"...Walau secantik dan semolek apapun barang miliknya,...". Ingat girl! Kamu itu bukan "barang" dan kamu bukan "miliknya (suami kamu)" tapi kamu milik Yang Maha Kuasa. Kamu hanya dititipkan kepadanya begitu pula dengan dia, dititipkan juga kepadamu. Maka jagalah baik2.
Kembali ke permasalahan kamu. Ku akui, meskipun normal, sikap suami kamu itu memang berlebihan. Tapi aku rasa permasalahannya bukan pada hal normal atau ngga. Tapi pada bagaimana cara mengatasinya. Iya, 'kan? (Kalau bukan ya ngga tahu dech...) If it is true, let's discuss ur statements to solve ur problem.
1. "Buat apa dua mahluk yg sama sekali berbeda itu disatukan.."? Ya, jawabannya untuk bisa saling mengerti dan memahami. Tapi kalau sudah "sama sekali berbeda" ya seperti air dan minyak. Tapi kalau sudah menikah, kita udah mengikrarkan diri di depan Tuhan dan Tuhan telah merestui, haruskah kita lupakan ikrar itu dengan alasan bahwa tidak ada kecocokan yang berdasar perasaan saja? Padahal kita tidak pernah tahu bahwa Tuhan punya rencana lain.
2. "kalau pada akhirnya hanya untuk...katakanlah, saling menyakiti??" Sebaiknya jangan diniatkan untuk menyakiti apalagi "saling". Kalau kamu emang merasa tersakiti ya katakan padanya kalau itu menyakitkan. Coz kalimat ini : "dia tidak sadar kalau hal itu akan menyakiti pasangannya" menunjukkan bahwa dia dalam keadaan tidak tahu dan kamu belum memberitahu dia. Aku analogikan layaknya anak kecil yang mencuri uang ortunya. Dia kan masih kecil dan tidak tahu kalau perbuatan mencuri itu berdosa dan dilarang. Setelah kita tahu, bagaimana akibatnya?
Boleh jadi kamu berpendapat, dia kan udah tahu kalau hal yang seperti itu dilarang dan tidak baik. Well, manusia itu tempatnya "lupa" coz seekor kucing ngga pernah lupa jam berapa biasanya tuannya makan. Lupa tidak harus "oh ya!" tapi bisa juga keengganan makanya butuh dorongan positif. So? Wht should u do know? Do u still need my opinion? Yeah, u can coz i have.
Sikap suami kamu normal aja koq tapi berlebihan.
Maaf yach sekali lagi, kalau kamu merasa digurui. I'm not ur teacher but i just tell u something that i knew.
telamolo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aku lagi bingung nih (mungkin juga was-was). Menurut hematku sih,
kalau laki-laki yang sudah menikah, setidak-tidaknya keinginan untuk
melihat hot pictures, apalagi untuk mengoleksinya, akan berkurang. Kan
udah punya "live hot picture" sendiri yg bisa dinikmatin langsung..
Tapi emang dasar laki-laki, mahluk yg gak pernah merasa puas. Walau
secantik dan semolek apapun barang miliknya, masih tetap ingin yg
lainnya. Kadang aku merasa heran, kalau memang hasrat dan keinginan
seorang laki-laki tak pernah terpuaskan (PS: hal ini bisa juga terjadi
sama wanita loh yah..), kenapa juga ada kata "pernikahan"?? Buat apa
dua mahluk yg sama sekali berbeda itu disatukan, kalau pada akhirnya
hanya untuk...katakanlah, saling menyakiti?? Mungkin saat salah satu
dari mahluk itu melakukan sesuatu yg dianggap "abnormal" oleh yg
lainnya, dia tidak sadar kalau hal itu akan menyakiti pasangannya.
UUhh.....kok jadi ngelantur sih..
Balik ke masalah deh! Gini, aku tuh cuma pengen tau pendapat anggota
milis ini, apa tandanya kalau suami udah mulai ngoleksi gambar-gambar
seronok secara sembunyi-sembunyi?? Kan sebagai istri, aku jadi
bingung. Beribu-ribu pikiran, pertanyaan dan perasaan gak tentu datang
bagai gelombang tsunami dikepalaku. Wong gak ada angin, gak ada hujan
(apalagi petir!), tiba-tiba suami yg "sepertinya normal" itu, punya
koleksi gambar-gambar seronok yg tersimpan rapi di
Personal-Handheldnya. Coba kalau aku gak lagi iseng-iseng mainin
PDAnya itu.. mungkin sampe aku punya cicit lagi gak bakal tau
"hobby"nya itu.

