winnie,

win, memamng selama jadi seorang anak itu ada hal2
yang menyangkut kebebasan itu dibatasi , karena
pastinya ortumu sangat khawatir kepada kamu, yang
pasti seperti kata kamu, semua orang tua pingin
memberi yang terbaik buat anak2nya dan itu betul
perbedaan sikap ortumu kepada mu thdp saudara2mu
jangan dinilai negative, mungkin ortumu mau
melindungimu dari hal2 yang pernah saudaramu lakukan
ketika mereka diberi kebebasan sehingga kamu
diproteksi, atau ortumu sangat sayang kepadamu.
mengenai pakaian seragam pengantin suamimu, sy sebagai
laki-laki terus terang gengsi kalau harus pinjem dari
sarana calon mertua, walaupun itu mungkuin menurut
pikiran kamu udah jadi bagian perundingan. tetapi saya
harus berusaha sendiri dengan menyesuaikan seragam
keluarga apa yg harus dipakai, sebagai ortu pihak
wanita, kalau ortumu mampu, mereka akan mengadakan
resepsi pernikahan yang bagus dan baik sebagai
pelaksana perjamuan nikah. itu sah2 saja
yang pastikan ortumu nggak melarang kamu menikah
dengan calonmu.....itu satu point yang harus kamu dan
calon suamimu pegang, masalah persiapan nikah memang
bikin ruwet, pusing dan kadang bikin pernikahan
batal,...kamu harus hati-hati dan bijaksana
menjalaninya, rendah emosi dan lihat yang baik ke
depan, bahwa kamu akan menikah dengan pujaan hatimu.
semoga bermanfaat buat kamu.

chenno

--- winnie_cweety <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear All
> 
> Perasaan saya selalu sedih aja...saya merasa dai
> dahulu selalu ada
> perbedaan sikap ke2 ortu saya terhadap saya dan
> saudara2 saya. saya
> selalu dilarang ini itu oleh ke2 ortu saya ttapi
> saudara saya yg lain
> tidak dilarang, dengan sikap ke2 ortu saya seperti
> itu, saya jadi
> tidak terbuka ke siapapun khususnya ke ke2 ortu
> saya.
> Menjelang pernikahan saya pun, saya masih merasakan
> sikap ke2 ortu
> saya yg membedakan calonku dengan calonnya kk ku.
> Semua mereka yg mengatur (mungkin ingin kasih yg
> terbaik untuk
> anaknya) tapi dengan mereka yg mengatur seperti itu,
> saya mersakan
> mereka tidak menghargai keluarga dari calon suamiku.
> Semua hak dai
> calon suamiku di batasin. Sampe masalah pinjam
> seragam untuk resepsi
> pernikahan aja apabila pakai saudara dari calon
> suamiku aja harus sewa
> sendiri. padahal menurut ku, bukannya itu sudah
> menjadi bagian dari
> pinjaman seragam untuk pernikahan....o..iya sampe
> mas kawin pun jadi
> perdebatan antara aku dgn ke2 ortuku (tapi aku tidak
> ingin
> memberitahukan kpd calon suamiku, lrn takut jadi
> prtengkaran dan
> ortuku di nilai jelek oleh pihak keluarga calon
> suamiku).
> Saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri
> kenapa...diriku seperti
> ini. Dari Kecil, kalau ortu ku selalu bilang "Habis
> pulang sekolah
> harus langsung pulang, jangan main" dilanggar pasti
> mereka marah. di
> rumah harus belajar (walaupun hasilnya bagus, saya
> selalu mendapat
> peringkat 2 di kelas dan cumlaude pada saat kuliah,
> IPK 3,91). Saya mo
> menginap di rumah temen saja dilarang kecuali
> mendesak (hujan sehabis
> kuliah malam) hal itu baru di boleh kan.
> Jujur aja batin saya merasa tertekan sekali...tetapi
> saya tidak bisa
> meluapkannya. Saya Binggung Harus BAgaimana????
> Tolong saya, bagaimana
> harus menyelesaikan masalah ini dan batin tidak
> tertekan lagi.
> 
> Thx to All
> 
> 
> 



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke