============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================


Ray:
Pangeram-eram itu kalo direnungi dengan njlimet sesungguhnya terjadi pada
setiap saat.

AB: Roger!!! Setiap tarikan nafas adalah pangeram-eram. Itu yang namanya
pangeram-eram pribadi. Tapi itu hanya bisa kita nikmati bila kita punya
rasa syukur. Tanpa itu ya seperti rutinitas saja: bangun tidur, ngulet,
kencing, cuci muka.....dst monoton. Justru ketika korslet baru diminta
pangeram-eramNya. Atau justru rasa syukur itu the ultimate pangeram-eram
dariNya, Pak Ray?

Ray:
Saya merasa nggak usah menilai apakah air mata madu itu
sungguh atau tiruan, atau tubuh orang suci itu awet atau rusak...

AB: Jangan diganggu Pak Ray! Karena kalau memang Tuhan mau, bisa saja
terjadi. Kalau meragukannya, simpan dalam hati saja.
Sebenarnya 'pangeram-eram' yang visual atau bisa disaksikan oleh banyak
orang, kalau itu benar Tuhan yang menyelenggarakan, kok rasanya tidak
monopoli orang Katholik ya. Dengar-dengar kan banyak orang yang 'mengklaim'
pangeram-eram yang mereka saksikan, jaman dahulu maupun sekarang. Dan semua
juga diklaim sbg penyelenggaraan Ilahi. Entah sembari jumawa merasa dia
disayang Tuhan, ataupun dengan rasa rendah hati penuh syukur.



Kirim email ke