Namo Buddhaya,

menurut saya, yang terpenting itu adalah apakah maksud / tujuannya 
dari bersilat lidah itu. Tujuan yg tidak baik dari bersilat lidah, 
dimana kata2nya dibuat jadi semanis mungkin, padahal maksud tujuannya 
adalah tidak baik, tetap saja kata2 manis tsb adalah tidak baik.
Bagitu juga sebaliknya. Kata2 yang agak kasar tapi mempunyai tujuan 
baik, misalnya untuk menasehati seseorang yang telah 'dibutakan' oleh 
kebodohannya, dimana kekasaran itu dibutuhkan, maka kata2 itu dapat 
dikatakan bermanfaat.
Tetapi terkadang kita masih sukar memutuskan, kata2 mana yang akan 
kita pakai untuk tujuan baik kita, apakah kita harus menggunakan 
kata2 halus, ataukah kata2 yg agak kasar tadi ?
Menurut saya, kita perlu juga memperhatikan bbrp faktor lainnya, spt: 
dengan siapa kita bicara, dimana kita bicara, bgmana kedekatan kita 
dengan orang yang kita ajak bicara (hubungan sosialnya).
Bila kita berbicara dgn teman yang sudah dekat / akrab, maka kita 
bisa lebih bebas dalam artian bisa berbicara dgn gaya yg kita 
inginkan. Tapi bila kita berbicara didepan umum, dimana banyak orang 
yang akan mendengarkannya (atau menulis di milis), maka nilai2 
kesopanan harus diperhatikan. Jangan sampai karena ingin 
dikatakan 'ekspresive', bebas berpendapat, bebas bergaya, dsb, kita 
jadi 'over enjoy' dan melupakan kesopanan kita. Jangan sampai milis 
kita ini 'dicap' sebagai 'hunian' Buddis2 yang kasar dalam 
menyampaikan isi hati (yg walaupun maksudnya baik).
Sebagai info, teman2 lain dari 'seberang' sana juga banyak yang 
ikutan membaca milis kita ini, jadi saya mohon agar kita semua lebih 
memperhatikan hal ini.

Demikian semoga bermanfaat.

Swati hotu,

CFR



--- In [email protected], "PIJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> maaf, numpang nanya kpd bro and sis, apakah bersilat lidah termasuk 
ucapan
> yang tidak benar dalam pancasila buddhis? apa kriteria atau 
definisi ucapan
> benar? apakah kata2 yg kasar dan menyakitkan tetapi ada benarnya 
termasuk
> ucapan benar? apakah kata2 halus dan menyenangkan tetapi bersayap 
(bisa
> terbang kali ya?) termasuk ucapan yang tidak benar? atau ambil jalan
> tengahnya aja ya: ucapan benar adalah ucapan yg halus dan tidak 
bersayap
> sehingga walaupun sebenarnya mungkin menyakitkan karena mengandung 
kebenaran
> tetapi yg mendengar tidak merasa disakiti tetapi justru sadar dan 
melihat
> kekurangan
> dirinya?
> ada yg punya pendapat lain? apakah kata2 halus/kasar identik dengan 
tingkat
> pendidikan/intelektual seseorang?
> 
> Mr. Button








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke