pendapat kamu yang bilang "untuk apa ada pernikahan kalo pada akhirnya akan saling menyakiti ?". Gw rasa kalimat ini terlontar hanya dari orang yang mengalami masalah di perkawinannya. Sedangkan orang2 laen yang kehidupan pernikahannya damai ga pernah terbersit untuk memikirkan kata2 ini. Ga berarti kalo kamu punya masalah lantas menyalahkan "perkawinan" itu sendiri. Bukan berarti kalo kamu ngalami masalah, lantas kamu meng-generalisasikan semua perkawinan sebagai ajang saling menyakiti. Itu kan cuma masalah komunikasi yang ga berjalan. Perkawinan kamu belum "KIAMAT" cuman karena masalah gambar seronok. Itu mungkin cuman sebagian kecil dari badai rumah tangga yang pasti menimpa setiap kehidupan pernikahan. Tinggal bagaimana kita menghadapi dan menyikapinya gitu loh.

Regards,
Wolvie

On 7/28/06, telamolo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Aku lagi bingung nih (mungkin juga was-was). Menurut hematku sih,
kalau laki-laki yang sudah menikah, setidak-tidaknya keinginan untuk
melihat hot pictures, apalagi untuk mengoleksinya, akan berkurang. Kan
udah punya "live hot picture" sendiri yg bisa dinikmatin langsung..
Tapi emang dasar laki-laki, mahluk yg gak pernah merasa puas. Walau
secantik dan semolek apapun barang miliknya, masih tetap ingin yg
lainnya. Kadang aku merasa heran, kalau memang hasrat dan keinginan
seorang laki-laki tak pernah terpuaskan (PS: hal ini bisa juga terjadi
sama wanita loh yah..), kenapa juga ada kata "pernikahan"?? Buat apa
dua mahluk yg sama sekali berbeda itu disatukan, kalau pada akhirnya
hanya untuk...katakanlah, saling menyakiti?? Mungkin saat salah satu
dari mahluk itu melakukan sesuatu yg dianggap "abnormal" oleh yg
lainnya, dia tidak sadar kalau hal itu akan menyakiti pasangannya.

UUhh.....kok jadi ngelantur sih..
Balik ke masalah deh! Gini, aku tuh cuma pengen tau pendapat anggota
milis ini, apa tandanya kalau suami udah mulai ngoleksi gambar-gambar
seronok secara sembunyi-sembunyi?? Kan sebagai istri, aku jadi
bingung. Beribu-ribu pikiran, pertanyaan dan perasaan gak tentu datang
bagai gelombang tsunami dikepalaku. Wong gak ada angin, gak ada hujan
(apalagi petir!), tiba-tiba suami yg "sepertinya normal" itu, punya
koleksi gambar-gambar seronok yg tersimpan rapi di
Personal-Handheldnya. Coba kalau aku gak lagi iseng-iseng mainin
PDAnya itu.. mungkin sampe aku punya cicit lagi gak bakal tau
"hobby"nya itu.




--
Investasi murah untuk meraih penghasilan dari internet
http://incomefrominternet.cjb.net/

Program arisan Rp.15.000 saja
http://arisanmotor.com/?id=wolverine __._,_.___

Milis Curhat The Friendliest Way ...
[email protected]






SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Romance relationship Bali indonesia vacation


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke