Assalamu'alaikum,
Dalam kondisi tertentu, terkadang kita agak terlambat dtg ke masjid dan hanya 
memungkinkan kita shalat dua rakaat sebelum shalat fardu nya.Pada kondisi ini 
mana yang lebih utama kita lakukan, Shalat rawatib atau shalat tahiyatul 
masjid???
 
Jazakumullah khairon katshiro,
Wassalamu'alaikum, 
[EMAIL PROTECTED] Hendri 
PPC Store 
Infineon Technologies Batam <http://app.sin.infineon.com/intranet/batam/>  
*  (62) 770 612103    Ext: 404 
*   (62) 770-612753 
*  [EMAIL PROTECTED] 
"Telling the truth is always the best eventhough it might hurt
someone's feeling"

   
 


________________________________

        From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf 
Of Ahmad Al-Badruuni
        Sent: Friday, February 23, 2007 9:48 AM
        To: M. Kadarharyono; Partono; Uatdie Ariantie; 
[email protected]; Hasbiyanto
        Subject: Re: [media-dakwah] Sholat Sunah Rawatib
        
        

        Walaikum salam wr wb,
        
        Sedikit tambahan bahwa sunnah rawatib ini termasuk sunnah muakkad yang 
sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena faidahnya sangat besar. Dalam sebuah 
buku karya pakar manajemen kalbu Mesir yaitu Amru Khalid (Penerbit Aqwam) kita 
sebagai Muslim harus berlomba-lomba karena Allah SWT membangunkan untuk kita 
sebuah rumah di surga bagi yang melaksanakan shalat sunnah rawatib 
ini..subhanallah (HR At Turmudzi,Nasa'i,Ibnu Majah, dan Imam Ahmad). Saya 
senang sekali bahwa meskipun sekarang belum punya rumah sendiri di Bumi,insya 
Allah akan dibuatkan oleh Allah di surga.
        Dalam hadits itu pulalah disebutkan bahwa shalat sunnah rawatib ini 
adalah 12 rakaat,yaitu 4 rakaat sebelum Zuhur,2 rakaat setelah Zuhur, 2 rakaat 
sesudah Maghrib,2 rakaat sesudah Isya, dan 2 rakaat sebelum shubuh.
        
        Salam,
        Ahmad
        
        
        
        "M. Kadarharyono" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:kadar%40indo.net.id> > 
wrote:
        Assalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh,
        
        Maaf, terlambat nimbrung.
        
        Selama ini saya lakukan sholat sunah wudhu lalu sholat tahajjud dan 
witir di rumah lalu berangkat ke masjid. Di masjid saya lakukan sholat 
tahiyatul masjid, lalu sholat fajar dan kemudian duduk menunggu adzan subuh. 
Sesudah Adzan saya sholat rawatib subuh menjelang qomat, baru kemudian sholat 
subuh berjama'ah.
        
        Kalau nggak bisa ke masjid maka seluruhnya - kecuali tahyatul masjid - 
saya lakukan di rumah sesuai dengan urutan tsb diatas.
        
        Apakah yang saya lakukan ini tidak benar??
        
        Mohon pencerahan, supaya saya ngga ragu2 melaksanakan kewajiban saya.
        
        Wassalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.
        
        [EMAIL PROTECTED] <mailto:kadar%40indo.net.id> 
        
        ----- Original Message ----- 
        From: Hasbiyanto 
        To: Partono ; Uatdie Ariantie ; [email protected] 
<mailto:media-dakwah%40yahoogroups.com>  
        Sent: Friday, December 22, 2006 7:08 AM
        Subject: Re: [media-dakwah] Sholat Sunah Rawatib
        
        Waalaikumussalam Warohmatullohi Wabarokaatuh
        
        Akhi wa Ukhti..... Syukron katsiron atas pencerahannya tentang sholat-2
        Sunnah... Hal ini sungguh sangat berguna bagi saya.
        
        Wassalam,
        Hasbiyanto
        
        >>> Uatdie Ariantie <[EMAIL PROTECTED] <mailto:siti_atma%40yahoo.com> > 
12/21/2006 4:47 PM >>>
        Assalamu'alaykum waRahmatullahi waBarakatuh
        
        Waiyyakum akhi...!, sholat fajar adalah kata lain dari sholat
        shubuh.
        
        Wassalamuálaykum waRahmatullahi waBarakatuh
        ummadie
        
        Hasbiyanto <[EMAIL PROTECTED] <mailto:hasbiyanto%40badaklng.co.id> > 
wrote:
        Waalaikumussalam Wr Wb.
        
        Terima kasih atas pencerahannya.
        Saya masih agak penasaran perihal sholat fajar. Kapan sholat fajar
        dilakukan. Saya pernah diberi tahu oleh seseorang bahwa sholat fajar
        adalah sholat sunnah 2 rokaat sebelum subuh. Jadi yang saya tangkap
        adalah Sholat fajar sama dengan sholat sunnah qobliyah Subuh. Apa benar
        demikian??????
        
