============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Halo semua, terutama para pemancing :-)

Tadi sore jam 3 saya sudah tiba dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu
apapun, Puji Tuhan

Hampir 10 jam terombang-ambing diatas perahu di Selat Sunda tetap tidak
mabuk, muntak or mual, Puji Tuhan

Mendapat pengalaman tak terlupakan sebagai salah satu peserta 3rd DB Fishing
dan menyantap ikan bakar terenak seumur hidup, Puji Tuhan

Hari ini keponakan sudah bisa keluar RS, Puji Tuhan

Pengalaman pribadi:
Selama 2 jam pertama setelah Nail Harbour memang terasa tidak betah, tapi
setelah Korman bilang kayak arum jeram di Dufan saya mulai agak enjoylah.
Di depan, saya lihat Pak Tjandra dengan gagahnya duduk diatas bubungan
kapal, sehingga sayapun mengambil posisi yang sama. Dalam hati saya pikir
cocok sekali melihat sosok Pak Tjandra yang duduk diatas kalo diiringi dgn
lagu "Nenek Moyangku orang pelaut......"
Setelah berlayar kira2 1.30 jam, Bardhono bola-bali hp saya mengenai lokasi
mancing, sedang si Korman sedang tiduran bobok meluruskan pinggangnya,
sambil berseru 30 menit lagi. Sayapun relay ke Bardhono.

Sesampai di lokasi pemancingan saya terkejut melihat Mas Koer yang tadinya
saya kira cukup professional mulai uek.......agak bingung soalnya saya kok
masih feel OK dan mulai enjoy, sedang Danang yang katanya mual dan pindah
sebelah saya masih ngorok.......ABH yang tadinya kelihatan not OK ya masih
pucat2 saja.
Orang ke-2 yg saya lihat uek Pak Tjandra, dilanjutkan dengan ABH dan anaknya
Pak Tjandra. Lapor Korman bilang lihat tuh "Like father, Like Son". Saya
juga melihat di perahu seberang kalo Wiek sama sekali tidak kelihatan batang
hidungnya, ini menjadi perhatian khusus krn kami berdua selalu dihitung
sebagai 2 personil, kecuali saat bagi2 kaos dan bantingan untungnya :-)

Salut buat Christe & Indah, sangat wajar dapat Hiu Kencana, dalam hati saya
selama 2 jam pertama mereka ber-2 ini pasti tidak tahan. Apa mau dikata
ternyata fakta mengatakan sebaliknya. Resepnya apa sih?

Saya merasa sebelum lunch dan lokasi ke-2 sepertinya sebagian besar peserta
tidak begitu enjoy, baru setelah lokasi ke-2 sebagian besar baru mulai
enjoy, terutama Mas Koer karena di lokasi ke-2 inilah dia mulai unjuk gigi.
Di lokasi ke-2 ini jugalah saya lihat Mas Gandung mulai bangkit :-)

Dari semua Rookies, saya melihat Mas AW yang paling hebat persiapannya,
perlengkapan dia benar2 mantap, tidak kalah dengan para senior pemancing,
bahkan sedikit diatas Pak Carik, benar2 "well prepared" tapi yo mboh
pancingannya piye.

Jakarta-Anyer semua 10 mobil (2 Korean, 7 Japanese, 1 European).
Anyer-Jakarta 11 mobil (2 Korean, 8 Japanese & 1 European). Selama
perjalanan Jakarta-Anyer, saya ikut Pak Carik dengan Mazda E2000 sepertinya
kalem2 saja berhubung memang tugas sebagai pengekor, tapi Anyer-Jakarta
sepertinya Pak Carik unjuk gigi driving skillnya, terbukti meninggalkan
lawan2nya. Walaupun ditengah jalan sempat ngisi bensin, ternyata sampai
pintu tol Kb. Jeruk bersamaan dengan Wiek dan Ary. Eudan....toh? rak kalah
wuz........wuz.....wuz........

Meniru gaya menulis Mas Sri yang tidak lupa menyisipkan kata2 marketing,
maka sayapun akan mengakhir tulisan saya dengan kata2 marketing ala Yamaha.

Pak Jo, servicenya benar2 "Touching Our Heart" :-)

Salam dr Jambi,
SD/83







Kirim email ke