============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
JB dan pembaca yth,
Bahwa jenazah Johannes XXIII beberapa hari yl dipertontonkan lagi di muka
umum sudah tersiar ke semua bagian dunia.
Bahkan menurut suatu mail-list yang saya ikuti, ada sorang pastor Indonesia
di Vatikan yang mengagung-agungkan tontonan itu sebagai hal yang ajaib.
Tetapi dalam mail-list tsb terjadi juga tukar pikiran (saya yang
memulainya!!) mengenai apakah tontonan semacam itu baik atau tidak untuk
hidup ke-iman-an.
Saya menyatakan perasaan saya pribadi, bahwa pertunjukan semacam itu
(pameran "mummy") tidak mempunyai suasana keanggunan religius, bahkan
menurunkan derajat seorang santo/suci. Jaman kita sudah moderen, relikwi dan
peninggalan jazat manusia lainnya (seperti yang dilakukan di Red Square
dengan jenazah Lenin dan kini telah dihentikan) sebaiknya tidak lagi
dijalankan, nanti bisa bernuansa menjadi seperti kebiasaan orang di tanah
Toraja saja.
Maka, saya senang, bahwa media Indonesia tidak latah turut menyebarkan
berita sensasional yang tidak membantu terbinanya iman yang sehat.
Itu hanya perasaan saya, entah pembaca DB berpendapat bagaimana?
R Hardjono
http://www.geocities.com/hardray/default.html
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, 5 June 2001 1:35 pm
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [debritto] Mohon konfirmasi