BAHAYA HIZBIYAH
   
  oleh
  Muhammad Al-Abadah
   
    
---------------------------------
  
   
  Tidak ada satupun yang lebih berbahaya bagi da'wah Islamiyah dewasa ini 
ketimbang Fanatisme Hizbiyah (Fanatik Golongan). Ia merupakan penyakit 
berbahaya yang bakal mencerai beraikan ukhuwah Islamiyah. Ia pasti akan 
memutuskan ikatan-ikatan kuat tali ukhuwah, dan akhirnya akan mengotori 
kesuciannya.
   
  Adakah dibenarkan seorang muslim menunjukan wajah ceria, senyum lebar dan 
salam hangatnya hanya kepada orang satu kelompok atau satu jama'ah saja ..? 
Sementara kepada orang dari kelompok lain ia bermuka masam, bersikap dingin dan 
hambar ..? Adakah dibenarkan seorang muslim mengabaikan kesalahan-kesalahan 
yang dilakukan shahabat kelompoknya, sementara apabila orang lain melakukan 
kesalahan yang sama, ia rajin menggunjingkan dan menyebarluaskannya..?
   
  Apabila seorang di antara anggota kelompok (hizbiyah) ini anda beri 
peringatan karena fikrah atau tashawwur (orientasi berfikir)nya menyimpang 
(munharif), maka ia akan segera memberikan pembelaan-pembelaan dengan dalih : 
"Ini hanyalah kekeliruan, tetapi tidak merusak prinsip".
   
  Disebabkan fanatisme hizbiyah inilah maka anda lihat, seseorang tidak akan 
mau melakukan tela'ah, belajar atau menimba ilmu, melainkan hanya dari satu 
arah saja, yaitu hanya dari buku-buku, tulisan orang sekelompoknya dan dari 
orang-orang tertentu yang telah diwasiatkan tidak boleh belajar melainkan hanya 
kepada mereka.
   
  Dari situlah lahir cakrawala berpikir sempit, dan manusia-manusia yang 
berkepribadian keji. Ia tidak melihat melainkan hanya dari satu sudut 
pandang,dan tidak tahu menahu (persoalan) melainkan hanya pemikiran itu 
satu-satunya.
   
  Namun, mengapa hizbiyah semacam ini bisa menyusup ke dalam shaf (barisan) 
da'wah ..? Siapakah pula pendukungnya sehingga ia tetap berlangsung..?
   
  Sesungguhnya telah jelas bahwa hizbiyah adalah suatu pola dari sebuah 
tarbiyah buruk yang dilakukan guna menangani penggarapan diri seorang manusia, 
kemudian dikatakannyalah padanya (bahwa) :"Kamilah kelompok paling afdhal, 
sedangkan selain kami, masing-masing mempunyai kekurangan itu ....". Semua itu 
karena setiap kelompok hizbiyah ingin menghimpun dan memperbanyak jumlah 
anggota.
   
  Sebagai konsekwensinya, maka mereka harus menjatuhkan nama kelompok lain 
supaya orang jangan sampai masuk menjadi kelompok lain tersebut. Seakan-akan 
kita ini menjadi kelompok-kelompok kontetstan dari beberapa partai yang 
bersaing guna merebut kemenangan dalam suatu pemilihan umum. Sampai-sampai 
terkadang perlu membeli suara massa dengan klaim-klaim memikat dan dengan harta 
benda.
   
  Dari tarbiyah seperti inilah, akhirnya seseorang harus sudah terpisah dari 
majlis-majlis para ulama atau orang-orang berilmu semenjak pertama ia menerjuni 
dunia da'wah atau ketika untuk pertama kalinya ia ingin mencari ilmu, sehingga 
ia tidak bisa mengenyam tarbiyah para ulama yang mentarbiyah dengan adab, 
akhlaq dan pengalaman mereka.
   
  Kalau demikian keadaannya, maka niscaya dia bakal menyerap (ilmu) dari 
orang-orang yang aktif menjalankan amaliyah tarbiyah. Jika kebetulan orang itu 
memiliki ilmu dan tidak mempunyai ambisi kepemimpinan, bisa jadi tarbiyahnya 
mendekati benar. Tetapi seandainya orang-orang itu (ternyata) menyukai 
kedudukan atau dalam dirinya terdapat unsur penipuan ilmu, maka tentu, dari 
tarbiyah ini akan terlahir pemuda-pemuda buruk yang fanatik terhadap kelompok.
   
  Tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari penyakit ini, kecuali orang yang 
selalu mengambil perhatian sejak awal, dan mengerti bahwa ada beberapa bentuk 
tarbiyah yang secara pasti akan menunjukkan hizbiyah. Untuk itu dia akan merasa 
takut dan berusaha membentengi diri. Dia akan selalu mawas diri, selalu melihat 
ke belakang, selalu memperbaharui langkah-langkahnya dan selalu melakukan 
pembaharuan setiap saat, sehingga dirinya tidak terjatuh ke dalam cengkeraman 
penyakit berbahaya yang keburukan serta malapetakanya merajalela ini.
   
  Diterjemahkan secara bebas dari majalah
  Al-Bayan, No. 59 Rajab 1413H, Januari 1993M. hal. 46-47
  [Majalah As-sunnah tanpa edisi]

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke