Hallo bung, jangan meyembunyikan sesuatu, jangan mengambil pengertian ayat
sepotong-sepotong dan tidak lengkap, Tidak ada secuilpul ayat Al'Quran yang
menggambarkan selamat natal, Justru pada ayat berikut menyatakan bahwa Nabi Isa
AS sangat mengharapakan kesejahteraan pada hari dilahirkannya, pada hari
meninggalnya dan pada hari dibangkitkan hidup kembalinya, bukan diartikan
sebagai ucapan selamat atas hari dilahirkannya, disisi lainnya apa ente yakin
tanggal 25 December merupakan hari kelahirannya, kenapa ente sembunyiin history
kenapa perayaan natal itu ada dan sejak kapan,
berikut ini saya sampaikan terjemahan lengkap ayat Al Quran yang sebenarnya
semoga teman-teman muslim ngga terpengaruh "
"Dan ceritakanlah tentang kisah Maria (Maryam) di dalam Al-Qur'an, yaitu
ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur.
Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus
roh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk)
manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu
kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang taqwa." Ia (Jibril)
berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu untuk memberimu
seorang anak laki-laki yang Suci." Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku
seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah ada seorang manusia pun menyentuhku
dan aku bukan (pula) seorang pezina." Jibril berkata: "Demikianlah Tuhanmu
berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya
suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu
perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam mengandungnya,
lalu ia menyisihkan diri. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia
(bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku
mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan."
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati,
sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah
pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah
kurma yang sudah masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.
Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah
bernadzar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara
kepada seorang manusia pun pada hari ini." Maka Maryam membawa anak itu kepada
kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu
telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu
sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu
sekali-kali bukanlah seorang pezina," maka Maryam menunjuk kepada anaknya.
Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih
dalam ayunan." Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku
Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku
seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku
(mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada
ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan
sejahtera semoga dilimpahan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku
meninggal dunia dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." Itulah Isa putra
Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan
tentang kebenarannya (19: 16-34)
Mustafa Dandenong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selamat Natal Menurut Al-Qur'an
Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam
bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau
mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali.
Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: "Ada anak
sungai di bawahmu, goyanghan pangkal pohon kurma
ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu.
Kalau ada yang datang katakan: 'Aku bernazar tidak
bicara.'"
"Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk.
Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina,"
demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di
gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya
menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang
bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah
yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta
mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa:
"Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku
pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari
ketika aku dibangkitkan hidup kembali."
Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34.
Dengan demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan
selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa
a.s. By Dr. M. Quraish Shihab
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.