Percakapan berikut diambil dari E-BOOK "Pelangiku Warna Ungu"
+++ THE BLACK PRINCE STRIKES BACK B = Black Prince L = Leo B = Syaloom Broer Leo. Dengan hormat, Mohon bantuan Broer Leo, nanti malam saya ingin sinkron frekuensi dengan broer, minta ijin boleh ya? Ada syarat? :) Sebelumnya mohon bantuan mencermati dan informasinya ada apa dengan mata ketiga dan mata batin saya sejauh ini, apakah masih tertutup rapat, belum bekerja, atau banyak kekurangannya, dan cara meningkatkannya lebih baik lagi? Mohon ceritakanlah segalanya yang Broer Leo ketahui. Amin. Syaloom, Tuhan memberkati ! L = Dear Black Prince, Sure, syaratnya cuma niat anda, cuma itu saja. Anda banyak doa ya,... dan sudah bisa langsung sinkron, bahkan saat ini juga, kalau anda mau. Nanti malam ok saja buat saya, so be it. Agak gelap yah, banyak sakit di kepala, wajah, dan dada yang... saya perkirakan berasal dari penolakan orang-orang gereja terhadap eksistensi anda. Anda merasa bisa konek dengan yang gaib, dan bagi mereka yang orthodox, anda dianggap sesat. Ha ha... gak apa2,kita senasib toh. Saya juga dianggap sesat oleh orang-orang gereja itu. No problem lah. Tuhan aja ok aja kok. Tuhan tidak pernah bilang anda dan saya sesat, lha ini orang2 gereja mau sok tahu menuhankan diri mereka sendiri. Nah, saya lihat ada resentments seperti itu di dada anda yang anda tutup rapat melalui sikap anda yang positif. Anda memaafkan, tetapi tidak menunjukkannya. Orang tetap tahu bahwa anda adalah anda, dan anda adalah orang yang keras kepala. Tidak ada seorangpun yang bisa mengerti apa yang anda pikirkan. Dan, bahkan anda sendiri tidak mau membagi apa sebenarnya yang anda percayai itu. Anda pikir, orang lain tak akan mengerti. Anda merasa berjalan seorang diri di dunia spiritual. Dan anda terima itu. Tanpa perlu pengakuan, tanpa perlu mencari teman, tanpa perlu mencari orang yang merasa ingin anda temani. Ini kekuatan batin, broer, kekuatan batin yang kuat di diri anda itu. Semacam Masonry, semacam White Brotherhood. .. dimana ada ikatan yang kuat tanpa ada jaring-jaring organisasi. Anda salah satu simpul di jaringan semacam itu. Tidak terlihat, tapi dapat dirasakan. Seperti ada wilayah tertentu. Saya melihat seperti ada pembagian wilayah tertentu, walaupun artinya kemungkinan besar hanyalah simbolik saja. Mata Ketiga bagi anda selama ini adalah mata yang melihat ke dalam rahasia-rahasia alam semesta. Rahasia-rahasia yang ada di diri orang, yang ada di kelompok-kelompok keagamaan. Dan anda bisa melihatnya dengan dingin, tanpa emosi... Yang anda lihat adalah kekejaman. Ketidakperdulian manusia atas manusia demi nama Tuhan dan agama. Dan anda terima itu semua tanpa complain, tanpa mengeluh. Tanpa mempertanyakannya. Tapi anda sekarang telah sampai pada titik dimana anda ingin agar "Mata" itu melihat ke dalam diri anda. Diri anda sebagai pribadi, sebagai seorang manusia dengan kelemahan dan kekuatannya. Sebagai seorang manusia biasa, sebagai seorang ciptaan. Dan bukan dari sudut pandang seorang "pencipta" seperti yang selama ini telah biasa anda tempati. Cuma itu yang saya bisa lihat tentang anda. Syaloom, Tuhan memberkati anda juga ! B = Syaloom Broer Leo, Puji Tuhan. Terimakasih broer. Saya telah melihat kebenaran yang broer lihat dalam diri saya 100% benar. Saya mengatakannya ini dengan menggunakan perasaan saja bukan dengan olah pikiran ketika membaca uraian bathin broer di bawah. Dan saya heran perasaan saya mengatakan broer sudah lama sekali kenal saya dan saya juga pernah kenal broer dan kita pernah saling kenalnya bukan secara phisik karena