Namo Buddhaya,

Menurut saya Buddhis dan tidak Buddhis itu semuanya terletak pada 
motivasi. Anda menyelenggarakan selamatan jika bertujuan untuk berdana 
makanan bagi orang banyak, maka hal itu tentu saja selaras dengan 
Buddhisme. Selain itu dalam upacara selamatan ada yang mengatakan bahwa 
kita berdana makanan pada hantu-hantu kelaparan (alam peta) jadi 
tindakan inipun juga bagus, karena dapat memupuk belas kasih.
Kalau makanan selamatan diberikan pada orang miskin maka ini lebih 
batus lagi. Menurut saya selamatan semacam ini lebih bagus ketimbang 
mengadakan pesta pemborosan besar-besaran tetapi yang diundang pejabat, 
konglomerat semua. 
Selanjutnya yang perlu kita perhatikan adalah darimana uang untuk 
selamatan itu diperoleh, kalau dengan jalan Dhamma maka hal itu baru 
selaras dengan Buddhadhamma. Banyak orang yang "berkedok" agama untuk 
menutupi bisnis haramnya. Hal ini tentu saja tidak benar.

Demikian sedikit pendapat dari saya.

Metta,

Tan

--- In [email protected], "Huangdi_98" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> waktu gue nulis ini benernye gue takut banget.
> maklum disini ini banyak nyang jago pada nankrink.
> Dari jago kongtai ampe jago ngegamparin org.
> 
> Keluarga gue dah biasa ngelakuin selametan tiap bulan Maulud.
> Bisa dibilang dah lebih dari 40 taon
> 
> Beli nasi tumpeng trus undang ajengan buat baca2in doa en undang 
> tetangga2 , hansip , tukang parkir , pegawe2 semua.
> Trus bagi2 ke tetangga , sodara segala macem.
> 
> Nah gue tanya , kalu gue ngelakuin selamaten itu termasuk "BUUDHIST" 
> gak ?
> Sesuai DHARMA gak ?
> Boleh ?
> 
> Kalu boleh kenapa ?
> 
> Kalu gak boleh kenapa ?




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke