Dear all,
Jangankan 'mengetahui' hari kiamat.....apa yang akan terjadi besok atau 
lusa atau minggu depan saja manusia tidak bisa memastikan! Maka sebaiknya 
berbuatlah yang terbaik pada hari ini:-)
salam,
tirta

On Mon, 11 Apr 2005, Dananjaya wrote:

>
>
> Dear all members,
>
> Sebetulnya hal tersebut memang sering dihembuskan oleh saudara kita di
> keyakinan lain, tujuannya adalah mendorong umat mereka agar lebih
> memiliki keyakinan (ketakutan) kepada agamanya.
>
> Hal ini sering juga saya lakukan sebelum saya menjadi pengikut ajaran
> Buddha. So kapan menurut Sutta Buddha kiamat akan terjadi??
>
> Perbandingan sejumlah biji motar/wijen (itung kasar 1x1 mm) yang
> jumlahnya 16 x 16 x 16 km (ada ungkapan di sutta 1x1x1 yojana biji
> wijen atau sejenis mustar) lalu diambil 1 biji setiap 100 thn kalo
> habis baru satu kappa (satu kali umur bumi dari muncul sampai lenyap)
> 1 km ada 10 pangkat 6 mm jadi jumlah wijennya adalah 4096 . 10 pangkat
> 18, setiap seratus tahun diambil 1 (semoga saya salah hitung).
> Berapa lama kita sudah hidup, Itung saja kira di bumi ini ada lima
> Sammasam-Buddha jadi bagi enam dan kita sudah menjalani yang ke-empat
> yaitu Buddha Gotama, nanti akan ada Buddha Metteya, setelah ajaran
> Beliau lenyap baru mulai muncul tanda-tandanya.
>
> So jangan khawatir kapan kita akan mengalami kiamat, khawatirlah kalau
> pada kehidupan ini kita tidak memahami ajaran Buddha dari segi
> pengalaman hidup, menunggu setelah mati itu hanya boleh dijalani
> seorang penjudi gila.
>
> Anumodana
>
> dananjaya
> --- In [email protected], Morpheus FreeYourMind
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Beberapa waktu belakangan, beredar berbagai macam tulisan baik di
> media massa maupun di internet yang pada intinya menyatakan bahwa dua
> gempa bumi yang terjadi di sebelah barat Sumatera merupakan peringatan
> dari Tuhan. Segala argumen pun sempat keluar dari otak kreatif mereka
> dengan mengait-ngaitkan betapa "pas" waktu terjadinya gempa tersebut,
> yaitu sehari sesudah Natal dan sehari sesudah Paskah (salah satunya
> adalah tulisan Mang Ucup berikut:
> http://indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=5489).
>
> Dalam tulisan tersebut juga diperingatkan agar pembaca berhati-hati,
> karena semakin seringnya gempa itu merupakan tanda-tanda bahwa kiamat
> sudah dekat dan semuanya sudah diramalkan di kitab mereka.Untuk
> membuat anda semakin yakin, dimuatlah statistik "ilmiah" berikut (yang
> konon berdaftar pustaka dari US Geological Survey Earthquake Report):
>
> Dari th 1890 s/d th 1899 hanya 1
> Dari th 1940 s/d th 1949 hanya 4
> Dari th 1960 s/d th 1969 sudah mencapai 13 Dari th 1960 s/d th 1979
> terjadi 56 gempa kenaikan 4 kali lipat Dari th 1990 s/d th 2000
> terjadi 193 gempa kenaikan hampir 4 kali lipat lagi
>
> Penasaran, Morpheus segera melakukan riset ke websitenya USGS,
> ealaaah... ternyata jawabannya begitu sederhana: jaman doeloe
> sismograf yang terpasang sangat sedikit dan teknologi informasi juga
> blom semaju sekarang, tentu aja gempa yang terdeteksi dan diketahui
> oleh manusia juga sedikit.
>
> Untuk jelasnya, mri kita liat kutipan dari USGS berikut ini:
> http://neic.usgs.gov/neis/general/increase_in_earthquakes.html
> ---
> Kami kerap kali menerima pertanyaan dari segala penjuru dunia mengenai
> bertambah seringnya gempa bumi. Walaupun kelihatannya kita mendengar
> gempa bumi menjadi lebih sering, sebenarnya gempa bumi skala 7.0 atau
> lebih terjadi secara konstan / teratur.
>
> Penjelasan parsial terdapat pada kenyataan bahwa dalam 20 tahun
> terakhir, tentunya kami melihat peningkatan jumlah gempa bumi yang
> dapat kita ketahui setiap tahun. Ini disebabkan oleh sangat pesatnya
> penambahan stasiun sismograf (alat pengukur getaran -morph) di dunia
> dan juga kemajuan komunikasi global. Di tahun 1931, hanya ada 350
> stasiun beroperasi di dunia; sekarang, ada lebih dari 8000 stasiun dan
> sekarang data mengalir dengan sangat deras dari stasiun-stasiun
> tersebut melalui email, internet dan satelit. Hal ini memungkinkan
> kita dan pusat-pusat sismograf untuk mengetahui lokasi gempa dengan
> cepat dan juga mengetahui lokasi gempa-gempa kecil yang tak bisa
> terdeteksi sebelumnya. NEIC sekarang mendeteksi sekitar 20.000 gempa
> setiap tahun, atau sekitar 50 kali sehari. Juga, karena kemajuan
> teknologi komunikasi dan peningkatan minat terhadap lingkungan dan
> bencana alam, masyarakat sekarang juga lebih mempelajari gempa bumi.
>
> Menurut catatan jangka panjang (sejak 1900), kita dapat mengatakan
> bahwa ada 18 gempa bumi besar (7.0 - 7.9) dan satu gempa bumi dasyat
> (8.0 or above) dalam tahun APA PUN.
> ---
>
> Jadi ternyata, TIDAK ADA peningkatan gempa bumi sama sekali!
>
> Demikianlah betapa berbahayanya arus disinformasi yang datang dengan
> segala manipulasi datanya yang diarahkan untuk kepentingan tertentu.
> Betapa informasi dari sumber yang sama (USGS) bisa dipakai untuk dua
> kepentingan yang berbeda. Kalau anda memperhatikan, begitu banyak hoax
> (berita bohong) ataupun urban legend yang beredar di internet melalui
> email. Jangan sampai anda menjadi salah satu orang yang turut
> menyebarkannya dengan ikut-ikutan memforward...
>
> morpheus
> ------
> * I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door.
> You're the one that has to walk through it
> * What is "real"? How do you define "real"?
> * You have to let it all go, Neo. Fear, doubt, and disbelief. Free
> your mind
> --- End forwarded message ---
>
>
>
>
>
>
>
> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
> maupun di luar diri saya.
>
> Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
> tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
> serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
> Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
> latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
> agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
> sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
> Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
> asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
> kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
> para guru, serta sahabat-sahabat kami.
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke