PENGLIHATAN DI PAGI HARI K = Katrin L = Leo
K = Pagi Mas Leo, aku mau sharing dan sekaligus nanya nih, boleh kan ? Gini mas, tadi pagi jam 5.00 aku meditasi sambil doa sekitar 30 menit. Pada saat teduh tiba tiba aku melihat nenek saya bangun dan langsung masuk kedalam tubuh saya. Pada saat itu yang terlihat nenek seperti tidur bukan mati. Nenek saya ini sudah meninggal 15 th yang lalu, beliau nenek dari ibuku. Sedikit gambaran tentang nenek saya: nenek saya ini mempunyai 11 cucu, dan hanya dengan saya saja dekatnya. Semasa hidupnya nenek jarang sekali makan nasi, lebih sering makan umbi2an untuk lelaku katanya. Bahkan seringkali puasa berhari-hari tanpa makan tapi badannya tidak sakit, waktu itu aku masih kecil jadi nggak tau apa tujuannya. Saya pernah diceritain papa saya, bahwa sebelum nenek pergi, nenek pernah ngomong ke papa mau memberikan sesuatu ke saya sebelum meninggal, namun papa tidak mengijinkannya. Papaku bilang, kalau mau titipkan saja padaku nanti suatu saat aku berikan pada Katrin, tapi kelanjutannya aku ngga tau mas. Sekarang aku mau nanya ke Mas Leo, apa arti dari semua yang aku alami tadi? Trus apa manfaat dan resikonya? Aku harus bagaimana menyikapinya ? Terimakasih. L = Pagi juga, Mbak Katrin, thanks for sharing. Anda tulis bahwa pagi ini anda memperoleh penglihatan tentang sesuatu yang "masuk" ke dalam tubuh anda dari nenek anda yang sudah meninggal 15 tahun lalu. Nenek anda itu seorang Kejawen yang melakon seumur hidupnya dan pernah berpesan akan "memberikan" sesuatu kepada anda, walaupun hal itu belum sempat dilakukannya karena sampeyan masih kecil dan dia keburu meninggal. Nah, di penglihatan pagi tadi, niat dari nenek anda itu sudah terlaksana. Ada yang masuk ke tubuh anda secara langsung, dan itu berasal dari nenek anda. Ruh itu tidak bisa mati, dan memang yang anda "lihat" itu sesuatu yang datang dari Ruh (nenek anda) menuju Ruh (di diri anda). Yang datang itu, menurut saya, semacam Karunia Penyembuhan. Nenek anda itu mostly Elemen Tanah, nah Elemen Tanah itu memiliki karunia penyembuhan yang apa adanya saja. Langsung memberikan sesuatu tanpa perlu dirasakan, tanpa perlu grasa grusu, tanpa perlu dipikirkan. So, manfaat dari apa yang anda peroleh itu adalah bahwa anda sekarang LANGSUNG TAHU apa yang anda harus lakukan untuk membantu penyembuhan orang2. Bukan orang2 jauh, melainkan mereka yang ada di sekitar anda. Ketika orang bicara, anda bisa langsung tahu apa maksudnya. Ketika orang2 itu berkeluh kesah kepada anda, anda langsung tahu akar permasalahan, dan langsung tahu obat penyembuhnya. Dan anda akan berbicara apa adanya saja kepada orang2 itu. Dan mereka akan terbantu. Resikonya itu apa ? Hmmm... apa yah ? ... Sebenarnya saya tidak melihat resiko apapun disana. Anda telah menjadi diri sendiri, dan anda bisa melakukan apa yang anda rasa perlu anda lakukan. Kalaupun ada yang namanya "resiko" tidak dimengerti oleh orang lain, itu sudah lewat. Bagi almarhumah nenek anda, resiko dianggap orang aneh itu sudah lewat. Bagi diri anda sendiri juga sudah lewat. So, anda sekarang tinggal menjalankannya saja. Bisa juga dibilang meneruskan apa yang telah dimulai oleh nenek anda, walaupun sebenarnya nenek anda itu juga cuma "meneruskan" apa yang telah dimulai oleh mereka yang datang lebih dulu juga. Kita datang ke dunia ini, dan ketika waktunya lewat kita akan pergi dari dunia ini. Tetapi, ada yang memang "milik" dunia ini seperti Karunia2 Penyembuhan itu; dan itu yang bisa ditinggalkan dan diwariskan kepada generasi penerus ketika waktunya telah sampai bagi kita untuk meneruskan perjalanan. +++ RUH ITU APA KEPUASANNYA ? P = Pungky L = Leo P = Mas Leo, insyaoloh saya 'nangkep' penjelasan mengenai Ruh yg njenengan tulis bbrp kali d milis, nyuwun koreksi: 1. Kita dan Ruh selalu menyatu, cuman bisa disadari bisa juga tidak disadari 2. Ruh kekal, tidak terluka dll sebagaimana tubuh fisik ini L = Ya, memang begitu. P = Yg ingin saya tanyakan mas, si Ruh ini, setelah sadar tp masih hidup dgn tubuh fisik (mgkn seperti mas Leo ya?), main jobnya ngapain mas (dan seperti apa bentuk kepuasannya)? L = The main job dari si Ruh itu is HIDUP. Hidup saja. Just be. "I am what I am", kata God waktu ditanya oleh Nabi Musa namanya siapa. So, Ruh yang ada di diri kita, kalau kita tanya, pastilah akan menjawab: "Saya adalah saya". Terus kita tanya lagi kepada si Ruh: "Kerjaan kamu apa? Nah, si Ruh itu PASTI BINGUNG kalo ditanya begitu, wong dia itu cuma HIDUP saja kok. Just be. Hidup saja. Lalu kita bisa tanya lagi sama si Ruh: "Kamu memperoleh kepuasan dari mana ?" Nah, si Ruh itu tambah bingung lagi: Kepuasan ? Memangnya saya Syahwat sehingga perlu kepuasan ? So, Ruh is Ruh, hidup is hidup. Just BE. P = N apa Mas Leo ndiri masih cari duit dll untuk memenuhi kebutuhan hidup / uda jalanin aja dgn sama skali ga mikirin kebutuhan hidup mas? L = Iyalah, yang namanya manusia pasti masih cari duit, musti dapet duit buat belanjain duit. Tapi memang tidak ngotot dan ngoyo seperti dulu. Kebutuhan dasar kita itu tidak banyak benernya, cuma makan, pakaian, dan tidur. P = Saya tau saya blum sampe state itu mas, tp pengin bgt dpt share nya Mas Leo ttg itu, coz one day I'll be there for sure, somehow :) Suwun, L = Ya, semua orang akan sampe ke kesimpulan bahwa sebagai manusia kebutuhan kita itu TIDAK banyak. Kita menjadi diri sendiri saja, apa adanya saja, dan yang kita butuhkan pasti datang ketika kita membutuhkannya. So, enjoy aja. +++ [Leo seorang praktisi Psikologi Transpersonal; no HP: 0818-183-615. NOTE: Except mine, all names used in the YM / email conversations are PSEUDONYMS.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

