Kalo di lihat dari 5 syarat pembunuhan (kalo tidak
salah) dari kitab kitab keterangan, sang pria tidak
terlibat pembunuhan. Karena tidak ada satu syaratpun
yang dilakukan oleh sang pria.

Akan tetapi bisanya sang pria akan memiliki beban
mental, karena ia merasa ikut bertanggung jawab
terhadap pembunuhan tersebut.

Saya gak memiliki jawaban untuk masalah ini. Karena
semua amsih andaikan dan belum terjadi. Kalo udah
terjadi susah juga untuk menjawabnya


--- "Tirta D. Arief" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Tersirat bung Dananjaya sudah punya
> 'jawab'nya.......tidak perlu sungkan, 
> kemukakan sajalah!
> 
> salam,
> tirta
> 
> On Tue, 10 May 2005, Dananjaya wrote:
> 
> > Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha
> >
> > Saya ingin minta pendapat bagaimana kalau seorang
> menghadapi orang
> > yang ingin bunuh diri karena dia ingin bhikkhu
> menjadi pacarnya atau
> > istrinya sedangkan bhikkhu sama sekali tidak
> menyukai wanita itu.
> >
> > Si bhikkhu menghadapi dilema disatu sisi dia tidak
> ingin melepas jubah
> > di sisi lain dia tidak bisa menjadi penyebab
> kematian si wanita itu??
> >
> > harap sebelum menjawab pikirkan dan renungkan
> baik2, bagaimana bila
> > anda sendiri adalah si Bhikkhu tersebut
> >
> >
> > Dananjaya
> 
> 
> 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/WwRTUD/SOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke