============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Amien Rais kuwi penjelmaan Sun Bo Kong dalam seri di SCTV kae, coba lihat
wajahnya....mirip banget tho........si Kera Sakti.....kera
sakti...........wealah....JB72
"TA. Joeswastoto
Noegroho" To: <[EMAIL PROTECTED]>
<[EMAIL PROTECTED] cc:
in.net.id> Subject: Re: [debritto] Yang
Terhormat
Sent by: Presiden Republik Indonesia
debritto-owner@dej
ava.com
07/25/01 06:46 PM
Please respond to
debritto
============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Melu komentar mas,
Amin Rais kuwi dudu musang berbulu domba, nanging
Asu korengan tur munggah mbale ....
Soale wis kethok licike awit saka UGM biyen.
Jamane isih dosen, terus dadi Pudek lan Dekan
ora luwih orang kurang gaweane mung njegali kancane dhewe, luwih-luwih sing
"anake tukang kayu".
Sapa ya, sing wani nulup dheweke ???
Rupane wae wis kethok licike ...
sastro/83
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 24, 2001 10:01 AM
Subject: Re: [debritto] Yang Terhormat Presiden Republik Indonesia
> ============================================
> Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
> ============================================
>
>
> Edan tenan iki tulisane Bardhono....ngalahke Wartawan Majalah dinding
kita
> Paul Sutaryono.....endi...kae....kok suwe ora ketok.......Simpati opo
> mentari.......ning yo lumayan cara pengungkapannya. Lik Bar.......sing
> salah kuwi dudu Gus Dur....ning poros tengah sing dimotoro Amin Rais,
dalam
> rangka menjegal Megawatie, nah sampeyan ora tulis masalah Musang berbulu
> ayam si Amien Rais kuwi,,,,,,,,iki mahluk berbahaya lho. Ndisik...ngojok
> ojok GD kon dadi Presiden, ben ora memenuhi syarat ora opo opo, saiki
> ngathok karo Megawatie.....wah........Sontoloyo.JB72
>
>
>
> "A. Bardhono"
> <bardhono@link. To: De Britto Net
<[EMAIL PROTECTED]>
> net.id> cc:
> Sent by: Subject: [debritto] Yang
Terhormat Presiden
> debritto-owner@ Republik Indonesia
> dejava.com
>
>
> 07/23/01 09:51
> PM
> Please respond
> to debritto
>
>
>
>
>
>
> ============================================
> Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
> ============================================
>
> Simpati kami kepada Bapak Kyai Haji Abdurrahman Wahid, yang telah
> diberhentikan dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia oleh
> Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia hari ini tanggal 23
> Juli 2001. Sebenarnya Bapak telah memberikan warna demokrasi kepada
> kehidupan kami rakyat Indonesia, sejak sebelum menjadi Presiden. Ruang
> demokrasi yang Bapak berikan sungguh longgar: atas perbedaan pendapat,
> atas perbedaan keyakinan. Tak tergantung kepada jumlah manusia yang
> berbeda pendapat, mendapatkan penghormatan yang sama. Tak terhingga rasa
> terima kasih kami atas betapa besar perhatian yang Bapak berikan kepada
> kami rakyat Indonesia. Tidak seharusnya Bapak mendapat perlakuan seperti
> ini, semestinya ada cara lain yang jauh lebih terhormat.
> Namun yang Bapak berikan tidaklah cukup bagi kami, yang memang
> membutuhkan lebih banyak lagi bagi pemenuhan kehidupan kami. Hari ini
> wakil-wakil kami di MPR telah memutuskan orang yang harus memberikan
> hal-hal yang Bapak tidak sempat berikan kepada kami. Adinda Bapak
> sendiri, Megawati Sukarnoputri.
>
> Ibu Megawati, selamat kami sampaikan kepada Ibu. Kami sedih ketika Ibu
> tidak mencapai hari seperti hari ini dua tahun yang lalu. Namun kami
> sedih pula hari ini, Ibu mendapatkan kesempatan dengan keadaan yang
> tidak ideal. Sahabat Ibu, Kakanda Kyai Haji Abdurrahman Wahid walau
> dengan tidak rela telah diturunkan oleh MPR. Kejadian yang Ibu tidak
> inginkan, bahkan tidak juga kami inginkan. Tentu saja kita sebenarnya
> ingin pekerjaan ini diselesaikan bersama-sama antara Ibu dengan Gus
> Dur. Namun keadaan telah memaksa kita bersama melalui jalan ini. Kami
> hanya ingin Ibu bekerja keras dengan jujur, bersama-sama dengan seluruh
> rakyat Indonesia. Kami juga tidak ingin mendapatkan kehidupan yang lebih
> baik tanpa kerja keras. Tapi dengan jujur, Bu. Dengan jujur. Selamat
> bekerja.
>
> Epilog:
> Tiga tahun lalu, saya berdoa syukur kepada Tuhan ketika Pak Harto
> mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Prseiden RI. Dengan
> pengundurannya, seolah-olah urusan akan menjadi beres setelah
> berhari-hari Indonesia dilanda huru-hara serta berbulan-bulan dilanda
> krisis ekonomi. Ternyata tidak. Pak Habibie pun kehilangan kepercayaan
> dari MPR.
> Kemudian ditengah harapan Megawati menjadi Presiden, malah muncul Gus
> Dur sebagai Presiden RI yang mendapat mandat dari MPR. Bersama-sama
> dengan Mega sebagai wakil, kita diberi harapan sangat tinggi akan hasil
> pekerjaan duet ini. Tidak ada yang meragukan beliau berdua. Apa lacur?
> Sekarang dengan keadaan yang lebih kacau dari sebelumnya (presiden
> kembar?), apa yang akan dilakukan oleh wanita puteri Bung Karno ini?
> Semoga Tuhan membimbing dan memberkatinya.
>
> AB/71
>
>
>
>