Assalammualaikum wr wb.
Izinkan saya juga ber-opini.
Saya setuju dengan SoLUsI yang ditawarkan Bapak Teguh, khususnya untuk point 1
& 2 yang membangkitkan rasa kemanusiaan dan sesuai dengan ajaran Agama Islam.
Dengan mulai memperbaiki diri sendiri agar jadi insan yg unggul tidak
tergantung pada orang lain or mengurangi ketergantungan/mandiri, Insya Allah
tidak akan ada lagi pemimpin yang dzolim, amin.
Untuk point 3 menurut saya tetap perlu diadakan karena bertujuan untuk
meningkatkan rasa nasionalis dan kecintaan pada negara. Hanya saja perayaan
tersebut tidak perlu terlalu "meriah" dan buang-buang waktu serta biaya. Cukup
dengan upacara bendera, refleksi dan mengheningkan cipta.
Point 4, saya hargai pendapat Bapak. Memilih adalah hak setiap individu,
pilihan tidak ditentukan oleh orang lain. Anda bersikap untuk tidak ikut
pemilihan, itu adalah pilihan anda. Kalaupun Anda ikut memilih dan yang menang
bukanlah pilihan Anda, itu juga merupakan hasil pemilihan dan semua kita
bertanggung jawab atas hasil pemilihan tersebut. Itu sudah menjadi konsekuensi
yang tidak bisa dipungkiri.
Marilah kita saling mengingatkan untuk kebaikan dan kesabaran.
Wassalammualaikum wr.wb
"Heri-Santoso, ID3P-Linfox" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum wr.wb
Sekedar Opini......
Kalau mau jujur sebenarnya kita tidak perlu tergantung pada Negara,
negara hanya sebagai lembaga formalitas tidak bisa memberikan pelayanan
pada rakyat. Sering terjadi malah rakyat memberikan pelayanan pada
(jongos) negara seperti pungli pada pengurusan KTP, SIM bahkan membayar
pajak dan masih banyak yg lain.
Negara hanya kita butuhkan saat kita "terpaksa" ingin mengurus surat
nikah (KAU), keluar negeri (paspor), membuat KTP, dan sebenarnya kita
telah membayar lebih untuk pelayanan itu....
Dan apa yg diperbuat Negara kepada rakyat ketika harga beras naik,
minyak tanah langka, listrik tiba-tiba padam, pengangguran, kemiskinan,
jamaah haji kelaparan serta lingkaran setan kasus narkoba yg melibatkan
aparat......
Kita terlena oleh janji jongos-jongos negara saat kampanye dulu,
kesusahan rakyat hanya dilihat sebatas wacana...gak pernah ada solusi
kongkrit untuk mengatasi masalah rakyat....dan wakil kita
diparlemen....hem.. hanya sibuk ngurusin kelompoknya sendiri, bikin
dagelan politik untuk menutupi kasus tertentu atau membuat pencitraan
buat modal kampanye nantinya.
SoLUsI nya:
1. Mulai memperbaiki diri sendiri agar jadi insan yg unggul tidak
tergantung pada orang lain or mengurangi ketergantungan/mandiri
2. Bantu orang-orang disekitar kita yg megalami musibah atau butuh
pertolongan.
3. Kurangi aktivitas yang mengatasnamakan negara ex: perayaan sumpah
pemuda, hari pahlawan, pokoknya acara yg dibuat hanya formalitas saja.
4. Tidak usah ikut pemilu...wong cuma gitu-gitu aja.
Dengan kemandiriaan kita...nantinya pada satu titik kita sudah tidak
lagi tergantung pada negara..Kita mendapatkan pelayanan dari Negara
sesuai dg apa yg kita bayar (seperti jual beli gitu deh) malah negara
nanti yang akan mencari rakyatnya..misalnya pada kampanye...nah
insan-insan unggul yang tadi telah siap akan mempunyai posisi tawar dg
pemerintah yg akan mengantikan mereka-mereka yg "jorok" terhadap
kekuasaan dan melupakan rakyatnya.
Jadi...Jangan lagi kita mau di bohongi oleh jongos Negara.....Jangan mau
ikut PEMILU yg cuma gitu-gitu doang.
Wassalam'mualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Teguh W Prabowo
Koalisi Putih untuk Rakyat
________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of syahrizal
Sent: Monday, January 08, 2007 8:04 AM
To: [email protected]
Subject: Fw: [media-dakwah] gaji DPRD
Saya juga bingung dengan anggota DPRD yang katanya memikirkan
kepentingan rakyat kecil ( semua partai )
Jika yang dibicarakan itu menyakut kepentingan pribadi semua diam
tidak ada suaranya.
Salam.
syahrizal gumay
----- Original Message -----
From: Bango Samparan
To: [email protected] <mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>
Sent: Friday, January 05, 2007 9:27 AM
Subject: Re: [media-dakwah] gaji DPRD
Selamat datang di ruang demokrasi negara Republik Kleptokrasi
Indonesia. Kok ya masih berharap-harap anggota DPR dan MPR menjadi
makhluk-makhluk yang baik. Logika yang harus kita terima adalah:
(1) Anggota DPR dan MPR tuh targetnya ya hanya kepentingan pribadinya:
gaji, prestige, lobi, dll.
(2) Mereka baru mau meneriakkan kepentingan rakyat, bila kekuatan
memilih dan menurunkan memang benar-benar di tangan rakyat.
(3) No (2) baru bisa terjadi terjadi kalau mayoritas rakyat tuh pinter
dan tidak terilusi saat memberikan suara.
(4) Wong gaji yang menganggarkan ekssekutif tetapi yang menyetujui
anggaran ya DPR, gimana kagak besar potensi KKN-nya. Kan mudah saling
lirik dan bersetuju untuk win-win solution.
Salam
B. Samparan
--- Ketut Junaedi <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:kjunaedi%40bukitasam.co.id> > wrote:
> Assalamu'alaykum wr wb,
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com <http://mail.yahoo.com>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Wassalammualaikum Wr Wb
Ina Eltrina
Katakan sesuatu yang bermanfaat atau diam saja
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]