saya merasakan broer tidak asing bagi saya, rasanya pernah bersahabat erat secara non phisik entah dimana dan berpisah begitu saja entah bagaimana. Dan wah repot juga jika saya selama ini ternyata melihat sesuatu dari sudut pandang seorang pencipta seperti yang broer "lihat", tapi terus terang bukan saya yang menempatkan "mata" saya jadi begitu ya broer, saya cuma ngikut saja, saya jadi merasa serba salah karena terlalu tidak tahu diri selama ini melihat tanpa sadar dari sisi begituan ya broer? Broer, bagaimana caranya saya melatih mata ketiga/bathin saya supaya bisa menguraikan dengan kata-kata secara mendetai apa yang saya bisa lihat dalam diri seseorang, diri saya dan alam semesta ini seperti broer? Syaloom, Puji Tuhan ! L = Begini broer, kita bisa melihat orang lain apa adanya. Orang lain juga bisa melihat kita seperti apa adanya. Tetapi, ada sekat buatan diantara kita, kita semua pakai topeng (masks). Topeng-topeng itu adalah peran yang kita jalankan. Topeng-topeng yang dibuat oleh budaya dimana kita hidup. Itu culture, tradition, convention. Terkadang, kita bisa melihat bahwa orang tertentu membutuhkan bantuan kita. Tetapi konvensi menyebabkan sekat itu tak tertembus. Orang itu memberikan sinyal kepada mereka yang sensitif seperti anda. Sinyal itu berbunyi: "help.. help.. I'm desperate". Tetapi itu unspoken. Dan anda menangkap sinyalnya. Tetapi, anda selama ini juga menggunakan topeng sebagai seorang yang tegar. Simpatik yes, tegar yes, unmoved yes,.. tetapi ada kesan dingin di seputar aura anda. You have manners,.. but orang lain itu merasa seakan-akan anda akan menenggelamkan mereka. Ada yang kuat di diri anda, sehingga orang-orang yang tidak memiliki rasa percaya diri akan tidak tahan untuk berlama-lama dengan anda. Orang-orang yang mengandalkan ajaran-ajaran agama yang telah usang, terutama, akan merasa sangat tidak nyaman berada bersama anda.. walaupun mereka sangat membutuhkan bantuan anda. Dan bantuan yang mereka harapkan itupun tidak dapat mereka artikulasikan dengan baik. They just know that you are a strong person, and you have something that they don't have, and that something make them at once afraid and attracted. They were compelled to look at you, yet not knowing what to expect. Nah, broer, saran dari saya adalah "talk". Just talk whatever comes to your mind at such events. When the people are near you, just talk. Just talk as if you were talking to yourself. Then talk a little bit about what kind of physical impressions you could see on those people. Just utter your comments. Cuma itu saja, broer. Setelah itu mereka akan bicara Dan setelah mereka bicara,.. mungkin mereka akan bicara terus, dan terus, .. dan anda hanya cukup menimpalinya saja. Dan memberikan konfirmasi. Kita memberikan bantuan kepada mereka yang minta. Kita tidak menawar-nawarkan bantuan kepada orang lain yang tidak membutuhkan. On the other hand, we send out signals that.. if needed, yes, we are available. Cuma itu saja, broer. Kirimkanlah sinyal-sinyal itu, walaupun unspoken, bahwa you are available to help. Dan anda akan bisa berkata apa adanya. Berkata sejujurnya, berkata seperti apa yang ada di kepala anda, seperti yang anda lihat di Mata Ketiga anda. B = Broer, saya sebenarnya tegar cuma terhadap diri saya sendiri dan mungkin sebagai proteksi atas adanya kekurangan dalam diri saya barangkali. Jadi bukan tegar terhadap orang lain. Simpatik, mungkin saja dari sisi orang lain yang melihat. Tapi rasanya unmoved lah yang lebih kuat mendominasi bathin saya. Unmoved karena dingin. Hasil cetakannya yang