Dirgahayu

cici vera lim bener, bukan cuma komunitas budhist
aja tuch yang minta dana buat kegiatan. sekalipun,
beberapa kelompok budhis masih lebih baik dengan
program-program kegiatannya daripada beberapa
kelompok tukang minta dana tetapi jenis dan
aktivitas kegiatannya benar-benar tidak bermanfaat. 

masalah pendanaan memang masalah besar bagi 
aktivitas gerakan organisasi. ada SDM tapi gak
ada dana juga gak bisa jalan. oleh karena itu,
penting sekali memiliki akses dan informasi
sumber-sumber funding yang bisa diminta bantuannya. 

sebenarnya, pemerintah memiliki budget untuk kegiatan
Organisasi Kekaryaan Pemuda. dan setau saya, kelompok-kelompok
mahasiswa yang berasal dari seluruh komunitas agama yang
ada mempergunakan fasilitas dana pemerintah ini di samping
tentunya masukan dana dari berbagai organisasi induk mereka. 
sebut saja GMKI atau PMKRI yang mendapatkan alokasi dana
dari badan gereja sedunia. atau juga PMII atau IMM yang
juga mendapatkan budget dari organisasi islam mereka. 

dalam berbagai kesempatan, lembaga-lembaga pemerintah
juga memberi dana untuk kegiatan-kegiatan aksidentil mereka.
sebut saja pada saat pemilu kemarin. setau saya, beberapa
kelompok mahasiswa itu mendapat dana dari KPU untuk
sosialisasi pemilu. dari komunitas budhist, HIKMAHBUDHI
yang mendapat budget beberapa puluh juta untuk sosialisasi
pemilu. padahal, kapasitas dan kualitas anak-anak muda
ini tidak seberapa dan pada saat itu sama sekali tidak
terdidik dalam hal sistem pemilu baru. tetapi karena mampu
memainkan instrument lobby maka dana bisa sampe juga
ke kantung mereka. 

penggunaan dana-dana dari hasil pajak rakyat ini kadangkala
tidak dipergunakan dengan benar. seringkali terjadi, penggunaan
dana-dana itu tidak dipertanggung jawabkan secara publik oleh
kelompok-kelompok mahasiswa itu. sehingga seringkali 
korupsi kecil-kecilan juga merajalela dalam aktivitas 
para pemuda ini. 

bagi saya, situasi ini amat ironic. dana yang berasal dari
keringat rakyat yang bisa dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan
baik dan dipertanggung jawabkan secara publik disalah gunakan
oleh oknum-oknum hanya karena kelompok-kelompok muda budhis
yang memiliki kualitas moral dan kejelasan kelembagaan
tidak memiliki akses atas dana tersebut. 

kelompok-kelompok baik dan berstatus jelas yang dapat
mempertanggung jawabkan dana secara publik dan terbuka
seperti SEKBER atau IMABI cenderung tidak memahami akses
dana seperti ini dan lebih memilih menjalankan praktek
KOLEKTE antar individu. 

Mayat



--- In [email protected], vera lim <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Sebaiknya nonton dulu fimnya baru berkomentar karena kadang 
ketidaktahuan berkelanjutan bisa menyebabkan terjadinya 
kesalahpahaman.
> Mungkin bisa jadi menurut sebagian orang ini bukanlah film Buddhis 
yang pertama, tetapi menurut kami ini lebih disebut sebagai film 
Buddhis dibanding film-film sebelumnya yang bernuansa Buddhis tetapi 
lebih mengarah ke tradisi..
> Hal ini tidak perlu dipermasalahkan lebih panjang...sebenarnya 
semua itu tergantung dari pandangan kita mengenai film tersebut
>  
> Mengenai dana, kita tidak usah munafik deh :"Apakah cuma umat 
Buddha doank yang minta dana?" Sepertinya tidak juga tuh..semua agama 
maupun kepercayaan memerlukan dana untuk kelangsungan organisasi 
mereka...walaupun organisasi sosial sekalipun...Betul gak?
>  
> Semua hal didunia ini pasti ada yang pro dan kontra, tetapi kita 
musti bijaksana dalam menanggapi setiap hal terutama dalam mengkritik.
>  
> Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata
>  
> 
> 
> 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke