Menarik sekali. Thanks buat sharingnya.
 
Saya ingin memberi komentar yang tidak berhubungan langsung dengan tulisan dibawah.
 
Sebenarnya banyak orang yang percaya sesuatu tanpa adanya "bukti ilmiah", misalnya orang2 yang percaya pada god.
 
"ehipassiko" dalam dhammanussati diterjemahkan sebagai = mengundang untuk dibuktikan. Ini sering disalahpahamkan, menurut saya, sebagai mengundang untuk dicarikan "bukti ilmiah" atau dapat dibuktikan secara "ilmiah". Saya beri tanda kutip pada "ilmiah" karena ini juga perlu definisi, apa itu "ilmiah".
 
Pendekatan seperti ini, dalam kehidupan spiritual, adalah tak bermanfaat, dan bukan maksud Buddha sesungguhnya.
 
"ehipassiko" seharusnya diterjemahkan sebagai = mengundang untuk dibuktikan di dalam hati, mengundang untuk dialami, mengundang untuk bertransformasi.
 
Tujuan dharma adalah untuk transformasi diri. Orang percaya dharma bukan karena dharma itu "benar" semata, tapi karena dharma itu mentransformasikan diri, mengurangi derita, memberi bahagia.
 
Sarva manggalam. 

dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apakah ini Bukti adanya Kelahiran Kembali

Rekan-rekan yang terkasih dalam Dharma,

Saya baru-baru ini menemukan suatu hal yang sangat menarik yang
nampaknya membuktikan kebenaran adanya kelahiran kembali atau
tumimbal lahir. Tetapi saya tidak tahu apakah benar demikian. Silakan
rekan-rekan sekalian mendiskusikannya. Ceritanya terjadi saat saya
pergi ke rumah kawan saya yang kebetulan non-Buddhis. Kemudian tanpa
sengaja mata saya terpaku pada coretan-coretan pada meja anak dari
teman saya itu. Semula saya tidak tertarik sedikitpun pada coretan
itu, tetapi makin saya perhatikan makin saya teringat sesuatu. Saya
pernah mempelajari tulisan-tulisan semitik dan melihat bahwa coretan
anak itu sangat mirip sekali dengan tulisan semitik kuno. Diam-diam
saya menyalin coretan-coretan itu tanpa sepengetahuan teman saya.
Iseng-iseng saya tanyakan pada teman saya apakah dia memiliki buku
atau gambar mengenai naskah Timur Tengah kuno, maka jawabannya adalah
tidak. Di rumah saya mempelajari coretan-coretan ini dan menemukan
kesetaraan yang sungguh mengejutkan dengan tulisan-tulisan semitik
kuno.
Beberapa coretan-coretan itu tampak seperti gambar di bawah ini:

[]

(karena tidak dapat dipaste, maka bagi yang ingin melihat wujudnya
dapat membuka:
http://groups.yahoo.com/group/Tripitaka_indonesiana/files/ dan
download file dengan judul apareinkarnasi.doc.

Sebagian besar coretan cocok sekali dengan tulisan demotik serta
hieratik Mesir kuno dan juga abjad Funisia ataupun Ibrani kuno.
Mengapa coretan-coretan itu dapat begitu mirip? Ini suatu pertanyaan
menarik.
Mungkin ada yang akan menyangkal bahwa coretan seorang anak kecil
dapat menyerupai apa saja. Memang pendapat ini nampak masuk akal,
tetapi kita perlu mencermati fakta bahwa kemiripan yang ada adalah
begitu besarnya, dimana probabilitasnya tentu kecil sekali. Mengapa
coretannya tidak berupa sesuatu yang lain?
Saya jadi terpikir apakah ini merupakan bukti adanya kelahiran
kembali? "Sesuatu" dari masa lalu yang tertanam dalam alam bawah
sadar kita mewujud tanpa sengaja kala kita masih kanak-kanak?
Mungkinkah otak kanak-kanak yang belum dicemari banyak hal
masih "murni" sehingga dapat membangkitkan kembali (retrieve) memori
terpendam itu? Bagi saya ini adalah bukti nyata mengenai kelahiran
kembali yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri.

Salam,

Tan







Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke