Sangat setuju dengan wilky, walaupun forum ini tempat tukar pikiran dan berbagi 
pengalaman. tetapi pengalaman yang positif bukan seperti itu. Tolong di banned 
orang tsb. Terima kasih.

wilky_white <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Moderator 
jika anda tidak menghendaki.. kualitas group ini 
 menurun... Tolong di banned org ini. terima kasih
 
 http://curhat.sforum.biz 
 Forum untuk tukar pikiran dan berbagi pengalaman.
 
 --- In [email protected], "Cindy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Sebut saja namaku Haryani, saat menikah aku tidak tahu kalau 
 ternyata suamiku masih berstatus suami sah orang lain, namun 
 belakangan kuketahui nasi sudah menjadi bubur. Pada akhirnya dia pun 
 mengakui kalau sudah punya anak isteri, namun apalah artinya aku 
 yang lemah dan bodoh ini jika harus bersikeras untuk menuntutnya. 
 Kendatipun aku tahu akan sangat menyakiti isteri sahnya, jika ia 
 mengetahui. Suamiku adalah seorang perwira yang mempunyai kedudukan 
 penting di sebuah propinsi (tidak kusebut tempatnya). Usianya sudah 
 mencapai 55 tahun dan aku sendiri baru mencapai 27 tahun. Fasilitas 
 yang diberikan dan ketakutanku lah yang membuatku sangat tak berdaya 
 untuk menentang keberadaanku. Aku dibelikan sebuah villa yang sangat 
 mewah yang terletak tidak begitu jauh dari kota tempat suamiku 
 bertugas. Semua fasilitas yang diberikan kepadaku sangatlah mewah 
 bagiku, aku mendapatkan sebuah mobil pribadi, telepon genggam dan 
 perangkat entertainment di rumah. Namun ini semua ternyata masih k
 >  urang, aku ingin punya momongan, aku ingin dicintai dan 
 disayangi. Kenyataannya aku hanya tempat persinggahan saja. 
 Belakangan kudengar bahwa suamiku juga punya WIL lain selain aku, 
 malahan kadang ia juga jajan kalau sedang keluar kota, kabar ini 
 kudapatkan dari isteri ajudannya sambil wanti-wanti agar aku tutup 
 mulut. Aku sendiri memang sudah kenal dekat dengan keluarga ajudan 
 suamiku, namun demikian sampai saat ini rahasia ini masih tersimpan 
 cukup rapi. Bagaimanapun juga aku kesal dan sedih dengan kondisi 
 seperti ini, sehingga timbul niatku untuk berperilaku serupa.
 > 
 > Pada suatu hari suamiku bertindak ceroboh dengan menitipkan anak 
 bungsunya kepadaku, beliau memperkenalkanku sebagai ipar ajudannya. 
 Anak itu memanggilku mbak maklum dia masih SMP dan usinya pun masih 
 14 tahun. Wajahnya, perilakunya persis bapaknya, nilai kesopanannya 
 agak kurang bila dibanding dengan anak-anak di kampungku. Maklumlah 
 ia adalah anak pejabat tinggi. Jam 21.00 bapaknya telepon, meminta 
 Alex (sebut saja nama anak itu begitu) untuk tidur di rumah karena 
 bapak ada urusan. Aku jadi curiga pasti dia ada kencan dengan orang 
 lain. Alex pun belum tidur, ia lagi asyik nonton televisi di ruang 
 keluarga. Akhirnya timbul niat burukku untuk memperdaya Alex, namun 
 bagaimana caranya? aku dihadapkan pada jalan buntu. Akhirnya spontan 
 kumasukkan VCD-VCD porno ke dalam player untuk saya hidangkan kepada 
 Alex. Aku hidupkan oven selama 3 menit yang kebetulan isinya adalah 
 daging yang sudah masak sejak siang tadi. Langsung saja kurayu dia 
 untuk menyantapnya sehingga kami pun menyan
 >  tap daging panggang dan sambal kecap bersama-sama. Sambil basa-
 basi kutanyakan sekolahnya, tampaknya kemampuannya di sekolah biasa-
 biasa saja, terbukti dengan kekurang antusiasannnya bicara tentang 
 sekolah. Ia lebih suka bicara tentang video game dan balap motor.
 > 
 > Kupegang tengkuknya dan kupijit sambil kukatakan, \\\\\\\"Kamu 
 pasti capek, sini Mbak pijitin...\\\\\\\" Dia pun diam saja, maklum 
 dia adalah anak yang manja. Kuraih remote control dan kutekan play 
 untuk CD yang pertama, film-filmnya adalah jenis vivid dengan tema 
 sex yang cukup halus. Tampaknya Alex sangat menyukainya, ah pucuk di 
 cinta ulam pun tiba. Sambil kupijit sekujur tubuhnya, kuamati roman 
 mukanya. Kukatakan tidak usah malu, karena itu hanya film saja 
 (tidak sungguhan). Muka Alex tegang, setiap ada adegan orang 
 berpelukan (cuma berpelukan) aku suruh dia terlentang untuk pijatan 
 bagian depan. Sambil terlentang Alex tetap memperhatikan film yang 
 tampaknya mulai disukainya itu. Kini acara di film mulai ke adegan 
 yang cukup panas, seorang wanita melepas pakaiannya sehingga tinggal 
 pakai celana dan BH dalam saja. Alex semakin tegang dan agak 
 kupercepat tanganku mengarah ke pangkal pahanya. Pura-pura kupijit 
 pahanya dengan menyentuh kemaluannya, dia terkejut ketika kemalua
 >  nnya yang tegang kesentuh tanganku. Pucat pasi mukanya, namun 
 kunetralisir dengan mengatakan \\\\\\\"Tenang Alex, semua orang 
 sama, adalah hal yang sangat wajar bila seseorang terangsang. Karena 
 semua orang mempunyai nafsu.\\\\\\\" \\\\\\\"Malu mbak,\\\\\\\" 
 jawab Alex. Kalau orang banyak malu, tapi Alex kan sendirian cuma 
 sama mbak. Mbak nggak malu kok. Dengan berkata demikian kubuka 
 bajuku sehingga aku hanya pakai BH saja. Akupun heran juga kagum, 
 anak seumur dia juga bisa tegang dan tampak tidak berdaya, jauh dari 
 sikap sehari-hari yang agak arogan. Namun aku mulai menyukainya 
 tanpa memikir yang jauh ke depan mengingat bapaknya sendiri juga 
 berbuat serupa terhadap saya. Film terus berputar, tubuh Alex terasa 
 hangat malah aku khawatir kalau dia sakit, dia tampak pucat entah 
 takut apa bagaimana, aku tidak tahu.
 > 
 > Alex hanya melirik buah dadaku tanpa berani menatap langsung, dia 
 tetap memperhatikan film dengan seksama. Saat kupegang lagi 
 kemaluannya dia hanya diam saja, tak kusia-siakan kesempatan ini 
 kuremas kemaluan yang berukuran agak kecil itu. Akupun sudah tidak 
 memperhatikan film lagi, kubuka celana Alex dan kuperhatikan 
 kemaluannya. Tampak bersih dan mulai ditumbuhi bulu-bulu halus, aku 
 semakin bernafsu melihatnya. Langsung kuterkam dengan mulutku dan 
 kumulai menjilatnya, Alex hanya terdiam sambil kadang pinggulnya 
 bergerak menikmatinya. Kuhisap kemaluannya dan dia pun teriak Uh.. 
 Mbak.. kubiarkan anak kecil itu menggelinjang, kubimbing tangannya 
 ke payudaraku. Ah, dia malah meremas kuat sekali. Kumaklumi dia 
 sangat lugu dalam hal ini, aku tidak menyesal malah menyukainya. Aku 
 hisap terus, dia pun semakin bergerak tidak karuan sambil teriak-
 teriak ah, uh, ah, uh. Kemudian dia teriak keras sambil tubuhnya 
 gemetar disusul oleh cairan hangat dari kemaluannya. Aku telan 
 cairan asin 
 >  dan pekat ini tanpa rasa jijik sedikit pun, dan dia pun diam 
 lemas terkulai. Kupeluk dia, dan kubisikkan kata-kata, 
 \\\\\\\"Enakkan,\\\\\\\" sambil aku tersenyum, dia balas pelukanku 
 dan hanya bicara \\\\\\\"Mbak..\\\\\\\" Aku bimbing dia ke kamar 
 mandi dan kumandikan dengan air hangat, burung kecilku masih tidur 
 dan aku yakin nanti akan bangun lagi.
 > 
 > Kemudian kami pun tidur bersama di depan televisi di atas karpet, 
 dia tampak kelelahan dan tidur pulas. Aku pun puas meski tidak 
 sampai coitus. Menjelang subuh aku bangun, dan kulihat dengan 
 seksama tubuh Alex yang sedang tidur telanjang. Nafsuku bangkit lagi 
 dan kucoba membangunkan burung kecil itu, ternyata berhasil dan 
 kuulangi lagi perbuatan tadi malam dengan pertambahan Alex 
 meningkatkan variasi permainan. Tampaknya Alex mulai mengikuti 
 naruninya sebagai makhluk bernafsu, ia mungkin meniru adegan film 
 tadi malam. BH-ku dibuka dan dijilati, aku pun merasakan kenikmatan 
 dari anak bau kencur, kubayangkan anak dan bapaknya mengerjaiku 
 seperti sekarang, ah tak mungkin. Aku tuntun tangan Alex ke 
 kemaluanku yang sejak tadi malam belum tersentuh sama sekali. 
 Kubimbing tangannya menggesek-gesek kemaluannya dan ia pun memahami 
 keinginanku. Gerakan-gerakan Alex dan servicenya kepadaku masih 
 sangat kaku, mungkin perlu beberapa kali aku melatihnya. Tiba-tiba 
 ia menarik paksa celana d
 >  alamku dan BH-ku pun dilucuti. Kubiarkan dia berkreasi sendiri, 
 tampak wajahnya masih tegang tapi tidak setegang tadi malam dan ia 
 pun mulai tidak sopan kepadaku, ah biarlah. Aku didorong hingga 
 terlentang, dan ia pun langsung menindihku. Dicobanya memasukkan 
 burung kecil itu ke dalam kemaluanku, namun berkali-kali ia tidak 
 berhasil. Ia pun semakin penasaran, ah suami kecilku ini mesti 
 banyak belajar dariku.
 > 
 > Kubimbing kemaluannya memasuki kemaluanku dan ia pun menggesek-
 gesekkannya. Terasa nafsuku merasuk ke sekujur tubuhku, kini 
 penantianku tadi malam hampir tercapai dan ah nikmat sekali, suami 
 kecilku bisa memuaskanku kali ini. Dengan cepat aku bangun dan 
 kuhampiri burung kecil yang masih menantang itu, kuhisap dalam-
 dalam, dia pun mengerang kenikmatan dan terus menerus kuhisap hingga 
 badannya bergetar dan lagi-lagi air liur burung kecil yang hangat 
 itu menjadi bagian dari dagingku. Hari sudah terang, dan segera kami 
 mandi air hangat bersama-sama. Aku merasa puas dan Alex hanya diam 
 saja, entah apa yang dipikirkan. Menyesalkah? aku tidak tanya. 
 Kenyataannya kisah ini masih berlangsung, sekarang Alex sudah SMA 
 dan masih tetap dalam bimbinganku.
 > 
 > Pagi harinya bapaknya Alex (yang juga suamiku) datang dan dengan 
 tanpa menaruh curiga sedikitpun. Ini adalah pengalaman pertamaku 
 dengan burung muda. 
 > ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
 >                     
 > Terimakasih,
 > Bugil4u.
 >
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke