Asww. Mungkin yang dimaksudkan Mbakyu Hana, dengan "tanpa dibarengi dengan pijakan yg benar" adalah: IMAN YAKIN. Bukankah begitu Mbakyu? Maaf kalau salah....mohon dikoreksi. wasww (radhix)
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of suhana032003 Sent: Tuesday, January 09, 2007 9:56 AM To: [email protected] Subject: [media-dakwah] Re: Fw: Geger "Kristenisasi" di Depok bu/pak suli..akupun tidak sedang menyalahkan komentarmu koq..?:)tapi hanya sekedar menambahkan apa yg kamu komentarkan masalah ekonomi rakyat yg memang penting. tapi..setelah membaca berita pemurtadan tersebut, miris juga rasanya bila akidah harus ditukar seharga makanan dan pakaian. "Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya...." (Al Baqarah: 272) tapi..ternyata sekolah yg cukup dan ilmu yg baik, tidak menjamin dirinya tidak tersesat dan menjadi benar. karena baik juga belum cukup tanpa dibarengi dengan pijakan yg benar. Coba lihat para pejabat di pemerintahan, yg selama ini berkoar2 mengatakan dirinya adalah wakil rakyat (DPR) mereka bisa berada disana, karena aku yakin salah satunya yaitu pendidikan yg cukup, hingga mereka berada disana, tapi ternyata pendidikan yg cukup itu tidak digunakan untuk menjalankannya dengan pijakan yg benar. bahkan menipu rakyat untuk memperkaya diri dan kelompoknya, walau mata mereka bisa melihat rakyat kelaparan dan busung lapar, dan telinga mereka bisa mendengar rintihan dan teriakan protes rakyat karena tindakan frontalnya mereka dengan entengnya mengajukan kenaikan gaji, yg selama ini sudah menguras kekayaan negara untuk menggaji mereka, tapi apa kerja mereka???gaji yg besar hanya digunakan untuk membayar pelacur murahan, menyumpal mulut istri dan anaknya untuk diam dan hidup dalam kemewahan dan penderitaan rakyat yg mereka bodohkan. Coba lihat lagi para "cendekiawan muslim" mereka semua pastinya mendapat pendidikan yg cukup dan baik pula, tapi ternyata ilmunya digunakan hanya untuk menipu orang2 awam demi kepentingan diri dan kelompoknya. "Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (An Najm: 30) dan bukan rahasia lagi, kalau negeri inipun hancur, karena orang2 yg berpendidikan cukup, tapi kepintarannya tersebut hanya digunakan untuk membodohkan rakyat dan umat. jadi..pendidikan yg cukup dan baikpun belum cukup, tanpa dibarengi dengan pijakan yg benar dan jelas. kebetulan malam itu aku sedang membaca2 peraturan PP.10 thn. 1983, dan ternyata dalil yg membolehkan poligami karena emergecy yaitu istri mandul, cacat, or penyakit yg tidak bisa sembuh yg selama ini dihembuskan oleh para "cendekiawan muslim" bahkan "kyai2" tidak pernah aku temukan dalil al-qur'an dan hadistnya tapi ternyata malam itu aku temukan dalilnya berada di PP 10 thn.1983 pasal 10 ayat 2 huruf a, b dan c. coba lihat..ternyata pengetahuan dan kepintaran mereka para karena pendidikan yg cukup hanya dijadikan untuk mengelabui rakyat dan umat. salam hana . <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=9814239/grpspId=1705076179/m sgId=12865/stime=1168308019/nc1=3848523/nc2=3848570/nc3=3848580> [Non-text portions of this message have been removed]
