Ya.....organisasi Buddhist, Wihara, Yayasan dan lain-lain telah dikenal sebagai Organisasi FREE BUYER....pencari barang-barang gratis atau bisa dibilang kita membangun perkumpulan pengemis.....BUKANKAH BEGITU......
Padahal SDM-SDM budhist beserta resourses sangat memadai untuk bisa menciptakan suatu oragnisasi yang mandiri tanpa harus bergantungan terus kepada donatur...........walaupun harus akui bahwa SDM dan Networking yang ada tidak sehebat katolik dan gereja.....tapi kalau tidak kita mulai sekarang kapan lagi untuk bisa bergerak maju......selalu ada saja yang memberikan alasan bahwa belum saatnya kita kearah sana....dan kemudian duduk diam tanpa melakukan apa-apa......so......siapa yang bisa disalahkan....KARMA? BERPANDANGAN YANG SALAH? dll..... masing-masing sibuk mencari perbedaan satu sama lain.,.....sibuk membangkitakn kelompok masing-masing dan tidak menyadari kalau memang dirinya sebenarnya TIDAK TAHU, TIDAK MENGERTI apa tujuan sesungguhnya.....baik bagi anggota SANGHA maupun MAJELIS-MAJELIS dan yang kasihan adalah umat awam yang tidak tahu atau kadang kala tidak mau tahu kalau sedang dikotak-kotakan oleh egoisme masing-masing majelis, kelompok, perwakilan dll. kembali lagi kepada organisasi pengemis atau FREE BUYER.....kenapa dikatakan begitu....alasannya adalah: 1. seiap kali ada perayaan apa saja selalu para donatur potensial yang ditodong oleh para pengemis dengan iming-iming menanam buah kebajikan....padahal belum tentu acara yang akan digelar sesuai dengan dharma. misalnya perayaan ulang tahun suatu organisasi, dll..... 2. FREE BUYER atau pencari barang-barang gratisan.....semua pihak tahu kalau memang umat senang untuk memberikan andil dalam suatu kegiatan keagaamaan, negativenya selalu ada saja orang-orang, pengurus, aktivis yang selalu memanfaatkan semuanya dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang GRATIS.....seperti contoh.....ada satu organisasi mengadakan acara dengan budget yang diuraikan sebagai berikut: 1. Acara di hotel Transportasi Rp. x Komsumsi Rp. x Akomodasi Rp. x dll Rp. x total Rp. xxxx bandingkan dengan yang dibawah ini Acara di wihara/sarana wihara Transportasi Rp. 0 Akomodasi Rp. 0 Konsumsi Rp. x dd Rp. x total Rp xxxx - 2x disini bisa kita lihat dengan logika ekonomi dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut..... apakah dengan mengunakan sarana wihara terus berarti tidak ada biaya? ....... jawab: walaupun mengunakan sarana wihara biaya tetap ada seperti biaya utk PLN, BBM, Pajak, Operasional, Perawatan, dll. Kalau ada biaya, darimana sarana yang membutuhkan biaya tersebut dapat ditutupi kalau semuanya mengunakan secara gratis..?? jawab: tidak ada resourses kecuali kalau kita ke PLN and bilang sama petugas PLN kalau yang mengunakan listrik adalah BUDDHA dan ketika mendengar ini semua bill akan lunas/grats/tidak usah bayar.....begitu juga kalau ke telkom....dengan alasan yang sama apakah mereka akan memberikan secara cuma-cuma......kalau iya....bearti anda mungkin harus memberikan informasi yang lengkap utk seluruh wihara di indonesia...... Sekali lagi,,....wahai para PENGEMIS-PENGEMIS.....berubahlah menjadi mandiri paling tidak stop menganggu umat-umat dengan berbagai macam proposal........ada bagusnya jika semuanya bisa mandiri....berdiri diatas kaki sendiri....bukan mengambil kulit pantat umat lalu digunakan untuk jadi topeng untuk memberikan sesuatu dengan mengatas namakan kelompok/golongan Cukup keras kan ya........wake up man.....wake up HARDY CHUNG >From: Iskandar Wanagiri <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [email protected] >To: [email protected] >Subject: [Dharmajala] EBRC product paling hanya dijual di bursa??? >Date: Sat, 16 Apr 2005 12:14:49 -0700 (PDT) > > >Namo Buddhaya > >Saya kira kalau ada produk2 Buddhist yang cukup bermutu, baik kwalitas isi >maupun kwalitas kemasannya, sebaiknya diutamakan disebarkan lewat toko2 >buku umum ataupun toko2 CD/kaset diluar vihara. Lalu kita umat Buddha >sebaiknya (bagi yang sering jalan2 ke mall atau ke toko buku/ kaset) >membeli produk tersebut di toko2 tersebut dan bukannya membeli di bursa >Vihara. > > > >Praktek yang kita lakukan sekarang, produk buku2 dhamma - kaset2 lagu - >komik2 Buddhist - VCD Buddhist, yang saya nilai sudah sangat >representative, hanya disebarkan/ dijual di bursa2 vihara dan tidak dijual >di toko di luar vihara. Bahkan sering kali di bagikan gratis begitu saja. >Sayang seribu sayang. > > > >Dari sisi effect multiplier, pola ini kurang memberikan effect positive >yang maksimal. Pola ini hanya memudahkan kita umat Buddha memperoleh materi >tersebut. Setelah itu selesai. Tidak ada effect lainnya. > > > >Saya pikir kita perlu memulai langkah yang lebih pragmatis. > >Produk2 tersebut diutamakan dijual lewat toko2 diluar vihara. Bursa2 vihara >hanya untuk display produk alias hanya untuk alat promosi. Dan itu berarti >lahan promosi gratis. Kalaupun dijual di bursa, untuk jumlah sangat >terbatas. > > > >Fine, produk tersebut di produksi atas dukungan sponsor dan oleh karena itu >dibagikan gratis. Ada sponsor, itu sangat bagus. Tetapi tetap produk itu >tidak dibagikan gratis tetapi dijual dengan harga dumping. > > > >Apa yang bisa kita peroleh? > >1. Diluaran sana sebetulnya banyak orang yang tidak pernah ke vihara tetapi >kalau melihat produk2 Buddhist, dia tertarik untuk membeli. Orang2 seperti >ini tidak pernah kita perdulikan. Dengan cara ini, mereka bisa kita >jangkau. > >2. Dengan umat Buddha membeli produk tersebut di toko diluar vihara, >berarti toko itu menjadi senang menjual produk2 Buddhist karena >menguntungkan. Dan itu mendorong toko tsb untuk tetap menjual produk kita. >Nah, ini teknik menyebarkan dhamma secara tidak langsung. > >3. Dengan produk dhamma tersebar luas di pasaran, Buddha Dhamma menjadi >tidak eksklusif seperti kecenderungan sekarang ini. Dengan cara ini Buddha >Dhamma menjadi lebih terbuka dan meng-global. Dan harapan kita, Buddha >Dhamma menjadi mudah diterima oleh masyarakat luas. > >4. Dengan adanya sponsor atas produksi produk tersebut, ini menjadikan kita >tidak khawatir rugi atas penjualan ini. Tetapi sebaliknya, dana dari pihak >sponsor menjadi semacam dukungan modal bagi kelangsungan publikasi Buddha >Dhamma. Sementara ini mungkin pihak sponsor akan kaget kalau produk yang ia >sponsori ternyata dijual oleh vihara. Sponsor perlu dijelaskan tentang >konsep berpikir semacam ini. Karma baik mereka menjadi terus bergulir >ibarat bola salju. Yang sekarang terjadi, sponsor berdana 10juta habis >dalam sekejab karena dibagikan gratis. Bahkan tidak jarang produk yang >mereka sponsori, tercecer begitu saja dilantai atau dipojok vihara, karena >dibagikan gratis yang membuat kesan kurang bernilai. Sayang sekali. > >5. Dan sebagainya .......... masih banyak lagi. Silahkan, kalau anda ada >ide, silahkan nambahin.............. > > > >Ayo, kita publikasikan dan sebarkan Buddha Dhamma agar menjadi lebih dekat >dengan masyarakat luas. > > > >Kalau ada komentar, silahkan. > > > >Mettacittena, > >Iskandar Wanagiri > > >Agus Dharmawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > >Namo Buddhaya > > > >Rekan2 semua jangan lupa dengerin > >soft opening > >di radio cakrawala hari sabtu tgl 9 April di > >radio cakrawala (Buddha Subhasita) jam 8 malam > >Lagu kasih BUddha Sepanjang MAsa akan di putar > >show stay tune yah. > >sebagai informasi > >Ketua Paduan Suara Ekayana Buddhist Residence Choirs Sdr.Weidy > >sebagai nara sumber nya di wawancara Mr. Po > >kami perlu dukungan kalian s'mua Rekan2 > >Regards, > > > > > >--------------------------------- >Do you Yahoo!? > Plan great trips with Yahoo! Travel: Now over 17,000 guides! _________________________________________________________________ Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today - it's FREE! http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
