penjelasan yg bagus dan semoga bermanfaat bagi semua anggota milist...

arigatou,
mr. button

----- Original Message ----- 
From: "caofurong_77" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, April 30, 2005 11:45 AM
Subject: [Dharmajala] Re: Bersilat lidah?


> Namo Buddhaya,
>
> menurut saya, yang terpenting itu adalah apakah maksud / tujuannya
> dari bersilat lidah itu. Tujuan yg tidak baik dari bersilat lidah,
> dimana kata2nya dibuat jadi semanis mungkin, padahal maksud tujuannya
> adalah tidak baik, tetap saja kata2 manis tsb adalah tidak baik.
> Bagitu juga sebaliknya. Kata2 yang agak kasar tapi mempunyai tujuan
> baik, misalnya untuk menasehati seseorang yang telah 'dibutakan' oleh
> kebodohannya, dimana kekasaran itu dibutuhkan, maka kata2 itu dapat
> dikatakan bermanfaat.
> Tetapi terkadang kita masih sukar memutuskan, kata2 mana yang akan
> kita pakai untuk tujuan baik kita, apakah kita harus menggunakan
> kata2 halus, ataukah kata2 yg agak kasar tadi ?
> Menurut saya, kita perlu juga memperhatikan bbrp faktor lainnya, spt:
> dengan siapa kita bicara, dimana kita bicara, bgmana kedekatan kita
> dengan orang yang kita ajak bicara (hubungan sosialnya).
> Bila kita berbicara dgn teman yang sudah dekat / akrab, maka kita
> bisa lebih bebas dalam artian bisa berbicara dgn gaya yg kita
> inginkan. Tapi bila kita berbicara didepan umum, dimana banyak orang
> yang akan mendengarkannya (atau menulis di milis), maka nilai2
> kesopanan harus diperhatikan. Jangan sampai karena ingin
> dikatakan 'ekspresive', bebas berpendapat, bebas bergaya, dsb, kita
> jadi 'over enjoy' dan melupakan kesopanan kita. Jangan sampai milis
> kita ini 'dicap' sebagai 'hunian' Buddis2 yang kasar dalam
> menyampaikan isi hati (yg walaupun maksudnya baik).
> Sebagai info, teman2 lain dari 'seberang' sana juga banyak yang
> ikutan membaca milis kita ini, jadi saya mohon agar kita semua lebih
> memperhatikan hal ini.
>
> Demikian semoga bermanfaat.
>
> Swati hotu,
>
> CFR
>
>
>
> --- In [email protected], "PIJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> maaf, numpang nanya kpd bro and sis, apakah bersilat lidah termasuk
> ucapan
>> yang tidak benar dalam pancasila buddhis? apa kriteria atau
> definisi ucapan
>> benar? apakah kata2 yg kasar dan menyakitkan tetapi ada benarnya
> termasuk
>> ucapan benar? apakah kata2 halus dan menyenangkan tetapi bersayap
> (bisa
>> terbang kali ya?) termasuk ucapan yang tidak benar? atau ambil jalan
>> tengahnya aja ya: ucapan benar adalah ucapan yg halus dan tidak
> bersayap
>> sehingga walaupun sebenarnya mungkin menyakitkan karena mengandung
> kebenaran
>> tetapi yg mendengar tidak merasa disakiti tetapi justru sadar dan
> melihat
>> kekurangan
>> dirinya?
>> ada yg punya pendapat lain? apakah kata2 halus/kasar identik dengan
> tingkat
>> pendidikan/intelektual seseorang?
>>
>> Mr. Button
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
> maupun di luar diri saya.
>
> Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
> tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
> serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
> Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
> latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
> agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
> sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
> Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
> asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, 
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
> kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang 
> tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke