--- In [email protected], surjo abadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: teologifun wrote: > Pak Surjo, > Kelihatan anda memang tidak 'akrab' dengan yg namanya matematika ataupun fisika. Saya sudah berusaha sesederhana mungkin menjelaskannya, tetapi anda mempunyai pemahaman yg lain dari yg seharusnya dimiliki oleh mereka yg memang 'akrab' dg kedua ilmu ini. > Mungkin Pak Winardi ataupun siapa saja di milis ini yg memang menguasai ilmu pasti-alam bisa memberikan komentarnya. Siapa tahu saya memang salah :-) > Silahkan bapak2 dan ibu-2. > Salam, > Steve
surjo >> mas stev kelihatannya anda yang salah deh , kesalahan anda dasar lihay nih pernyataan dibawah anda . ------------ Jadi hukum Newton II dapat ditulis menjadi: F = m.(dv/dt) Pemecahan persamaan differensial diatas akan menghasikan rumus energi kinetik: Ek = (1/2)mv2 ---> (v2 = kecepatan pangkat 2) ------------ apa iya dari pers diff F dipecahkan bisa jadi Ek ? :(( wong dimensi kedua besaran itu beda kok. Stv: Oleh karena itulah saya mengundang Pak Winardi (dan yang lainnya) untuk memberikan komentarnya atas pernyataan saya diatas. Sebagai seorang ilmuwan sejati di bidangnya (astronomi/astrofisika), pasti pak Win tidak akan membiarkan begitu saja kesalahan pernyataan saya seperti yg dikutip Pak Surjo di atas. Baiklah kita ulangi lagi: Pemecahan persamaan differensial hukum Newton II akan menghasilkan energi kinetik: F = m.(dv/dt)................ (1) F.ds = m.(dv/dt).ds ......... (2) Integral(F.ds) = Integral[m.v.dv] Ek = (1/2).m.v^2 ............ (3) Logikanya sederhana: bila proses pemecahan persamaan diff (1) di atas melanggar kaidah/logika matematika, pastilah hasilnya bukan persamaan (3), yaitu Energi Kinetis. Bisa jadi yg dihasilkan adalah persamaan matematika yg secara fisika tidak mempunyai arti apa-apa. Memang Energi Kinetik bukanlah satu-satunya persamaan yang dihasilkan dari persamaan diff (1). Pesamaan diff (1)adalah persamaan dasar yang menjadi akar persamaan- persamaan mekanika klasik lainya, seperti hubungan impuls gaya yang memberikan momentum pada partikel bermassa, formula orbit planet/komet dll sehingga kedatangan komet halley di dekat matahari dapat diramalkan dengan hasil memuaskan, yaitu setiap periode 75 atau 76 tahun sekali. Yang menjadi masalah disini adalah pemahaman Pak Surjo yang kokoh berpegang pada pernyataan bahwa pemecahan persamman diff (1) HARUS dilakukan dengan TIDAK MENGUBAH DIMENSI (satuan) dari persamaan tsb. (Wah mirip kaum fundamentalis saja :-) hehehe). Pemahaman seperti ini tidak sehat, karena kalau dituruti selamanya anda tidak akan pernah melihat hubungan antara energi kinetik dan gaya penyebab gerak. Tetapi baiklah saya akan turuti kemauan Pak Surjo. Kita kembali ke persamaan (1) F = m.(dv/dt) .....(1) F = m.(dv.dt).(ds/ds) .....(1a) Pertanyaannya: 1. Apakah persamaan (1a) adalah identik dengan persamaan (1)? Jawabnya: ya, karena (ds/ds)= 1 dan dimensi (1) dan (1a) sama. Mudah2-an Pak Surjo puas karena (1) dan (1a) identik, sesuai dengan pemahaman yg kokoh tsb :-) Tetapi kalau kita berhenti disini dan tidak kreatif menggunakan matematika sebagai alat pemecahan masalah, akan selamanya kita tidak melihat hubungan antara Energi Kinetis dan Gaya penyebab gerak. Kaidah matematika membolehkan penyebut (ds) di ruas kanan dipindahkan ke ruas kiri, sehingga menghasilkan persamaan : F.ds = F.(dv/dt).ds ......(2) Lho...! Inikan persamaan dengan dimensi yg berbeda dengan pers(1) Jawab: Lha...! memamg persamaan (2) inilah yang menjadi tujuan kita, yaitu persamaan Energi Kinetik. Oke Pak Surjo. Selama belum ada komentar dari Pak Winardi atas pernyataan saya, maka ini adalah jawaban terakhir saya untuk anda dalam topik diskusi ini. Oh ya, Pak Surjo tinggal di Netherland, kalau tidak keberatan bisa bagi-bagi info tentang kaum anabaptis belanda di jaman sekarang. Ada sedikit tambahan. Diatas saya menuliskan bahwa bentuk matematis hukum Newton II adalah akar dari persamaan-persamaan mekanika klasik lainnya. Maksud saya adalah hukum Newton II tsb tidak berlaku untuk mekanika relativistik Einstein. Supaya berlaku umum baik untuk klasik maupun relativistik, hukum Newton II harus ditulis sbb: F = d(mv)/dt atau F = (m.dv + vdm)/dt ........(1r) Atau secara verbal: "Gaya adalah perubahan momentum per satuan waktu" Dari pemecahan persamaan (1r) dapat dihasilkan suatu formula yang membuat Einstein menjadi terkenal di jagat ini, yaitu formula kesataraan massa dan energi: E = m.c^2 Salam, Stv ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/.1VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _____________________________________________ Situs milis http://groups.yahoo.com/group/cyber-gki Situs laci http://www.cybergki.net Moderator [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Administrator [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Klik alamat sesuai maksud, kosongkan subject dan body. posting [email protected] nonaktif [EMAIL PROTECTED] aktif lagi [EMAIL PROTECTED] berhenti [EMAIL PROTECTED] digest [EMAIL PROTECTED] daftar [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/cyber-gki/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
