TABIAT YAHUDI KETIKA BERTANYA KEPADA NABI SAW
   
  Diriwayatkan , bahwa pada suatu kali segolongan dari pendeta kaum yahudi 
datang kepada Nabi Saw dengan sengaja hendak menjumpai beliau dan menanyakan 
beberapa soal untuk menguji kebenaran beliau sebagai utusan Allah. Kata mereka:
   
   “ Ya Muhammad, beritahukan olehmu kepada kami 4 perkara yang akan kami 
tanyakan kepada engkau. Jika engkau telah memberikan keterangan yang benar, 
tentu kami mengikuti engkau, membenarkan engkau dan mempercayai engkau, bahwa 
engkau benar benar utusan Tuhan “.
   
  Nabi bersabda “ Silakan engkau menanyakan apa apa yang engkau kehendaki, tapi 
jadikanlah semuanya sebagai perjanjian Allah dan tanggungannya. Jika saya telah 
memberitahukan kepada kamu apa apa yang kamu tanyakan, niscaya sunguh sungguh 
kamu membenarkan kepada saya ?”
   
  Mereka menjawab : Ya, baiklah.”
   
  Mereka “ Beritahukan kepada kami, bagaimana seorang anak menyerupai ibunya, 
padahal nutfah itu dari seorang laki laki, bukan ?”
   
  Nabi : Aku memperingatkan kamu dengan nama Allah yang telah menurunkan Taurat 
kepada Musa ; Adakah kamu mengetahui, bahwa air nutfah lelaki itu putih lagi 
tebal, sedang air nutfah perempuan itu kuning lagi tipis. Maka mana diantara 
keduanya meninggi dan mengalahkan kawannya, adalah baginya rupa itu.
   
  Mereka berkata : Ya, benar.”
   
  Kemudian mereka bertanya “ Beritahukan kepada kami, bagaimana tidur engkau Ya 
Muhammad ?”
   
  Nabi : Aku menanyakan kepadamu dengan nama Allah yang telah menurunkan Taurat 
kepada Musa : Adakah kamu mengetahui bahwa tidur orang yang kamu sangka bahwa 
aku bukannya dia ( nabi ), ia tidur matanya, tetapi tidak tidur hatinya ?”
   
  Mereka berkata “ Ya Benar “.
   
  Nabi bersabda : “ Demikianlah tidurku, mataku tidur, tetapi hatiku tidak 
tidur.
   
  Kemudian mereka berkata : “Coba beritahukan olehmu kepada kami dari apa apa 
yang telah diharamkan oleh Israil untuk dirinya !”
   
  Nabi bersabda :” Aku meminta dan menanyakan kepada kamu dengan nama Allah 
yang telah menurunkan Taurat kepada Musa : “Adakah kamu mengetahui, bahwasanya 
makanan dan minuman yang paling disukai oleh Israil itu adalah daging unta dan 
air susunya, dan bahwasanya ia ( Israil ) mengadukan sakitnya, lalu disembuhkan 
oleh Allah daripada sakitnya itu, kemudian ia mengharamkan makanan dan minuman 
yang paling disukainya itu atas dirinya sendiri yaitu daging unta dan air 
susunya .”
   
  Mereka berkata : “ Ya, Benar “.
   
  Kemudian mereka bertanya lagi :” Beritahukan oleh kamu tentang hal ruh ( 
malaikat yang menjadi penolong engkau )!”
   
  Nabi bersabda :” Aku menanyakan kepada kamu : Adakah kamu mengetahui Jibril, 
dan dialah yang dating kepadaku.”
   
  Mereka berkata : “ Ya, benar. Tetapi Jibril itu musuh bagi kami, ya Muhammad. 
Karena ia itu seorang malaikat yang dating dengan kekerasan dan dengan 
menumpahkan darah, dan jika bukan dia tentu kami mengikut engkau.”
   
  Nabi bersabda “ bagaimana demikian ? Padahal tidak ada seorang nabi yang 
dibangkitkan, melainkan di ( Jibril ) lah yang menjadi penolongnya.”
   
  Mereka berkata “ Jika sekiranya yang menjadi penolong engkau bukan Jibril, 
tentu kami mempercayai dan mengikuti engkau, tetapi lantaran yang menjadi 
penolong engkau itu Jibril, maka kami tidak akan mempercayai dan mengikuti 
engkau, karena Jibril itu musuh kami.”
   
  Menurut Riwayat, dengan peristiwa ini Allah menurunkan wahyunya kepada Nabi 
Sawa yaitu Qs Al Baqoroh ayat 97 – 101. 
  “ katakanlah olehmu: Barangsiapa memusuhi kepada jibril, maka sesungguhnya 
jibril itu telah menurunkan wahyu kedalam hati kamu dengan izin Allah, sedang 
wahyu Al Qur’an itu membenarkan bagi barang apa yang dihadapannya dan menjadi 
petunjuk dan berita gembira bagi orang orang yang beriman. Barangsiapa yang 
memusuhi Allah, memusuhi malaikatNYA dan memusuhi para utusanNYA. Jibril dan 
Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang yang kafir. Dan sesungguhnya 
kami ( Allah ) telah menurunkan kepada kamu beberapa ayat terang yang nyata, 
dan tidak mengkafiri dengan ayat ayat itu melainkan orang orang fasiq. Dan 
adakah patut tiap kali mereka mengadakan satu perjanjian, segolongan dari 
mereka itu melemparkannya? Bahkan kebanyakan dari mereka itu tidak beriman. Dan 
setelah dating kepada mereka itu seorang Rosul dari hadirat Allah yang 
membenarkan kepada barang apa yang beserta mereka, segolongan dari orang orang 
yang diberi kitab itu melempar Kitab Allah ke sebelah belakang
 mereka, seakan akan mereka tidak mengetahui.” ( Qs Al Baqoroh : 97 – 101 ).
   
  Demikianlah salah satu dari sekian banyak tabiat orang yahudi. Bagaimana 
mungkin mempercayainya dalam masalah Palestina, sedangkan puluhan perjanjian 
telah dilanggarnya, sejak tahun 1948 sampai sekarang ? Pembantaian menjadi hal 
yang wajar bagi mereka, Al Quds dibangun terowongan dibawahnya, serta membatasi 
usia orang mukmin sholat di Masjidil Aqso? Sesungguhnya kita perlu mencontoh 
siroh perang Khaibar, dalam hal ini. 
   
  Bagaimana mungkin juga, memberikan AS sebagai penengah penyelesaian sementara 
mereka yahudi Juga???

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke