Good peuting (malam), selamat evening,
punteun (permisi), abdi jadi hayang seuri (tertawa) nempo tulisan kos
kieu (melihat tulisan seperti ini), he...he...he....,
jigana ini jalma (sepertinya ini orang) udah keluar tanduknya, sampe
tiga lagi (yang ketiga jangan ditanya di mana he..he...he.....).
Abdi hayang nanya ka kang baja eh Vajra dan kang Guru eh
Charles, "Sudahkah anda meditasi hari ini??" kalo abdi minum dua...
emangnya yakult.
omong kesadaran, konsentrasi, ieu teh pada sadar heunteu (ini tuh
pada sadar tidak?)??
lamun teu sadar ngke urang adukeun sirah saha nu leuwih teuas (kalau
gak sadar nanti kita adu kepala siapa yang paling keras).
jigana mah kabeh lamun sirahna diadu ka batu, batu na nu peupeus
(sepertinya sih semua kalau kepalanya di adukan ke batu, batunya yang
pecah)...he..he....he
Hampura ah (sorry ah), kalo masih ngambek nanti dikasih peuyeum (tape
singkong) bandung....
permios
si Chengceremet Sundanesse Buddhist
--- In [email protected], "Intra" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ----- Original Message -----
> From: Deva
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, March 17, 2005 1:53 PM
> Subject: [Dharmajala] Re: Aku Pulang Retreat ! Ada yang lain lagi.
>
> Dear Cang le,
> Saya mau berbagi satu pemikiran.
> - Kenapa kebanyakan orang setelah meditasi di retret-retret
khusus
> tersebut seperti enggan untuk berinteraksi dalam masyarakat?
> Rekan "Deva",
> Wah anda menanyakan suatu pemikiran yang sejujurnya saya sendiri
tidak melihatnya ada yang seperti itu, bahkan sama sekali tidak
pernah terpikir seperti itu. Jadi maaf saya tidak bisa memberi input
soalnya kayanya gak masuk akal tuch.
> Memang selama pengalaman anda mengikuti meditasi metode Goenka,
metode Mahasi Sayadaw, metode Shwe U Min Sayadaw, Metode Pa Auk
Sayadaw, Metode Ajhan Mun,Metode Ajhan Chah, dll sampai melihat
gejala seperti itu??Apa itu mewakili 5%nya dari yang sudah pernah
bermeditasi??
> Yang saya agak heran mengapa selalu disebut "kebanyakan orang"
menjadi seperti itu, anda melihat tapi saya dan beberapa rekan
lainnya juga tidak melihat adanya seperti itu.
> Mungkin lebih baik di statistik aja kali yach.....misalnya dari
lebih 150 orang yang pernah ikut latihan yang kita adakan, berapa
orang yang seperti itu yah??
> Rata-rata orang yang habis meditasi, begitu hari terakhir juga
sudah pada bercanda riang, apalagi pengalaman yang seru-seru. Justru
merekalah yang mengeluh karena setelah meditasi diteruskan di rumah
masing-masing, konsentrasinya tidak mudah didapat karena banyak
gangguan dari luar.
>
>
> - Kadang berfikir perbuatan menolong, membantu orang yang dalam
> kesulitan seperti yang dilakukan Tzu Chi dianggap sebagai perbuatan
> kebajikan tingkat rendah??
> Nah ini lagi yang saya kagak abis pikir, setau saya selama ini
aktif di vihara saya belum pernah menemui orang yang kaya gitu tuch,
he..he.he. Hampir semua kagum ama apa yang dilakukan oleh Yayasan
Buddha Tzu Chi.
> Bagi Sang Buddha sendiri saja kebajikan sekecil apapun nilainya,
tetap suatu kebajikan.
>
>
> - Kadang saya perhatikan mereka lebih sulit untuk mendengar
pendapat
> orang, merasa lebih hebat (saya bicara mental bukan apa yang mereka
> pikirkan), merasa pengalaman mereka paling benar???
> Nah kalo ini mungkin ada tuch..........yang saya tau sampai
kesucian Anagami saja masih mempunyai ke Aku an meskipun sudah
sedikit, apalagi yang belum mencapai Anagami tuch.
> Nah contohnya di milis ini saja, seringkali kita merasakan yang
paling benar. Jadi tidak usah jauh-jauh melihat orang lain, diri kita
sendiri aja kadang-kadang masih seperti itu, he..he..he. Mari kita
renungkan ayat Dhammapada dibawah ini:
> Bila orang bodoh dapat menyadari kebodohannya, maka ia dapat
dikatakan bijaksana; tetapi orang bodoh yang menganggap dirinya
bijaksana, sesungguhnya dialah yang disebut orang bodoh. (DHAMMAPADA,
syair 63)
>
> Menurut saudara Cang le bagaimana????
> Menurut saya mereka terbiasa untuk hidup tenang (cuek) di dalam
> tempat retret meditasinya, tidak bisa melihat bahwa penderitaan
itu
> juga ada di tempat lain, di orang lain.
> Pak, Sang Buddha aja bermeditasi meninggalkan semuanya, anak,
istri, keluarga, harta, dll untuk men-sucikan diri beliau. Baru
setelah itu beliau menolong kita semua dengan memberikan jalan tengah
untuk mencapai kesucian.
> Ada bhikkhu yang memberi tahu "Diri sendiri saja masih terbenam
didalam lumpur, bisakah anda menolong orang lain supaya terbebaskan
dari benaman lumpur yang sama??".
> Latihan meditasi yang dilakukan hanyalah 10 hari. Tidak ada artinya
dibandingkan mereka yang bermeditasi di pusat latihan meditasi dan
juga di hutan-hutan di berbagai negara. Di Thailand saja ada
istilah "Tudong" dimana para bhikkhu tersebut tidak mempunyai tempat
tinggal tetap dan hidup bermeditasi di hutan-hutan.
> Anda sendiri yang sudah berpengalaman melakukan retreat meditasi
dari berbagai metode itu, tentu sudah melihat sendiri seperti itu.
Apakah anda menganggap mereka egois??
> Anda dapat membayangkan ada rekan kita yang sudah lebih dari 2,5
tahun terus bermeditasi di Myanmar dimana tidurnya saja cuma sekitar
3 jam/hari.
> Saya sendiri kagum akan apa yang telah mereka lakukan dimana saya
sendiri juga belum mampu untuk melakukannya, merupakan suatu
kebahagiaan tersendiri melihat ada yang bisa seperti itu.
>
> Jangan-jangan mereka berfikir bila satu orang sudah tenang
berarti
> melenyapkan satu masalah yang muncul dari satu orang, memangnya
orang
> yang tinggal dalam meditasi itu orang yang suka bikin masalah
yah?????
> (biasanya ada salah satu bhikkhu yang terus menerus menekankan
hal
> ini padahal dia sendiri tidak mengerti apa yang ia lakukan)
> Kalau saya sich tidak pernah ada kepikiran muncul asumsi seperti
itu yach, he..he..he.
> Coba anda khan sering mengikuti retreat meditasi seperti yang anda
katakan sebelumnya, kalau boleh saya ingin bertanya kenapa hal itu
anda lakukan??Untuk apa???Apakah memang anda suka bikin masalah
sehingga bisa kesimpulan seperti itu??
> Nah setelah anda keluar dari retreat anda, apakah anda sudah merasa
lebih baik daripada yang masih tinggal di tempat retreat tersebut???
>
> Apa tidak mungkin mereka juga salah mengira, menganggap meditasi
> adalah jalan untuk melarikan diri dari masalah hidup??????
> Lain dengan Siddharta Gautama sang pangeran, beliau pergi untuk
> mencari penyelesaian dari masalah bukan untuk melarikan diri,
karena
> tidak ada yang mengajarkan beliau. Setelah memperoleh
penyelesaian,
> beliau kembali ke masyarakat (apakah obat yang Beliau peroleh
adalah
> cara untuk melarikan diri dari masyarakat?).
> Sekali lagi kalo saya sich tidak berani mengira seperti itu, lebih
baik anda tanyakan ke orang tersebut secara langsung. Jadi khan anda
tau apa yang dipikiran mereka.
> Mungkin saja yang anda temui itu memang melarikan diri dari masalah
hidup, he..he.he.
> Apakah menurut anda, Sang Buddha ketika telah mencapai
kesempurnaan, tidak mengajarkan meditasi kepada para muridnya.
> Sekarang beliau sudah tidak ada, bukankah para bhikkhu merupakan
salah satu bagian dari yang meneruskan Buddha Dhamma, termasuk
mengajarkan meditasi??
> Bukankah beliau mengajarkan para bhikkhu untuk menjadi pertapa yang
baik??
> Jadi apa sebenarnya yang meragukan anda??
> Bagaimanakah kehidupan yang menurut anda tidak melarikan diri dari
masyarakat??
>
> Meditasi sambil membantu tengah masyarakat memang sulit, tapi
contoh
> saja seperti menjalankan sila, kalau tidak ada kesempatan untuk
> melanggar bagaimana kita tahu kalau kita benar-benar menjalankan
sila?
> Kalau saya sich merasa kita tidak perlu melanggar sila dulu, baru
tau gimana caranya menjalankan sila. Secara teori saja kita yach
sudah tau, misalnya sila yang kesatu melarang kita membunuh, yach
kita kagak perlu ngebunuh dulu baru tau gimana caranya menjalankan
sila. Apakah begitu??
>
> Mana yang lebih sulit dan lebih keras sih, meditasi di hutan
rimba
> yang dipenuhi flora dan fauna, yang sunyi sepi atau meditasi di
hutan
> beton yang dipenuhi segala macam penyakit sosial dan mahluk yang
> lebih buas daripada singa, lebih menyeramkan daripada iblis yaitu
> manusia, anda, saya, dan semua orang.
> Nah jika anda telah bisa bermeditasi di "hutan beton" seperti yang
anda bilang, saya sendiri sangat kagum karena misalnya untuk saya
sendiri perlu ketenangan untuk berlatih meditasi tahap permulaan
seperti saya ini. Tidak seperti anda yang memang telah beberapa kali
retreat dengan berbagai macam metode.
> Lalu apakah menurut anda, sejak pertama anda sudah bisa langsung
untuk bermeditasi dengan baik di "hutan beton"??Apakah latihan
meditasi yang dulu anda pernah lakukan itu sama sekali tidak membawa
pengaruh terhadap meditasi anda sekarang ini??Kenapa anda dulu
melakukannya??
>
> Bagaimana saudara Cang le, masih mau ke myanmar, cuma 5 juta
rupiah
> lewat darat pake perahu kayu dari singapura, asal jangan kena
Tsunami
> aja...he..he..he...
> Wahh pak, buat saya merupakan karma baik yang sangat besar jika
saya bisa meditasi di Myanmar. Kebetulan saya sudah ke beberapa
vihara hutan di Thailand yang sangat saya kagumi.
> Ada seorang bhikkhu yang bermeditasi di hutan selama dua minggu
tanpa turun ke Dhammasala. Begitu beliau turun, para bhikkhu yang
lain juga sangat menghormatinya dan langsung menyambutnya dengan rasa
gembira.
> Mereka menyambut dengan gembira bukan karena mereka men "dewa"kan
beliau, tapi karena mereka sendiri juga belum mampu bermeditasi
seperti beliau.
> Para Bhikkhu tinggal di vihara hutan yang malamnya tidak ada lampu
dan mereka pindapatta dengan berjalan jauh ke desa sekitarnya.
> Nah saya yakin di Myanmar, Laos, dll juga seperti itu dan merupakan
karma baik yang sangat besar jika saya dapat mengunjunginya, bahkan
jika bisa bermeditasi disana.
>
> Vajradeva (Orang suetressss)
> Wah Pak, jangan suetressss........biasanya kalo orang suetresss
bisa jadi ngaco tuch.
>
> Mettacittena,
> Cang Le
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/