halo bro... sory nih mo ngasi pendapat... menurut ku sih.. tetap seorang Pria 
adalah Kepala dalam rumah tangga.. dari awal mula bumi diciptakan pun begitu.. 
dan seorang Wanita adalah partner Pria dalam menjalani sebuah rumah tangga...

mungkin bagi bro, kalo seorang wanita mendominasi, karena kadang kita 
"membiarkan" para istri secara tidak langsung mengambil alih dan mengambil 
keputusan untuk segala sesuatu hal yang terjadi dalam rumah tangga, baik itu 
ada permintaan tolong, persoalan maupun masalah... Misal : "Pah, tolong dong 
gantikan lampu di ruang tamu.." karena biasa kita pulang ke rumah sedang sibuk 
nonton TV atau baca koran kita bilang "Ah, lagi tanggung nih.. Mam aja ya..." 
karena malas menunggu, akhirnya istri kita lah yang kerja sendiri.. satu demi 
satu begitu.. akhirnya ya untuk apa dong "fungsi" kita di rumah tangga ? 

terlalu konservatif kalau fungsi seorang pria adalah hanya mencari nafkah bagi 
keluarga.. tapi tidak menjadi kepala bagi keluarganya dan juga tidak menjadi 
partner bagi istrinya.. intinya... sesibuk apapun kita, selelah apapun kita 
setelah pulang bekerja.. tetap saat kita pulang ke rumah selalu ingat bahwa 
seorang Pria lah yang menjadi kepala di rumah tangga, dan seorang istri 
merupakan partner bagi suaminya.. OK.. semangat bro.. 

note : dan menurutku soal anak2.. anak2 adalah tetap milik Tuhan, yang 
dititipkan pada kita (suami dan istri) menjadi orang tuanya.. jadi adalah 
kurang benar bila anak2 adalah milik mamanya atau milik papanya... anak2 adalah 
kewajiban papa mamanya..




________________________________
From: abu_iyan99 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, February 2, 2010 1:39:45 PM
Subject: {curhat} Kenapa Perempuan Mendominasi dalam Rumah Tangga?

   
Barangkali ada yang bisa memberikan sedikit pandangan mengenai subjek di atas 
ya.

Yang saya perhatikan :
1. Kakak saya yang sekarang sudah mulai diatur demikian rupa oleh isterinya.
2. Kedua Om saya juga diatur demikian rupa oleh isterinya apalagi om saya yang 
pengusaha. Tidak ada satu orangpun yang ikut bekerja di "workshop"nya berasal 
dari keluarga om saya, tapi sebaliknya ada beberapa dari keluarga isteri.
3. Ibu saya demikian juga meskipun di masa tuanya sekarang agak dekat dengan 
keluarga alm bapak.
4. Saya? Isteri kelihatannya mau menguasai.

Bagaimana ya? Bagaimana sebaiknya saya harus bersikap?

Untungnya saya berprinsip bahwa anak-anak adalah "milik" mamanya (kedua anak 
saya laki-laki), sehingga jikapun mereka dekat dengan mamanya saya nggak 
terlalu jealouse.

Tolong ya ...

Rgds / Abu Iyan


 


      

Kirim email ke