        Adapun yang biasa saya lakukan ketika sholat subuh di masjid adalah:
        Sholat tahiyatul masjid, kemudian sholat sunnah fajar atau sholat sunnah
        qobliyah subuh, kemudian berzikir menunggu iqomah untuk mengerjakan
        sholat subuh.
        
        Mohon Maaf apabila tidak berkenan dan terima kasih atas perhatiannya.
        
        Wassalam,
        Hasbiyanto
        
        >>> Uatdie Ariantie 12/21/2006 3:39 PM >>>
        Assalamu'alaykum waRahmatullahi waBarakatuh
        
        Semoga bermanfa'at.
        
        Wassalamu'alaykum waRahmatullahi waBarakatuh
        ummadie
        
        di muat di situs http://www.almanhaj .or.id, .
        
        SUNAT RAWATIB DAN PENEGASAN SHALAT DUA RAKAAT FAJAR.
        
        Oleh
        Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam.
        
        Shalat fardhu memiliki sunat-sunat rawatib, yang disebutkan dalam
        As-Sunnah yang shahih dan suci, baik berupa perkataan, perbuatan maupun
        pengakuan dari pembawa syari'at.
        
        Shalat sunat rawatib ini mempunyai faidah yang besar dan pahala yang
        agung, nerupa tambahan kebaikan, ketinggian derajat, penghapusan
        keburukan, menambal kekosongan dan menyempurnakan kekurangannya. Karena
        itu harus ada perhatian terhadap shalat rawatib ini dan menjaganya
        ketika berada di tempat. Adapun ketika dalam perjalanan, tidak pernah
        disebutkan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adanya satu
        shalat rawatib kecuali dua rakaat fajar. Beliau tidak pernah
        meninggalkannya, baik ketika menetap maupun ketika dalam perjalanan.
        
        Hadits Kelima Puluh Sembilan. 
        
        "Artinya : Dari Abdullah bin Umar Radhyallahu 'anhuma, dia berkata,
        'Aku pernah shalat dua rakaat sebelum Zhuhur bersama Rasulullah
        Shallallahu Alaihi wa sallam, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah
        Jum'at, dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat setelah Isya'"
        
        "Dalam suatu lafazh disebutkan, 'Adapun (rawatib) Maghrib, Isya', Fajar
        dan Jum'at dikerjakan di rumah beliau".
        
        "Dalam lafazh Al-Bukhary disebutkanm bahwa Ibnu Umar berkata, "Aku
        diberitahu Hafsah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
        biasa
        shalat dua rakaat yang ringan setelah fajar menyingsing, dan itu
        merupakan saat aku tidak menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam".
        
        MAKNA GLOBAL
        Didalam hadits ini terkandung penjelasan lima shalat sunat rawatib,
        bahwa untuk shalat Zhuhur mempunyai empat rakaat, dua rakaat sebelumnya
        dan dua rakaat sesudahnya, shalat Jum'at mempunyai dua rakaat
        sesudahnya, shalat Maghrib mempunyai dua rakaat sesudahnya dan shalat
        Isya mempunyai dua rakaat sesudahnya. Rawatib Maghrib, Isya', Shubuh dan
        Jum'at dikerjakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam
        rumah.
        
        Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu mempunyai hubungan yang erat dengan rumah
        Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam karena kedudukan saudarinya,
        Hafsah di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena itu dia
        dapat masuk ke tempat beliau saat beribadah, tetapi tetap memperhatikan
        adab, sehingga dia tidak masuk kecuali hanya sesekali waktu saja dan
        tidak masuk pada saat-saat yang tidak diperkenankan, karena mengikuti
        firman Allah.
        
        "Artinya : Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki
        dan wanita) yang kalian miliki, dan orang-orang yang belum baligh di
        antara kalian, meminta izin kepada kalian tiga kali (dalam satu hari)
        yaitu sebelum shalat Shubuh..." [An-Nur : 58]
        
        Dia tidak masuk ke tempat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada
        saat-saat shalat Shubuh, kendatipun dia ingin tahu shalat yang
        dikerjakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Karena didorong
        keinginan untuk mendapatkan ilmu, maka dia bertanya kepada saudarinya,
        Hafshah tentang hal itu, lalu Hafshah memberitahu kepadanya bahwa
        Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam biasa shalat dua rakaat secara
        ringan setelah fajar menyingsing dan ini merupakan shalat sunat.
        
