Tidak ada orang yang tidak punya masalah. Tetapi masalah sebenarnya hanya itu-itu saja. Kalau bukan masalah finansial, pasti masalah jodoh, masalah keluarga, masalah pekerjaan, masalah penyakit dll.
Ada yang mengatakan masalah tersebut sebagai ujian dari Tuhan, tapi tahukah anda bahwa ujian dari Tuhan jauh lebih sedikit daripada masalah yang kita ciptakan sendiri? Jika ditelusuri lebih jauh, kebanyakan penyebab masalah adalah kita sendiri, lebih tepatnya keputusan-keputusan kita yang kita lakukan di hari-hari kemarin sehingga menjadikan kita seperti hari ini. Ketidakmampuan memaafkan diri sendiri, merasa tidak layak untuk ditolong Tuhan, merasa tidak dicintai, patah hati, hanyalah beberapa contoh kecil dari banyak masalah emosi yang menghambat orang untuk mencapai kehidupan yang diinginkan. Dalam banyak kasus hipnoterapi misalnya, sering ditemukan bahwa seseorang yang sulit mendapatkan jodoh walaupun berparas menawan ternyata memiliki mental block berupa masalah emosi yang belum terselesaikan. Misalnya karena waktu kecil melihat orang tuanya selalu bertengkar, sehingga tanpa sadar dia menilai bahwa pernikahan sama dengan pertengkaran. Akibatnya, karena dalam pikiran bawah sadarnya sudah terprogram bahwa pernikahan sama dengan pertengkaran, sehingga pikiran bawah sadar akan menampakkan sinyal-sinyal berupa menipisnya aura pesona walaupun secara fisik orang tersebut menarik. Itu artinya jika dia sulit mendapatkan jodoh, itu karena dia sendiri yang menghambat dirinya dengan keputusannya di masa lalu, walaupun secara tidak disadari. Begitu pula jika anda menderita penyakit kronis yang tak kunjung sembuh, belum tentu penyebabnya adalah masalah fisik, karena hasil penelitian membuktikan 90% masalah fisik berawal dari masalah psikis. Sakit maag, migrain, haid tidak teratur, adalah beberapa contoh kecil penyakit yang bisa bersumber dari masalah psikis. Mungkin belum semua orang tahu, tapi penyakit paru-paru seperti batuk yang menahun bisa berasal dari kecemasan dan kesedihan. Sakit punggung bisa berasal dari ketakutan kekurangan uang. Sakit maag dan migrain bisa berasal dari stress. Dll. Tetapi karena tidak tahu, orang sering berfokus pada pengobatan secara medis, yang hasilnya hanya sementara, dan tak akan teratasi selama beban emosinya belum dilepaskan. Kebanyakan masalah hidup seringkali berakar dari masa lalu. Selama beban emosi tersebut belum dilepaskan, seseorang akan mengalami banyak hambatan dalam mencapai kehidupan yang diinginkan. Ibarat mengemudi mobil dalam keadaan rem tangan terkunci, orang yang mengembangkan diri sambil membawa beban emosi akan tersendat-sendat dalam mencapai tujuannya. Kabar baiknya, sekarang sudah ada metode yang telah membantu puluhan orang lepas dari beban emosinya, bahkan beban emosi yang tidak disadari pun bisa digali untuk kemudian dilepaskan, agar anda lebih mudah mendapatkan kebahagiaan. Untuk mengetahui seberapa jauh beban emosi dapat mempengaruhi jalan hidup anda, dan bagaimana cara melepaskannya agar mendapatkan kebahagiaan yang anda inginkan, hadiri event Emotional Healing workshop terdekat.

