Kaisar - heng,
Kalo tradisi muludan itu tidak merugikan diri sendiri, tidak merugikan orang
lain dan tidak merugikan orang banyak DAN BERMANFAAT bagi diri sendiri,
BERMANFAAT bagi orang lain dan BERMANFAAT bagi orang banyak, tentu saja hal
tersebut BAIK untuk dilakukan.

Dari cerita Kaisar - heng, dalam selamatan bulan Mulud itu, keluarga
Kaisar - heng berdana makanan kepada saudara, tetangga, pegawai, hansip,
tukang parkir, orang banyak gitu deh ...
Tapi koq dibilangnya berdana makanan ke hantu, makhluk tak terlihat segala
macam ya ?
Lha, jelas-jelas yang terima dana makanan itu orang koq.

Awas 'ntar hantu-nya marah lho.

" Eh, enak aja loe nuduh gue,"
kata si hantu.

Huehuehue ... ^_^

Best Regards,
( Gunawan Kurnia (

 -----Original Message-----
From:   dh4rm4duta
Sent:   Wednesday, May 11, 2005 1:08 PM
To:     [email protected]
Subject:        [Dharmajala] Re: Bulan Maulud

Namo Buddhaya,
Menurut saya Buddhis dan tidak Buddhis itu semuanya terletak pada motivasi.

Anda menyelenggarakan selamatan jika bertujuan untuk berdana makanan bagi
orang banyak, maka hal itu tentu saja selaras dengan Buddhisme.
Selain itu dalam upacara selamatan ada yang mengatakan bahwa kita berdana
makanan pada hantu-hantu kelaparan ( alam peta ) jadi tindakan ini pun juga
bagus, karena dapat memupuk belas kasih.

Kalau makanan selamatan diberikan pada orang miskin maka ini lebih batus
lagi.
Menurut saya selamatan semacam ini lebih bagus ketimbang mengadakan pesta
pemborosan besar-besaran tetapi yang diundang pejabat, konglomerat semua.

Selanjutnya yang perlu kita perhatikan adalah darimana uang untuk selamatan
itu diperoleh, kalau dengan jalan Dhamma maka hal itu baru selaras dengan
Buddha dhamma.
Banyak orang yang "berkedok" agama untuk menutupi bisnis haramnya.

Hal ini tentu saja tidak benar.
Demikian sedikit pendapat dari saya.

Metta,
Tan

 -----Original Message-----
From:   chingik2003
Sent:   Saturday, May 07, 2005 3:25 PM
To:     [email protected]
Subject:        [Dharmajala] Re: Bulan Maulud

Jika slametan dilakukan dengan pengertian memberi persembahan dana makanan
kepada makhluk yang tidak terlihat, itu adalah tindakan kebajikan.
Hal ini tidak bertentangan dengan ajaran Buddha.

Cuma perlu diketahui pada hakikatnya ini adalah kebajikan yang masih
bersifat duniawi.
Tetapi bagaimanapun hal ini tetap dipuji oleh para bijaksana.
Biasanya para umat awam di jaman sang Buddha sering melakukan ritual
persembahan dana makanan kepada para dewa dalam tradisi brahmanis.

Sang Buddha tetap memuji sifat bajik dari tindakan ini, namun sang Buddha
dalam kesempatan ini mengajarkan ajaran yang lebih tinggi lagi seperti
tentang manfaat dari berdana kepada para bijaksana, manfaat dari menjalankan
Sila sila, dan cara-cara membebaskan diri dari samsara.
Demikianlah.

Berhubung slametan di sini dilakukan dengan cara islam, maka kita cukup
bersikap toleran dan lagi pula mereka melakukan atas niat baik, maka hal ini
sesungguh tidak perlu kita dirisaukan, biarkan saja berjalan apa adanya.
Pikiran kita saja yang perlu kita kembangkan berdasarkan nilai nilai bajik.

Bagaimana ?
Bukankah nilai universalitas Buddhisme terletak dalam hal seperti ini ?
Cukup kontai gak ya :)

 -----Original Message-----
From:   Huangdi_98
Sent:   Saturday, May 07, 2005 1:46 PM
To:     [email protected]
Subject:        [Dharmajala] Bulan Maulud

waktu gue nulis ini benernye gue takut banget.
maklum disini ini banyak nyang jago pada nankrink.
Dari jago kongtai ampe jago ngegamparin org.

Keluarga gue dah biasa ngelakuin selametan tiap bulan Maulud.
Bisa dibilang dah lebih dari 40 taon

Beli nasi tumpeng trus undang ajengan buat baca2in doa en undang tetangga2,
hansip, tukang parkir, pegawe2 semua.
Trus bagi2 ke tetangga, sodara segala macem.

Nah gue tanya , kalu gue ngelakuin selamaten itu termasuk "BUUDHIST" gak ?
Sesuai DHARMA gak ?
Boleh ?

Kalu boleh kenapa ?

Kalu gak boleh kenapa ?



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke