Rekan kreshna dan anggota milis semua,
 
Namo Buddhaya,
 
Sekuntum Teratai buat Anda, seorang calon Buddha.
 
 
kreshna amurwabumi nulis begini:
Adakah Ciri-ciri Budhis ?

Dalam milling  list beberapa waktu yang lalu terutama
waktu menyinggung soal pindah agama, ada yang
mengatakan bahwa dia tidak berkeberatan orang pindah
agama karena akan lebih berbahagia/tenang. Di
masyarakat kita juga sering mendengar pernyataan bahw
semua agama sama. Orang yang menganggap semua agama
sama biasanya tidak mengakui penafsiran resmi dari
masing-masing tokoh agama yang mewakili agama
tersebut. Mereka berpandangan tujuan agama itu sama
yaitu untuk memperbaiki manusia. Apakah kalau tujuan
sama itu otomatis sama?. Apakah dalam doktrin yang
satu dikatakan boleh membunuh mahluk lain sedangkan
yang satu tidak boleh membunuh mahluk lain bisa
dianggapa sama ?. Pertanyaan semacam ini tidak
terjawab karena mereka tidak pernah menerangkan
dibagian apanya yang sama.
-------------------------------------
 
Wijaya merespon:
 
 
Konon persamaannya adalah "level tertinggi yg bisa dicapai umatnya di masing masing agama --besar-- punya ciri-ciri yang sama, yaitu  LENYAPNYA EGOISME".
 
Karena ciri-ciri level tertinggi masing-masing agama sama, maka perbedaan di level awal, sebaiknya tidak usah diributkan. Biarkan masing-masing menjalankan methode awal yg memang beda. Toh akhirnya ujung-ujungnya sama. Dari pandangan demikian, timbul saling menghargai yg bukan dibuat-buat. Sehingga tidak ada perasaan merendahkan satu sama lain.
 
Silahkan mereka yg punya pandangan tersebut menambahkan dan meluruskan.
 
 
Sekedar kongkow-kongkow ya. Saya pikir ini berkaitan topiknya jadi saya satukan saja.
 
Buddhisme ngajarin ANATTA. Terjemahannya yg baku apa, saya sendiri bingung.
=Tidak ada aku yg kekal. (Apakah berarti ada, eksis 'atta/aku' yg tidak kekal?)
=Tanpa Roh, Tanpa Inti, Tanpa Jiwa, Tanpa aku
=Bukan aku
=.....
Belum lagi ada yg nyebut psikologikal-etikal, betul-betul saya keblinger tujuh keliling. So, ada ganjelan di pikiran, lanjut waktu dipakai buat mencari-cari jawaban, pengertian yg masuk akal sendiri
 
So, sambil nyeruput neskape, muncul 'ilham', 'wahyu', 'nyana' (dalam tanda kutip ^_^ ) :
 
Level tertinggi di Buddhisme adalah menembus realitas Anatta, disebut mencapai Arahat atau Buddha.
 
Kebahagiaan kita tergantung dari ketebalan atau ketipisan ego kita.
  • Makin tebal ego kita, makin menderita, frustasi, kecewalah kita.
  • Makin tipis ego kita, makin tipis pula penderitaan bathin --bukan fisik--, rasa frustasi, rasa kecewa kita.
  • Dan puncaknya, level tertinggi, kebahagiaan tertinggi yg bisa kita capai adalah lenyapnya ego, keakuan kita secara tuntas tanpa sisa.
 
MUNGKIN Sang Buddha --menurut 'wahyu', jadi tanpa argumen, ayat pendukung-- hendak mengajarkan bahwa kita bisa mencapai kehidupan tanpa ego. Hidup tanpa ego adalah bisa direalisasikan.
 
Si 'aku' (atta/Pali) adalah yang berkata/berpikir,"Ini milikku, ini aku,
ini rohku (etam mama, eso hamasmi, eso me atta'ti)." <Buddha Gotama>
Fisik kita, pendapat kita, kebangsaan kita, ajaran agama kita diindentikkan dengan aku. Maka bila ada yg menyinggung milik kita --hal-hal itu--, kita merasa diri kitalah yg disinggung.
 
Kata Sang Buddha, Dhamma berada sangat dekat.  Kok menterjemahkan ANATTA aja kita kebanyakan --yg masih awam--  bingung. Apakah bisa disederhanakan pemahaman ANATTA itu dengan 'wahyu', 'nyana' di atas? Paling tidak, bisa membuat pikiran puas secara intelektual.
 
 
Karena renungan ini masih mentah, belum punya argumen pendukung--ayat-ayat Tipitaka--, mohon masukan dan koreksi. Tujuannya agar umat bisa mudah memahami makna anatta secara intelektual. Sehingga keinginan untuk bertanya kesana kesini, bisa dicut sampai di sini. Sebab, kalau masih simpang siur, bingung, tentu jadi ganjelan, pikiran akan mencari-cari jawaban.
 
 
Salam metta,
Wijaya
 
 


Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
� Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
� Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke