Itu sebagai perumpaan atau bukan?
Jika ya, kenapa harus diperumpakan?
Jika tidak, kamu ngga salah, karena semua orang hidup matinya sudah ditentukan
kapan dan yak apanya.
Tapi kalao perumpaan, tu belum tentu bisa dibenarkan.
Salam kenal juga Rizqul. Aku Hadiy di Surabaya.
Akhmad Rizqul <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hai
semuanya..., aku rizqul dari yogya.
Aku mo minta tanggapan dari kasusku ini. Ceritanya gini:
Aku pergi dengan kekasihku ke Malaysia dengan kapal laut. Di tengah
jalan, aku melihat lubang kecil di kapal. Aku kemudian melapor kepada
petugas kapal. Petugas itu mengatakan bahwa lubang itu tidak apa2 dan
tidak berpotensi mengakibatkan kebocoran.
Beberapa jam kemudian ternyata lubang itu semakin membesar dan
menyebabkan kapal tenggelam. aku dan kekasihku terpisah. dia ikut
tenggelam bersama kapal itu, sedangkan aku bisa selamat dengan
berenang dan naik ke perahu nelayan yang aku temukan pagi harinya.
Pertanyaannya:
Jika aku menyalahkan diri karena aku tidak bisa menyelamatkan
kekasihku itu, apakah aku salah? Lalu apa yang harus aku lakukan?
Terima kasih tanggapannya.
Salam,
Rizqul
Hadiy Sutrisnu
Sistem Informasi - FTIf
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.