Salam Metta,
 
Daripada ber-polemik yang tidak ketahuan tujuannya, lebih baik masing-masing pihak kembali ke 'basic' bahwa semua yang anda katakan adalah asumsi anda sendiri. Coba tinggal saja di Myanmar, anda akan merasakan sendiri dan anda akan mengetahui sendiri apakah asumsi anda benar atau tidak? Semua itu khan cuma tergantung dari sudut mana anda memandang ..... Saya terus terang tidak ingin berpendapat apapun, karena pendapat saya mungkin tetap akan salah bagi beberapa orang meskipun saya telah menjalaninya selama 4 tahun.....
 
Kammically Yours, Hanafi
----- Original Message -----
From: Wulandari
Sent: Friday, April 08, 2005 6:14 AM
Subject: Re: [Dharmajala] Re: good questions good answer

> Mungkin saya harus meralat tanggapan saya. Jawaban nomor 10 itu agak
> aneh. Menghubungkan agama dengan negara atau taraf kebahagiaan rakyat
> itu agak susah.
 
Anda menyatakan negara sebagai pemerintah, saya melihat negara adalah rakyat.
 
 
Menyatakan rakyat Myanmar hidup bahagia walaupun
> "miskin" karena mayoritasnya buddhis adalah hal yang aneh. Di jepang
> yang mayoritas shinto atau buddhis, tingkat bunuh dirinya tergolong
> tinggi. Dua hal ini saling mengkontradiksikan.
 
Saya tidak bisa bilang rakyat Jepang itu Buddhis yg benar-benar Buddhis. Tetapi kesederhanaan rakyat Myanmar (Golden Land) membawa mereka pada wajah-wajah yang damai dan bahagia.
 
 
Mungkin rakyat myanmar
> hidup bahagia walaupun pemerintahannya sucks... tapi hubungannya
> dengan buddhis itu sedikit.
 
Lho, rakyat Myanmar itu bahagia karena praktik Buddhis, sedang pemerintahnya tidak praktik Buddhis (serakah).
 
 
Mungkin rakyat jepang banyak yang bunuh
> diri walaupun ekonominya kuat... tapi hubungannya dengan buddhis itu
> sedikit. Ah entahlah... menghubungkan agama dengan negara adalah hal
> yang susah.


Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.





Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke