Dalam menjalani Hidup kita tidak bisa terlepas dari emosi dan Akal. ketika
kita menghadapi masalah atau ketika marah kadang kita mengedepankan rasa
emosi dibanding akal sehat yang kita miliki. manakah yang lebih penting
diantara keduanya? Kedua-duanya sama pentingnya bagi manusia. Manusia tanpa
emosi adalah benda, manusia tanpa Akal adalah hewan. Sekarang yang menjadi
masalah adalah seberapa besar kadar komposisi dari emosi dan Logika yang ada
dalam diri tiap manusia.

Secara etimologi Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion,
dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian
eks-) 'luar' dan Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang
berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan
dinyatakan dalam bahasa.

Keterampilan yang berhubungan dengan emosi (dikenal dengan istilah
soft-skills)  dan ketrampilan penggunaal akal disebut (hard-skills).
keberhasilan seseorang amatlah ditentukan oleh kemampuannya menguasai
berbagai keterampilan yang berhubungan dengan kecerdasan emosi secara
seimbang dengan Akal/logika yang dimilikinya.

Emosi adalah sifat yang kita miliki baik positif maupun negatif. Emosi
positif seperti cinta, kasih sayang, rasa, seni, dsb. Emosi negatif seperti
marah, arogan, iri hati, benci, dendam, dsb.
Logika adalah akal sehat yang memungkinkan manusia lebih dari mahluk hidup
lainnya. Logika pun dapat positif maupun negatif. Logika positif bersifat
membangun, sedangkan Logika negatif bersifat merusak, baik untuk diri
sendiri ataupun kepada orang lain atau lingkungan.

Logika/Akal/logika, adalah sesuatu berhubungan dengan pengalaman orang. kita
menyebutnya 'AKAL'LogikaNAL adalah sifat sesuatu hal tersebut, orang kita
yang pernah dilaluinya. Terkadang kalau perasaan/emosi sudah merasakan
sesuatu, biasanya Akal tidak bisa berbuat apa-apa untuk menahannya. walau
kita sadar Akal yang benar dan perasaan hanya mengada-ada. tapi perasaan
selalu punya cara yang entah bagaimana berhasil memperdaya agar Kita
mengikutinya dan memiliki harapan-harapan palsu yang TIDAK masuk akal. dan
Pada akhirnya menyakiti hati si manusia itu sendiri.

tapi Logika adalah Kemutlakan bagi manusia, Tanpa  manusia tidak dapat
berkomunikasi. Sebagai manusia, maka komposisi manakah yang paling sesuai
dengan diri kita? Emosi > Logika (emosi lebih besar daripada Logika Perlukah
kita menuruti emosi secara berlebihan? Sekarang kalau kita selalu
mengutamakan emosi daripada logika, apa bedanya dengan hewan? Karena hewan
lebih mengutamakan emosi / naluri / insting. Bisakah kita belajar bijaksana
kalau emosi > Logika ?, yang jelas kita akan menjadi seseorang yang berjiwa
sentimentil.

dalam keadaan emosi > Logika, maka yang terjadi adalah Emosi yang tak
terkendali hanya akan merugikan diri sendiri. Selain menyebabkan energi Anda
terkuras habis, Anda akan dicap tidak kuat mental dan tidak dewasa. Makanya,
jika Anda digelayuti berbagai masalah,cobalah jangan hanyut dalam emosi,
kendalikan diri.

Apakah Emos= Logika menjadi yang terbaik dalam kehidupan kita? Pada tingkat
ini terjadi keseimbangan antara emosi dan Logika. Mungkin kita akan menjadi
manusia yang lebih manusiawi. Tetapi disini mungkin pula akan terjadi
konflik batin karena kadar emosi dan Logika sama besar, sehingga
masing-masing memiliki kepentingan yang sama. dan akan terjadi perang bathin
yang besar

Emosi < Logika
Inilah tingkat paling ideal bagi kita manusia. Pada tingkat ini kita dapat
memegang kendali terhadap masalah yang timbul dari luar diri kita atau
lingkungan. Disini kita akan banyak belajar untuk lebih matang, dewasa dan
bijaksana. dapat berusaha maju menjadi lebih baik dan lebih baik lagi
Semuanya terpulang pada diri sendiri.

Hal yang sangat menguntungkan, jika Anda pandai mengelola dan mengendalikan
emosi dan bisa menggunakan logika, Anda akan lebih sehat baik fisik maupun
mental. Jadi mari kita padukan Emosi dan Logika kita dalam menjalani Hari &
mengambil keputusan Untuk Kehidupan kita yang lebih baik.

 --
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Kirim email ke