....................bag. 2

Desa Legok terletak di Propinsi Banten dari arah karawachi menuju ke parung 
panjang, disana terdapat beberapa pabrik produk Internasional (LG, Dai yong, 
etc). Kehidupan penduduk yang pada salah satu kampung 100% adalah warga 
keturunan Tiong Hoa yang masih hidup bercocok tanam, mengurus sawah, 
berternak babi, sapi, ayam dan lain-lain....jalan masuk ke lokasi masih 
belum berjalan aspal. Ini menunjukan bahwa warga keturunan tiong hoa pun 
masih ada yang berada dibawah garis kemiskinan yang hidup mereka 
sangat-sangat lah sederhana.

Jadwal shooting selama 1 minggu disana, selama shooting kita berkerja 
membaur satu sama lain tanpa ada perbedaan apapun juga, pada saat peresmiaan 
hari pertama shooting film kita buka dengan doa bersama yang dipimpin oleh 
dua orang umat agama yang berbeda....islam dan buddha.

Apapun yang telah dilaksanakan dilapangan hampir dalam waktu 1 bulan penuh 
kita sebagai pelaksana berkerja tidak mengenal waktu, dari pagi sampai jam 
2-3 malam karena dalam skenario dibutuhkan jadwal shooting malam. sampai 
pada ruang editing pun demikian. ditambah lagi semua artis dan aktor yang 
mendukung pembuatan film ini...(billy glen, olga lidia, alicia johar, apong 
tamora, witarsa huang) berkerja dengan penuh dedikasi tinggi, selalu tepat 
waktu,

Untuk masalah pendanaan pembuatan film MUTIARA JINGGA adalah dari uang 
pribadi masing-masing yang bersedia menginvestasikan uang mereka dalam 
bentuk pure business. ada sharing keuntungan dan resiko kerugian. Dari 
Witarsa Huang sendiri dia mengeluarkan dana untuk produksi sebesar 80 juta 
lebih belum termasuk biaya untuk melobi stasiun-stasiun TV dan biaya 
lain-lain selama pra-produksi diperkirakan dana yang sdh keluar tidak kurang 
dari 40 jutaan hanya untuk pos pra-produksi. dan sisanya terkumpul dari 
teman-teman yang bersedia bergabung sebagai investor dalam pembuatan film 
"MUTIARA JINGGA".

Kendalanya adalah ketika MUTIARA JINGGA selesai dibuat, ada orang (bukan 
anggota Sangha) yang merasa kalau film ditayangkan begitu saja tanpa adanya 
perubahan total akan merusak citra buddhism indonesia....(ini orang tidak 
mengerti tentang berapa banyak tenaga, pikiran, dan pengorbanan yang 
terdapat dalam sepiring nasi) akhirnya diputuskan untuk melakukan 
pengulangan pengambilan film yang hampir 40% dirubah total ..... (kalau saya 
diposisi Witarsa sebagai pemegang saham terbanyak orang tersebut akan saya 
kejar dan suruh dia bertanggung jawab penuh atas semuanya) dan kemudian 
setelah selesai semuanya dilakukan perubahan yang sudah keluar dari jalur 
standard broadcast yang berlaku yang sebagaimana telah diberikan arahan oleh 
RCTI dan SCTV bahwa suatu film religius yang bisa diterima adalah 80% 
hiburan 20% religius. kalau lewat dari porsi itu akan diproses melalui MUI. 
Kenyataan nya Mutiara Jingga yang di perbaiki hampir 50% adalah nuansa 
religiusnya dengan begitu film ini tidak layak untuk konsumsi masyarakat 
umum tapi hanya untuk kalangan Buddhist saja.....dan itu sudah kita 
bicarakan berulang kali dan memang pada dasarnya orang tersebut yang merasa 
harus sesuai dengan kehendaknya yang GOBLOK, SEBRONO yang telah 
menghancurkan suatu karya seni yang seharus dihargai sebagai suatu seni, 
jika anda ingin membuat sesuatu yang sesuai dengan kehendak anda bikin lah 
yang baru jangan ikut campur dengan yang sudah dilaksanakan....gunakan dana 
anda sendiri jangan menjadi pengemis dan ikut campur dengan hasil karya 
orang lain. Ini adalah karya, ide cerita dan perjuangan WITARSA HUANG yang 
memiliki semangat utk mewujudkan film by dharma, seperti yang sering kita 
dengar dari ceramah-ceramah:

