Assalamu.alaikum Wr.wb

cerita ini saya copas dr suatu blog, semoga bisa menambah semangat dan membawa 
manfaat barokah !!!

JENUH


Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru, “Guru, saya sudah bosan 
hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. 
Apapun yg saya lakukan sll berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tdk Guru, saya tdk sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu 
sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tdk mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan 
penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. 
Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti 
petunjukku.”

“Tdk Guru… Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” Tolak 
pria itu

“Jd kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah diminum 
malam ini, setengah lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan 
mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu 
berupaya utk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan 
menawarkan racun. Tetapi, krn ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya 
dgn senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun tsb. Dan, ia 
merasakan ketenangan sebagaimana tdk pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu 
rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati… terbebaskan 
dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan utk makan malam bersama keluarga di restoran masakan 
Jepang. Sesuatu yg sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun 
terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. 
Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia 
mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” 
Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan 
angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda utk melakukan jln pagi. Pulang 
kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa 
membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu utk dirinya, 
satu lagi utk istrinya. Krn pagi itu adl pagi terakhir,ia ingin meninggalkan 
kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yg terjadi hari ini? Selama ini, 
mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dgn setiap orang. Stafnya pun 
bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”

Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mrk pun menjadi lembut. Karena itu 
adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala 
sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan 
apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi 
indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda 
depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, 
sekali lagi aku minta maaf, kalau slm ini aku sll merepotkan kamu.” Anak-anak 
pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Slm ini ayah selalu 
stres krn perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup mjd sgt 
indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dgn setengah 
botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

” Ya Tuhan, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Tuhan. 
Aku takut sekali jika aku hrs meninggalkan dunia ini ”.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Guru yang telah memberi racun kpdnya. 
Sesampainya dirumah Guru tersebut, pria itu mengatakan bahwa ia akan 
membatalkan kematiannya. Krn ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan 
semua hal yang telah membuat dia mjd hidup kembali.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah 
terjadi, sang Guru berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah 
sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran 
bahwa maut dpt menjemputmu kpn saja, maka kau akan menikmati setiap detik 
kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, 
selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, 
tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci 
kebahagiaan. Itulah jln menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke 
rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini…



      Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di 
Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke