Sebaiknya kalau melalui media umum seperti ini tidak saling 
menjelekkan suku, agama dan ras, marilah menciptakan Indonesia yang 
aman, kondusif dan maju

--- In [email protected], leonardo rimba <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> SAY NO TO SYARIAT ISLAM !
> 
> Terimakasih atas komentar rekan-rekan atas tulisan
> saya sebelumnya. Tulisan saya banyak, tapi kebanyakan
> berupa tanya-jawab dengan berbagai MANUSIA INDONESIA
> dari berbagai macam backgrounds: Suku, Agama, Ras,
> Asal, Usia, Gender, dan Orientasi Seksual. Kalau
> tertarik, bisa download dari bagian FILES di milis SI
> (http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
> Judulnya ada dua: 1] Pelangiku Warna Ungu; 2] Mata
> Ketiga, Simbol dan Interpretasinya.
> 
> Ngomong-ngomong soal Dewi Kuan Im, saya pernah tuh
> lihat de'e tiba2 muncul waktu saya meditasi. Lumayan
> kaget juga waktu itu karena tidak diharapkan. Saya ini
> kan benernya gimana dengan makhluk yang zenis
> kelaminnya itu wanita, dan as far as I know, the
> Buddha yang namanya Kuan Im itu seorang wanita.
> 
> Kuan Im muncul DI ATAS kepala saya, jubahnya serba
> putih, dan duduk di atas bunga teratai yang juga
> berwarna putih. Eh, ternyata Kuan Im itu pakai
> kerudung dan BUKAN jilbab. Rambutnya itu panjang, dan
> disanggul. Di atas sanggul itu ada kerudung yang
> transparan dan warnanya putih juga. 
> 
> As far as I know, Buddha yang perempuan semuanya itu
> TIDAK pakai jilbab. Malah, ada Buddha perempuan yang
> toketnya itu terbuka alias gondal gandil dipazang
> sazzah kepada yang berniat dan berminat untuk
> mengamatinya, hmmm hmmm hmmm...
> 
> Kita amati saja segala perangkat SEKS yang ada di
> Buddha perempuan itu dan, walaupun kita bukan
> muhrimnya, hukumnya itu HALAL. Very halal because yang
> namanya HARAM itu cuma ada di Arab. Haram zadah itu
> kesukaan Allah yang diciptakan oleh manusia2 di Timur
> Tengah. Kalo bagi Allah yang muncul di KESADARAN
> manusia2 non Arab, segalanya itu LEBIH BERADAB. Tidak
> ada itu yang namanya FRONT PEMBELA KUAN IM. 
> 
> Kuan Im itu tidak perlu dibela karena bisa membela
> dirinya sendiri. Buddha tidak perlu dibela karena
> Buddha bisa membela dirinya sendiri which means DOING
> NOTHING. Kita bisa diam saja, dan kita juga akan
> sampai pada KESADARAN BUDDHA yang adanya di dalam
> kesadaran kita sendiri. Kita diam saja, dan kita akan
> sampai pada kesadaran Shiva, Yesus, Avatar... yang
> semuanya ada di dalam kesadaran kita sendiri.
> 
> Dan semuanya itu TIDAK perlu dibela. Yang perlu dibela
> itu adalah Islam, makanya ada yang namanya FPI. Kenapa
> perlu dibela ? Karena Islam itu agama, dan agama itu
> adalah BUATAN MANUSIA. Karena buatan manusia, maka
> haruslah ada PEMAKSAAN. Kalau tidak dipaksa, maka
> segala ajaran2 jahilliyah yang dimuat dalam SYARIAT
> ISLAM itu akan ditinggalkan manusia seperti SUDAH
> TERBUKTI saat ini.
> 
> Indonesia itu NEGARA SEKULER (menganut pemisahan
> antara negara dan agama), tetapi mereka yang ingin
> memaksakan Syariat Islam itu ingin agar Indonesia ini
> menjadi NEGARA ISLAM. Yeeee... cappe dehh !!!! 
> 
> Makanya perlu ada Front Pembela Islam DAN partai2
> politik yang berniat MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM di
> Indonesia. Dan kenapa Syariat Islam perlu ditegakkan,
> by the way ?
> 
> Karena memang tidak tegak alias BENGKOK. Kenapa
> bengkok ? Karena tidak sesuai dengan HAM alias Hak
> Azasi Manusia. Syariat Islam itu kalau diterapkan akan
> bertentangan dengan HAM. Makanya orang2 yang sadar
> akan bilang NO. SAY NO TO SYARIAT ISLAM !
> 
> Dan ketika kita bilang NO TO SYARIAT ISLAM, maka
> kesadaran di diri kita akan memberikan rasa DAMAI
> SEJAHTERA. Ada damai sejahtera di hati kita ketika
> kita bilang TIDAK terhadap kekerasan atas nama Islam
> atau atas nama apapun. Ada damai di hati kita ketika
> kita bilang NO TO SYARIAT ISLAM !
> 
> Kekerasan untuk membela Islam atau membela apapun is
> CRIME. Kriminal asli. Pemaksaan kehendak oleh mereka
> yang ingin menegakkan Syariat Islam di Indonesia
> adalah BERTENTANGAN DENGAN HAM. Bahkan banyak hal di
> dalam Syariat Islam itu sendiri bertentangan dengan
> HAK AZASI MANUSIA. Prove it yourself ! 
> 
> +++
> 
> Kita memang bisa KONEK dan KONAK dengan segalanya yang
> ada di alam semesta ini. Dengan hewan peliharaan kita
> bisa konek, dengan gunung, hutan, sungai, kita bisa
> konek, dengan manusia lain kita bisa konek as well as
> konak. Tetapi KENAPA segala koneksi itu bisa ERROR ? 
> 
> Karena ada segala macam ideologi2 itu yang bilang
> bahwa manusia adalah makhluk yang PALING SEMPURNA. Ini
> ideologi yang PALING NARSIS, dan itu asalnya dari
> Tanah Arab, dan disana dikenal sebagai agama, walaupun
> ada juga yang menyebutnya sebagai DIEN.
> 
> In my opinion, tidak perlulah segala khotbah bahwa
> manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Tidak ada
> gunanya itu karena kita lihat FPI itu, yang terdiri
> dari manusia2, ternyata kelakuannya LEBIH NAJIS
> daripada kelakuan hewan yang kita bilang haram zadah
> which is binatang yang kita kenal sebagai hewan
> bernama babi di Indonesia.
> 
> Yang penting adalah BUKTI bahwa mereka itu membela
> kemanusiaan. Kalau benar Islam itu menegakkan HAM,
> semua orang akan melihat. Kalau benar Islam itu agama
> yang paling sempurna seperti sering diklaim oleh
> mereka yang merasa membela Islam, semua orang akan
> melihat. Tetapi buktinya itu NOL BESAR. Memangnya kita
> semua anak kecil yang bisa dikibulin oleh mereka yang
> tereak2 membela "Agama Allah" ???
> 
> Ya, kita memang bisa KONEK dengan segalanya karena
> kita TAHU bahwa kita ini manusia hidup, dan manusia
> hidup itu semuanya SAMA. Apapun latar belakangnya,
> semua manusia hidup itu memiliki KESADARAN. Dan
> kesadaran itu ABADI. Dan kesadaran itu BISA konek
> dengan Alam Semesta ini. 
> 
> Tetapi, kesadaran itu juga bisa DIBENGKOKKAN. Mereka
> yang ada di FPI itu JUGA memiliki kesadaran. Tetapi
> kesadaran yang menganut sistem pemikiran tertentu
> sehingga akhirnya menjadi bengkok. Dan semua orang
> melihat itu. Dan kelakuan mereka MENCORENG CITRA ISLAM
> sebagai agama yang menghormati Hak Azasi Manusia.
> 
> Saya sendiri sampai saat ini masih mempertanyakan
> apakah Islam itu menghormati DAN mempraktekkan HAM.
> Dari bukti-bukti yang saya dan anda bisa lihat
> sendiri, jawabannya cenderung ke arah positif bahwa
> Islam itu TIDAK menghormati dan mempraktekkan HAM.
> 
> OMDO alias Omong Doang. Bawa-bawa nama Allah,
> tereak-tereak Allahuakbar. Ternyata kelakuan
> Syaitonhuakbar. Cappe dehh !!
> 
> +++
> 
> Saya ini kemana-mana cuma bisa cuap2 bahwa kita ini
> semuanya MANUSIA BIASA. Apapun latar belakang
> Suku, Agama, Ras, Asal,... kita itu manusia biasa
> saja, yang memiliki KESADARAN (Consciousness) yang
> sama. Lalu saya juga cuap2 bahwa segala agama2 itu
> cuma TEMPELAN saja karena diciptakan oleh manusia juga
> sehingga, kalau waktunya sudah kedaluwarsa, bisa juga
> dimodifikasi. Karena agama2 itu DIBUAT oleh manusia,
> maka agama2 itu bisa dirubah pula. Dirubah oleh siapa?
