Lho yg nulis itu kan seorang doktor ttg Islam, masa anda lebih hebat 
dari doktor itu, kok ngeyel.............ah masa 
bodohlah..............

--- In [email protected], cari cemaniaxs <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Hallo bung, jangan meyembunyikan sesuatu, jangan mengambil 
pengertian ayat sepotong-sepotong dan tidak lengkap, Tidak ada 
secuilpul ayat Al'Quran yang menggambarkan selamat natal, Justru 
pada ayat berikut menyatakan bahwa Nabi Isa AS sangat mengharapakan  
kesejahteraan pada hari dilahirkannya, pada hari meninggalnya dan 
pada hari dibangkitkan hidup kembalinya, bukan diartikan sebagai 
ucapan selamat atas hari dilahirkannya, disisi lainnya apa ente 
yakin tanggal 25 December merupakan hari kelahirannya, kenapa ente 
sembunyiin history kenapa perayaan natal itu ada dan sejak kapan, 
>    
>   berikut ini saya sampaikan terjemahan lengkap ayat Al Quran yang 
sebenarnya semoga teman-teman muslim ngga terpengaruh "
>    
>   "Dan ceritakanlah tentang kisah Maria (Maryam) di dalam Al-
Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu 
tempat di sebelah timur. Maka ia mengadakan tabir (yang 
melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) 
kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia 
yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung 
daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang 
taqwa." Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang 
utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang Suci." 
Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, 
sedang tidak pernah ada seorang manusia pun menyentuhku dan aku 
bukan (pula) seorang pezina." Jibril berkata: "Demikianlah Tuhanmu 
berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami 
menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; 
dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam 
mengandungnya,
>  lalu ia menyisihkan diri. Maka rasa sakit akan melahirkan anak 
memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia 
berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku 
menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan." Maka Jibril 
menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, 
sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan 
goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan 
menggugurkan buah kurma yang sudah masak kepadamu. Maka makan, minum 
dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka 
katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Tuhan 
Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara kepada seorang 
manusia pun pada hari ini." Maka Maryam membawa anak itu kepada 
kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, 
sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai 
saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang 
jahat dan ibumu
>  sekali-kali bukanlah seorang pezina," maka Maryam menunjuk kepada 
anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak 
kecil yang masih dalam ayunan." Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini 
hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku 
seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana 
saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat 
dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, 
dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan 
sejahtera semoga dilimpahan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada 
hari aku meninggal dunia dan pada hari aku dibangkitkan hidup 
kembali." Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang 
benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya (19: 16-
34)
>    
>    
>    
>   
> 
> Mustafa Dandenong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>             Selamat Natal Menurut Al-Qur'an
> Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam
> 
> bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau
> 
> mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali.
> 
> Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: "Ada   anak
> 
> sungai di bawahmu, goyanghan pangkal pohon kurma
> 
> ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu.
> 
> Kalau ada yang datang katakan: 'Aku bernazar tidak
> 
> bicara.'"
> 
>  
> 
> "Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk.
> 
> Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina,"
> 
> demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi   di
> 
> gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya
> 
> menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang
> 
> bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah
> 
> yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta
> 
> mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa:
> 
> "Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku
> 
> pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari
> 
> ketika aku dibangkitkan hidup kembali."
> 
>  
> 
> Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34.
> 
> Dengan  demikian,  Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan
> 
> selamat Natal pertama dari dan untuk  Nabi  mulia  itu,    Isa
> 
> a.s. By Dr. M. Quraish Shihab
> 
>  
>   
>     
> ---------------------------------
>   Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! 
Mobile. Try it now.  
> 
>                          
> 
>        
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with 
Yahoo! Search.
>


Kirim email ke