cacat. Dan saya pernah bertanya kepada mama saya (papa sdh alm) sepuluh tahun yl, begini, "apa yang terjadi dengan saya sewaktu masih sangat kecil, mama?" Mama bilang, "sewaktu bayi papamu melarang keras mama menggendong anda dan selalu disuruh diletakkan kembali dalam baby box." Lantas saya bertanya lagi, "apa artinya? Mama saya bilang, "Seorang bayi harus sering didekap dalam dada orang tuanya.....dan bathinmu kekurangan rasa kasih sayang (kehangatan) ." Dan lalu saya terdiam. Kemudian saya bertanya kembali dengan lirih, "apakah papa juga tidak pernah menggendong saya sewaktu bayi?" Jawab mama, "Iya, apalagi papapmu." Saya terdiam. Saya tidak membenci kedua orang tua saya karena semua manusia tidak ada yang sempurna. Mungkin saya harus menerima fakta bahwa ada sesuatu yang hilang di dalam bathin meskipun setiap hari harus kesakitan mengalami kaki tersandung batu dalam melangkahkan kaki. Dan memang broer ada yang hilang dalam bathin saya yaitu kehangatan. Memang naluri saya sering mendengar jeritan suara bathin orang lain seperti yang broer katakan, tapi yang sering terjadi pada diri saya adalah keterlambatan dan keterlambatan disebabkan unmoved itu broer.... seperti sebuah bejana dari tanah liat yang retak yang akan dipakai untuk mengisi air. Memang selama hidup saya merasakan hampir semua orang merasa tidak nyaman di dekat saya padahal tidak diapa-apain meskipun mereka tidak berterus terang, bahkan ada yang merasakan saya ini seperti akan menjadi ancaman buat mereka, hendak menenggelamkan seperti yang broer utarakan, sering saya rasakan (alami) itu broer. Saya akan praktekkan apa yang broer anjurkan to help them, just talk atau memberikan sinyal-sinyal itu walaupun unspoken. Tapi saya ingin bagaimana caranya seperti broer dari jarak jauh bisa menembus/melihat mata batin serta mampu menguraikannya sedetail mungkin seperti ini. Broer bisa bantu saya melatihnya bukan? Apa tahap-tahapnya yang harus saya lakukan sedemikian rupa dan jika ada penghalang dalam mata ketiga saya untuk itu karena adanya kekurangan lantas bagaimana cara menatanya kembali? GBU. L = Dear Black Prince, Ya, saudaraku... berikanlah sinyal-sinyal itu. Katakanlah dengan gesture tubuhmu, nada suaramu, tatapan matamu,.. katakanlah bahwa anda dapat membaca dengan jelas bahwa orang-orang itu kesakitan. Kesakitan dan kesepian, dan kebingungan. . dan tidak mengerti mengapa hal-hal itu terjadi dalam hidup mereka. Katakanlah dengan simbol apapun yang muncul begitu saja saat itu kepada anda. Katakanlah bahwa anda mengerti, bahwa anda melihat dengan jelas. Katakanlah bahwa tidak ada yang bisa disembunyikan di dunia ini. Katakanlah bahwa kita, manusia, itu seperti gelas-gelas kaca. Transparan. Transparent all the way to the Source of Source. Begini broer, saya ini membaca anda dari dalam diri saya sendiri. Saya membaca orang lain dari dalam diri saya sendiri. Kita ini seperti cermin yang merefleksikan apa yang dipancarkan oleh orang lain. Tanpa berusaha untuk membaca orang lain, mengerti orang lain,.. dan cukup dengan hanya berdiam saja dan menatap "batin" di dalam diri saya, saya akan melihat ada kilatan-kilatan impressi disana. Impressi itu berasal dari orang-orang lain itu yang mengirimkan sinyal-sinyalnya ke saya. Tetapi, saya memiliki prinsip bahwa saya tidak berhak untuk intrude ke dalam lingkaran privacy orang lain apabila tidak diminta. Jadi, walaupun saya menangkap impressi dari sekitar saya most of the time, I keep all of them to myself except,.. except the people themselves talk to me and,.. and ask me to help them. Caranya