> Ya, oleh manusia juga dunk, oleh siapa lagi ??? 
> 
> Memang merupakan HAM untuk berpendapat dan
> mengemukakannya. Kalau si Kyai berpendapat bahwa Islam
> adalah Agama Allah (Allah BISA beragama, note it!), it
> is HIS (his and NOT her, note it too!) own opinion.
> Boleh saja berpendapat seperti itu. Tetapi, kalau
> orang sudah memiliki SISTEM KEPERCAYAAN yang isinya
> PELANGGARAN HAM, maka orang2 lain juga BERHAK untuk
> bilang tidak. Makanya saya bilang SAY NO TO SYARIAT
> ISLAM karena di dalam Syariat Islam itu banyak hal
> yang bertentangan dengan Hak Azasi Manusia.
> 
> Masa wanita dianggap MILIK kaum pria ??? Itu baru satu
> contoh saja, dan MASIH banyak contoh pelecehan HAM di 
> dalam Belief System yang disebut Syariat Islam itu.
> 
> Nah, karena kita itu merupakan insan politik juga (ada
> masyarakat yang disusun berdasarkan batas negara,
> propinsi, kabupaten, kecamatan, dsb...), maka kita itu
> BERHAK untuk bilang TIDAK kepada mereka yang
> mengagulkan kekerasan dan tidak mau menghormati HAM
> orang lain.
> 
> Kita itu masyarakat beradab, dan kita BERHAK untuk
> bilang NO untuk mereka yang ingin SYIAR segala hal2
> yang jahilliyah, walaupun mereka bilang itu asalnya
> dari "Agama Allah" yang "tidak terbantahkan lagi".
> 
> +++
> 
> On the other hand, saya ini TIDAK membedakan orang
> dari berbagai latar belakang itu, bagi saya semua
> manusia itu SAMA SAJA. Kalau mau pakai Islam, Kristen,
> Hindu, Buddha, Atheisme, Kejawen, dsb... it will NOT
> make any difference for me.
> 
> Saya melihat bahwa KESADARAN (Consciousness) yang ada
> di diri kita semua itu SAMA. Semua agama2 itu cuma
> BIKINAN MANUSIA belaka, yang bisa dipakai juga, kalau
> mau. Tetapi bisa juga dimodifikasi, juga kalau mau.
> 
> Segala atribut yang kita pakai itu (agama, bangsa,
> bahasa, tradisi, pendidikan, jenis kelamin, orientasi
> seksual, dsb...) cuma LABEL belaka. 
> 
> Diri kita yang sebenar-benarnya itu SAMA PERSIS. Saya
> melihat dari "diri saya". Anda melihat dari "diri
> anda". Rekan yang lain melihat dari "dirinya", tetapi
> siapakah DIRI itu yang melihat dari dalam anda, dari
> dalam saya, dan dari dalam rekan yang lain itu ?
> 
> DIRI bisa disebut sebagai KESADARAN (Consciousness),
> dan itu ada di anda, di saya, dan di siapapun. Di
> semua nabi2 ada KESADARAN itu, di para ulama, pendeta,
> pedanda, bhikku dan bhikkuni, pastor dan suster,
> anggota FPI, partai GOLKAR, PKS,...
> 
> Kita biasa melihat segala ATRIBUT atau LABEL di diri
> orang2 yang berbeda itu, tetapi saya melihat bahwa
> diri kita yang sebenar-benarnya itu SAMA SAJA.
> Kesadaran yang sama melihat dari DALAM diri anda, dari
> DALAM diri saya, dan dari DALAM diri semua manusia.
> Dan kesadaran yang itu SAMA PERSIS dengan Kesadaran
> yang ada di sesuatu yang kita namakan Allah, Buddha,
> Yesus, Shiva, Avatar, Roh Kudus, Nur Muhammad.
> 
> Apa bedanya ???
> 
> +++
> 
> [Leonardo Rimba adalah seorang praktisi Psikologi
> Transpersonal. Bersama Audifax, Leo menulis buku
> "Psikologi Tarot" (Pinus, Maret 2008). Diskusi dengan
> Leo bisa dilakukan di Milis SI; to join just click:
> <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.
> Anybody is welcomed to join.]
> 
> 
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com
>


Kirim email ke