|
Makan sambil berdoa atau merenungkan terlebih
dahulu itu sangat bagus karena dapat mengembangkan perasaan bersyukur.
teman2 saya yang dari kristen semuanya berdoa dahulu sebelum makan. tetapi baik
yang berdoa atau pun tidak punya satu persamaan, mereka sering membuang2
makanan, nasi, mengkritik makanan yang tidak sesuai seleranya dsb. saya pernah
menasehati buat apa mereka berdoa tapi membuang nasi/makanan? mereka menjawab
daripada sakit perut karena kekenyangan. Sy balas menjawab kan bisa dikurangi
nasinya sebelum makan atau jgn pesan sayur kebanyakan? Setelah itu ya tetap
begitu sampai sekarang, beberapa mungkin berubah, sy tdk tahu, tapi krn apa
yg dilakukan atau belum dilakukan orang lain itu tidak
penting, apa yg kita lakukan atau yg belum kita lakukan itu yg lebih
penting. jadi berdoa maupun tidak, habisi makanan Anda ya... jgn buang2 makanan
yg masih layak dimakan.
jika ada kata2 saya yg menyinggung perasaan Anda,
percayalah itu salah saya, jika ada kata2 saya yg bermamfaat bagi Anda,
percayalah itu salah Anda sendiri.
Edi s.
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, April 26, 2005 8:23
AM
Subject: Re: [Dharmajala] Re: berdoa
sebelum makan
dear all,
mau sedikit menambahkan nih...
kalau umat agama lain berdoa...ya tidak apa2 biarkan saja dia menjalankan
ajarannya. kalau umat buddha tidak perlu ikut2an. doa itu kan cuma
budaya.
perenungan paling simple pada saat kita melakukan berbagai aktivitas
(temasuk makan), ya... "semoga semua mahluk berbahagia".... beres kan..??
;p
betul kata ko dananjaya, kita harus tetap dalam keadaan sadar. :)
thanks,
dian
Dananjaya <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Yang
paling bagus itu makan sambil sadar, paling tidak kalo makan ya makan
jangan terlalu banyak pikiran dan pasti belajar menghargai
makanan
dananjaya (sorry buru-buru)
--- In
[email protected], "Wijaya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >
> Kalau Para Bhikkhu dan Samanera sebelum makan melakukan
perenungan, bukan > doa. > > Salah satunya (kurang
lebih intinya begini, tepatnya dan komplitnya saya > lupa,
maaf): > Saya makan untuk mengobati fisik saya (lapar), bukan untuk
menambah > penderitaan. > > Dari perenungan itu, bisa
tumbuh kebijaksanaan, bahwa kita makan bukan untuk > kesenangan,
apalagi sampai sakit karena kekenyangan. Dari perenungan itu > kita
tidak terikat pada enaknya rasa makanan, tidak makan
melebihi batas. > > Mungkin rekan lain ! bisa
menambahkan. > > Salam metta, > Wijaya > >
----- Original Message ----- > From: "virion649281"
<[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> >
Sent: Saturday, April 23, 2005 2:30 PM > Subject: [Dharmajala] berdoa
sebelum makan > > > > > > >
> > > Namo Buddhaya, > > saya mau nanya, dalam agama
Buddha apa ada 'doa' atau mantra/paritta > > yg perlu diucapkan
seblum makan? soalnya saya liat biasanya umat > > Buddha jarang(tak
pernah malah) berdoa, sedangkan umat agama lain > > berdoa dulu
sebelum makan.Thanks > > > > > > > >
metta, > > shenli >
>
Menyadari apa yang
sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri
saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk
menanami t! aman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi
pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian
penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu
melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran
dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih,
menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi
ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa
syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat
kami.
__________________________________________________ Do You
Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang
terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami
kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati
kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk
melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala
sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami
belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih,
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
|