        KESIMPULAN HADITS.
        [1]. Anjuran melaksanakan shalat-shalat rawatib tersebut dan
        menjaganya.
        [2]. Shalat Ashar tidak mempunyai rawatib dibandingkan dengan
        rawatib-rawatib yang ditegaskan ini.
        [3]. Rawatib-rawatib Maghrib, Isya', Shubuh, Jum'at lebih baik
        dikerjakan di rumah.
        [4]. Meringankan dua rakaat Fajar
        [5]. Disebutkan dalam sebagian hadits shahih bahwa Zhuhur mempunyai
        enam
        rakaat, Empat sebelumnya dan dua sesudahnya. Disebutkan riwayat
        At-Tirmidzi dai hadits Ummu Habibah secara marfu', "Empat rakaat sebelum
        Zhuhur dan sesudahnya".
        [6]. Sebagian dari rawatib-rawatib ini dulakukan sebelum shalat fardhu
        sebagai persiapan jiwa orang yang shalat untuk ibadah sebelum masuk ke
        fardhu. Sebagian rawatib dikerjakan sesudah fardhu untuk melengkapi
        kekurangan dalam fardhu.
        
        Hadits Keenam Puluh
        
        "Artinya : Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, dia berkata, Tidak ada
        satupun shalat nafilah yang lebih diperlihara Nabi Shallallahu 'alaihi
        wa sallam selain dari dua raka'at Fajar"
        
        "Dalam lafazh Muslim disebutkan, "Dua rakaat fajar lebih baik dari
        dunia dan seisinya"
        
        MAKNA GLOBAL
        Di dalam hadits ini terdapat penjelasan terhadap penegasan dua rakaat
        fajar. Aisyah Radhiyallahu 'Anha menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu
        'alaihi wa sallam menguatkannya dan mengagungkan urusannya dengan
        perkataan dan perbuatan beliau. Dalam hal ini Aisyah berkata, "Tidak ada
        satu pun dari shalat-shalat nafilah yang lebih dijaga dan dipelihara
        Rasulullah Shallallahu 'alaihi, seperti halnya dua raka'at fajar" Beliau
        juga bersabda bahwa dua rakaat fajar ini lebih baik daripada dunia dan
        seisinya.
        
        KESIMPULAN HADITS
        [1]. Shalat sunnat (dua rakaat) fajar ini sangat ditekankan sehingga
        tidak boleh diabaikan.
        [2]. Keutamaannya yang agung sehingga beliau menganggapnya lebih baik
        dari dunia dan seisinya.
        [3]. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjaga dan memberikan
        perhatian lebih banyak terhadap dua rakaat fajar daripada yang
        lainnya.
        [4]. Mengabaikan dua rakaat fajar menunjukkan kelemahan agama dan
        keengganan mendapatkan kebaikan yang besar.
        
        [Disalin dari Kitab Taisirul Allam Syarh Umdatul Ahkam edisi Indonesia
        Syarah Hadits Pilihan Bukhari-Muslim Oleh Abdullah bin Abdurrahman bin
        Shalih Ali Bassam, hal 122-126 Darul Falah]
        
        Hasbiyanto wrote:
        Saya juga ingin sekali pencerahannya tentang sholat sunah, antara lain
        sholat sunah rowatib. Menurut tuntunan, berapa rekaat atau bagaimana
        pelaksanaannya.
        Sebagai contoh ada yang bilang sebelum sholat Isya' tidak ada sholat
        sunah . benarkan demikian????
        Mohon info serta dalilnya tentang bagaimana pelaksanaan sholat sunnah
        rowatib dan dalil sholat sunnah yang lainnya.
        
        Mari kita kupas tuntas, khusus mengenai sholat Sunnah.
        
        Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
        
        Wassalam,
        Hasbiyanto.
        
        Note: Pak Arif NS, tolong dong pencerahannya.
        
        >>> "Partono" 
        12/19/2006 11:33 AM >>>
        
        Assalaamaualaikum Wr, Wb
        
        saya mau menanyakan perihal sholat tahajud, bisakah berjamaah, dan
        bila
        dapat berjamaah, bagaimana caranya apakah bacaannya dikeraskan seperti
        Sholat Fardhu Magrib, Isya dan Subuh, atau tidak bersuara.
        Mohon kiranya penjelasan dari Bapak/Ibu yang berkenan.
        Terima kasih,
        
        Wassalamuakum Wr, Wb
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        Messages in this topic (3) Reply (via web post) | Start a
        new topic 
        Messages | Files | Photos 
        Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
        Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
<mailto:media-dakwah-subscribe%40yahoogroups.com>  
        
        Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
        Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch
        format to Traditional 
        Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
        
        Recent Activity
        
        21
        New Members
        
        Visit Your Group 
        Yahoo! Avatars
        Face the World
        Show your style &
        mood in Messenger.
        
        Y! GeoCities
        Share More
        Create a blog, web
        site, and more.
        
        Yahoo! Mail
        Get it all!
        With the all-new
        Yahoo! Mail Beta
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        Wassalam, 
        Ahmad
        
        ---------------------------------
        Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke