Sdr. Vajradeva,
Saya agak bingung dengan pernyataan Anda 'kalau di Indonesia ...'. Saya tinggal di Indonesia, tetapi saya tidak diajarkan seperti yang Anda katakan.
Mengenai nama2 yang saya sebutkan, Anda bisa mengoogle dan akan menemukan banyak tulisan/artikel tentang mereka.
Berikut adalah sedikit penjelasan tentang mereka:
1. Thich Nath Hahn: seorang bhikshu Chan (Zen) dari Vietnam, beliaulah yang pertama kali menggunakan istilah SEB. Tulisan2 tentang beliau sering dimuat di milis ini.
2. Sulak Sivaraksa: pemimpin INEB (International Network of Engaged Buddhists) dari Thailand. INEB ini mengadakan pelatihan SEB, yang terakhir, diikuti oleh peserta dari Hikmahbudhi dan Ekayana.
3. Chengyen Fashi (Pinyin: Zhengyan Fashi): bhikshuni dari Taiwan. Pemimpin gerakan Tzuchi (Pinyin: Ciqi) yang bergerak dalam kegiatan sosial, tanpa membedakan ras, suku, dan agama.
4. HH Dalai Lama: pemimpin spritual tertinggi dari Tibetan Buddhism. Beliau mendapatkan hadiah nobel perdamaian pada tahun 1989.
5. Ariyaratne: pemimpin pergerakan Sarvodaya Shramadana. Organisasi terbesar di Sri Lanka. Tulisan tentang beliau pernah dimuat di milis ini tanggal 4 Februari.
6. Daisaku Ikeda: pempimpin (SGI) Soka Gakkai International. Soka Gakkai termasuk sekte2 Nichiren yang sering dipandang sebelah mata oleh sekte2 lain. Kenyataannya Daisaku Ikeda banyak menulis buku Buddhis yang bermutu, salah satunya adalah 'Choose Life', dialognya dengan Arnold Toynbee.
mettacittena,
KH
Deva <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saudara King Hian sepertinya kalau di Indonesia kami diajarkan cuma bhikkhu-bhikkhu T yang handal dalam hidup sederhana, ahli dalam meditasi, dan vinaya yang ketat.
Tapi kalo dilihat dari cuma sederet nama itu tidak jaminan, kita, saya pribadi perlu bukti-ti-ti-ti.
coba beri ulasan yang lengkap dong jangan cuma ngasih nama doang seperti yang lain, bagaimana cara mereka hidup,apa yang dijalankan, kelebihan apa yang mereka miliki???????????????????
Tapi thengkyu juga atas infonya itu
Vajradeva, Orang SKEPTIS
--- In [email protected], King Hian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sdr. Vajradeva,
> Pemikiran yang membeda-bedakan T dan M seharusnya sudah jauh
ditinggalkan. Karena masalah yang kita hadapi sebenarnya jauh lebih
besar daripada dikotomi T dan M.
> Selama ini banyak umat Buddha yang berbicara tentang keunggulan
Buddha Dharma, tentang cinta kasih universal, tentang harapan 'semoga
semua mahluk berbahagia', dll. Tetapi semuanya itu jauh tinggi di
awang2, kita hanya jago teori yang praktiknya jauh tertinggal.
> Salah satu yang dicoba dirintis di milis ini adalah belajar dan
mempraktikkan Socially Engaged Buddhism, belajar menjadi umat Buddha
yang 'menginjak bumi', tanpa membeda-bedakan T dan M.
> Setahu saya, tokoh2 Buddhis yang mengusung konsep SEB pun terdiri
dari berbagai kalangan, antara lain: Thich Nath Hahn, Sulak
Sivaraksa, Zhengyan Fashi, HH Dalai Lama, Ariyaratne, Daisaku Ikeda.
>
Do you Yahoo!?
Make Yahoo! your home page
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
