Kelihatannya memang sekolah-2 swasta mesti kreatif
untuk mengetahui kemampuan ekonomi dari Ortu Murid.
Pengalaman waktu anak masuk ke Kanisius Jakarta,
ternyata si anak secara diam-2 telah diminta mengisi kuesioner, yang antara lain
menanyakan : pernah liburan ke LN ? Mobil dirumah ada berapa ? Mengambar denah
rumah lantai-1 dan lantai-2 ? dll
Memang
kenyataannya lebih banyak Ortu yang tidak jujur tentang kemampuan ekonominya
ketika memasukkan anaknya ke sekolah, sehingga perlu cara-cara seperti
itu.
salam,
pramono/79
-----Original
Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of Danang Amb.
"Apakah hubungannya rekening listrik, rekening telpon, PBB, rek. PDAM.......... dengan ndaftar sekolah Swasta?"......monggo dipun sambati .........
Kalau hanya untuk mencari kejujuran dari Ortu Murid ttg keadaan ekonomi mrk....kenapa spt itu?
Bagaimana sekolah2 swasta lain, dan KDB sendiri?
salam
dng89
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of Danang Amb.
"Apakah hubungannya rekening listrik, rekening telpon, PBB, rek. PDAM.......... dengan ndaftar sekolah Swasta?"......monggo dipun sambati .........
Kalau hanya untuk mencari kejujuran dari Ortu Murid ttg keadaan ekonomi mrk....kenapa spt itu?
Bagaimana sekolah2 swasta lain, dan KDB sendiri?
salam
dng89
