FUNGSI SEORANG GURU Diambil dari 'The Functions of a Teacher", Unpopular Essays, hlm. 112-123.
Artikel dalam buku: PERGOLAKAN PEMIKIRAN Kumpulan Karangan Bertrand Russell Diterjemahkan oleh Mochtar Pabottinggi Yayasan Obor Indonesia dan PT. Penerbit Gramedia, Jakarta, 1988 Bagian 6 Lebih dari itu, apa yang harus ditanamkan seorang guru kepada murid-muridnya, jika demokrasi hendak dipertahankan, ialah jenis toleransi yang lahir dari usaha untuk memahami mereka yang pandangan-pandangannya lain dari kita. Mungkin sudah merupakan naluri manusia yang wajar untuk memandang tiap sikap dan kebiasaan yang berbeda dengan kebiasaan kita dengan ketakutan dan kebencian. Semut dan orang primitif membunuh orang-orang yang asing bagi mereka. Dan mereka yang belum pernah bepergian serta tinggal di negeri orang, secara fisik atau mental, akan merasa sulit untuk menerima cara-cara aneh dan kepercayaan-kepercayaan asing dari bangsa, zaman, sekte, atau aliran politik lain. Jenis intoleransi naif seperti ini adalah antitesis dari pandangan beradab, dan merupakan salah satu bahaya terbesar yang dihadapi oleh dunia kita yang padat ini. Sistem pendidikan haruslah direncanakan untuk meniadakan intoleransi demikian, tapi sekarang sedikit sekali yang dilakukan ke arah ini. Di tiap negeri, perasaan nasionalisme dibangkit-bangkitkan, dan murid-murid diajar (apa yang memang siap untuk dipercayainya) bahwa penduduk negeri-negeri lain secara moral dan intelektual lebih rendah dibanding dengan penduduk tempat murid-murid bersangkutan berada. Histeria kolektif, yakni emosi manusia yang paling gila dan paling kejam, ditiup-tiupkan dan bukannya dikikis, dan anak-anak dianjurkan untuk percaya akan apa yang sering didengarnya, bukan akan apa yang mempunyai dasar rasional untuk dipercayai. Sehubungan dengan semua keadaan buruk tersebut, bukan guru yang harus disalahkan. Mereka tidak bebas mengajar sebagaimana yang dikehendakinya. Merekalah yang paling mengetahui kebutuhan anak-anak. Celakanya, bukan mereka yang memutuskan apa yang harus diajarkan atau cara-cara pengajaran bagaimana yang sebaiknya dipakai. Seharusnya diberikan lebih banyak kebebasan dalam bidang pendidikan. Seharusnya lebih banyak kesempatan bagi prinsip menentukan arah sendiri, lebih banyak kemerdekaan dari campur tangan kalangan birokrasi dan orang-orang fanatik. Sekarang ini tidak akan ada orang yang setuju mengharuskan dokter mengikuti kehendak penguasa yang bukan dokter dalam hal bagaimana ia harus mengobati pasiennya, kecuali tentu saja jika ia menyimpang secara kriminal dari tujuan kedokteran, yakni untuk menyembuhkan pasien. Guru adalah semacam dokter yang tujuannya mengobati penyakit kepicikan, tapi tidak memutuskan sendiri berdasarkan pengalaman cara-cara apa yang paling cocok untuk tujuan ini. Berkat prestisenya, beberapa perguruan tinggi bersejarah yang besar telah memperoleh hak untuk menentukan diri sendiri, tapi mayoritas luar biasa dari lembaga-lembaga pendidikan dihambat dan dikendalikan oleh orang-orang yang tidak memahami pekerjaan ditambah lagi oleh campur tangan mereka. Satu-satunya cara untuk menghindari totalitarianisme dalam dunia kita yang sangat terorganisasi ini ialah memberikan suatu tingkat kemerdekaan bagi badan-badan pelaksana pekerjaan umum yang bermanfaat, dan di antara pekerjaan-pekerjaan demikian para guru berhak memperoleh tempat istimewa. Seperti halnya seniman, filsuf, dan pengarang, seorang guru hanya dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik jika ia merasa dirinya didorong oleh naluri kreatif yang dalam, dan tidak didominasi atau dikekang oleh suatu kekuasaan dari luar. Dalam dunia modern, sangat sulit untuk menemukan suatu tempat bagi individu. Individu mungkin bertahan di puncak sebagai diktator negara totaliter atau sebagai gembong plutokrat di suatu negeri industri raksasa, tapi dalam bidang pengembangan pikiran makin lama makin sulit untuk mempertahankan kemerdekaan individu dalam berhadapan dengan kekuatan-kekuatan terorganisasi yang besar dan yang mengendalikan kehidupan manusia. Jika kita tidak ingin kehilangan manfaat yang dapat dipetik dari manusia-manusia paling bijaksana, kita harus menemukan suatu cara untuk memberi mereka ruang dan kebebasan dalam berkiprah, terlepas dari adanya organisasi. Ini juga berarti suatu pengekangan diri dari mereka yang berkuasa. dengan suatu kesadaran bahwa ada orang-orang yang harus diberi kebebasan bergerak. Di zaman Renaisans, Paus sanggup memberikan peluang bagi para seniman. Akan tetapi orang-orang yang berkuasa di kurun kita tampaknya mengalami lebih banyak kesulitan untuk menghargai manusia-manusia istimewa. Pergolakan zaman kita tidak memungkinkan munculnya kembang-kembang kebudayaan. Orang kebanyakan senantiasa dihantui oleh ketakutan, dan dengan demikian tidak bersedia menenggang kebebasan yang dianggapnya tidak perlu. Mungkin kita harus menunggu masa-masa yang lebih tenang sebelum tuntutan akan peradaban kembali dapat mengatasi tuntutan akan semangat perpecahan. Sementara itu adalah penting bahwa setidak-tidaknya ada di antara kita yang tetap menyadari terbatasnya apa yang bisa dicapai oleh organisasi. Tiap sistem harus menyediakan jalan-jalan keluar serta perkecualian-perkecualian, sebab jika tidak demikian, sistem itu pada akhirnya akan menghancurkan semua hal yang terbaik pada manusia. Selesai ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