cuma melihat ke dalam batin kita sendiri, broer. Dan itu sebenarnya adalah karunia yang berasal dari YME, bagi yang percaya kepada YME. Bagi mereka yang tidak percaya kepada YME,.. itu juga tidak akan menjadi masalah karena kita bisa mengatakan bahwa itu adalah hakekat manusia hidup, ya memang bisa melihat secara transparan apa yang ada di sekitarnya. That's our original nature. Kita sebagai kita yang alamiah, yang natural dan apa adanya sebelum segala bentukan kultural (cultural upbringings) itu kita terima. Kita manusia ini sudah dipoles sedemikian rupa dengan bentukan budaya sehingga kita tidak bisa mengenali lagi kemampuan-kemampuan basic kita seperti Mata Ketiga itu. Mata Ketiga adalah Mata Batin kita, Nur Aini, tempat kita secara langsung berkomunikasi dengan the Source of Source. Tetapi para pemuka agama, para pemimpin budaya, kepala tradisi,.. semua seolah sepakat bahwa itu tidak ada,.. bahwa Tuhan cuma bisa berkomunikasi kepada mereka saja,.. dan manusia "biasa" cukup menerima apa yang disuapkan kepada mulut mereka oleh the so-called leaders of religions, cultures, and traditions. Ini memang situasi umat manusia dari jaman dahulu sampai sekarang. Dan semua nabi-nabi itu sebenarnya mau membukakan Mata Batin manusia supaya bisa langsung berkomunikasi dengan YME. Tetapi, karena manusia adalah manusia yang hewani juga,.. akhirnya segalanya masuk kembali ke dalam lingkaran tak berujung dimana segala yang berasal dari ATAS itu kemudian dijadikan alat baru untuk saling me-manipulasi. Manipulasi, dan manipulasi lagi,.. for the sake of POWER. Power over other people. Tapi kita, dalam hal ini anda dan saya dan rekan-rekan lainnya yang bisa melihat dengan jelas,.. tahu bahwa kita seharusnya tidak seperti ini. Harus ada yang kita lakukan. Dan anda tahu bahwa ada yang akan anda lakukan,.. dan anda tahu bahwa anda bisa melakukannya. Saya, peran saya disini adalah memberikan KONFIRMASI saja kepada anda bahwa YES, YOU ARE RIGHT. Ya, anda benar. Ya, anda bisa membantu mereka yang masih terbutakan oleh bentukan budaya itu. Ya, memang kita harus jujur terhadap diri sendiri. Dan ya,.. kita bisa jujur terhadap sesama kita tanpa takut. TANPA TAKUT. Tanpa takut akan disakiti. Why? /// Why tanpa takut disakiti? Karena kita sudah merasakan sendiri bahwa apapun yang bisa dilakukan oleh orang lain terhadap kita, we are stil ALIVE. Kita toh masih tetap hidup. Masih hidup, masih bernafas, .. masih bisa mencari nafkah dan, .. masih bisa membantu orang lain yang lebih lemah dari diri kita sendiri kalau kita mau. Sekali lagi: KALAU KITA MAU. Caranya adalah dengan berbicara apa adanya. Open ourselves. Please open yourselves to other people, share your experience with other people, .. in that way, other people will open up themselves verbally to you,.. and not only with symbols that only certain people like you or me could read. You could write more to me after this, but I believe our conversation up to this point will benefit many should I share it to the maillists. You'll be an anonymous person which, well, I may call Black Prince. You are a Black Prince turning to be a Prince of Light. We'll all live in the Kingdom of Light, so we are shaking off our black dresses to reveal our true nature which is light. Hence the name of our kingdom, the Kingdom of Light where the Lord of Lords reign over all, love all, cares for all. And we practice the faith of the kingdom by caring for each other. And that's the only mark that we are from the kingdom, the Kingdom of Light. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