"- Jika anda memiliki kelebihan rejeki sisihkan sedikit utk perbuatan 
kebaikan
- Jika anda memiliki waktu sisihkan waktu anda untuk membantu berbuat 
kebaikan
- Jika anda memiliki keahlian gunakan pikiran anda untuk membantu kelancarn 
proses berbuat kebaikan
- Jika anda tidak memiliki apa-apa STOP jangan ganggu orang lain berbuat 
kebaikan"

Dengan demikian pandangan memandang laut tentang MUTIARA JINGGA meminta dana 
adalah salah, MUTIARA JINGGA adalah produk yang sudah jadi yang sudah siap 
dinimakti, yang ada adalah MUTIARA JINGGA menjual produk berupa VCD yang 
dihargai hanya Rp. 10,000 per2 keping. apakah ada unsur berdana disini...?? 
apakah ada unsur mengemis disini..?? tidak ada sama sekali....MUTIARA JINGGA 
diproduksi secara profesional yang telah menghitung resiko rugi/laba yang 
dana produksinya bukan berasal dari sumbangan tapi berasal dari 
pribadi-pribadi yang terikat dengan SURAT PERJANJIAN INVESTASI yang memiliki 
hak dan kewajiban yang sesuai dengan hukum negara RI.

Dan jika anda merasa ini masih merupakan berdana atau mengemis lebih baik 
aku sarankan anda dan "orang yang mengusulkan utk memperbaiki film MUTIARA 
JINGGA" untuk melaksanakan retret 3 bulan lamanya sebelum kembali ke 
masyarakat Buddhis Indonesia, kalau tidak selamanya secara pribadi anda-anda 
sekalian akan tetap akan saya awasi, untuk menghubungi saya tidak susah 
karena saya tidak suka menutupi email saya dengan nick name yang 
aneh-aneh....saya adalah hardy chung email saya adalah [EMAIL PROTECTED] 
HP saya adalah 0815 888 1127. bagi merasa ingin klarifikasi mengenai 
semuanya silahkan menghubungi saya mau pakai cara kasar, cara halus atau 
mengunakan makluk halus silahkan....INI TANTANGAN BAGI ANDA-ANDA 
sekalian....

Untuk HERU, lain kali kalau mau membuat/merancang poster mbok ya profesional 
ya.....
- sesuatu yang bagus dikemas dengan kertas koran akan menjatuhkan harga 
barang tersebut (tidak laku)
- sesuatu yang tidak bagus dibungkus dengan tidak bagus....tidak akan ada 
yang mau beli (gagal)
- sesuatu yang tidak bagus dibungkus dengan bagus masih ada yang beli tapi 
siap-siap dicomplaint (tertipu)
- sesuatu yang bagus dibungkus dengan bagus selalu dicari setiap orang (itu 
yang dicari)

Poster yang anda buat bisa merusak MUTIARA JINGGA sangat-sangat disayangkan, 
dan juga kata-kata yang terkandung didalamnya seakan-akan meminta orang utk 
berdana padahal ini bukan berdana MUTIARA JINGGA adalah produk siap saji 
yang sdh dikemas dalam bentuk VCD yang jika anda ingin memilikinya dapat 
dibeli dengan harga Rp. 10.000,-

itu saja kritikan aku untuk sdr HERU, dan jika anda ingin belajar mengenai 
seni propaganda aku siap mengajari anda kapan saja anda ada waktu....

untuk teman-teman PROMABI masih banyak PR yang harus dikerjakan untuk 
menyandang sebagai organisasi profesional muda buddhis indonesia jangan 
diketawain oleh orang-orang terus bung, paling tidak kalau tidak ada yang 
ketawa aku yang ketawa sendiri.

dan untuk "orang yang merubah MUTIARA JINGGA" anda tahu dimana mencari saya, 
silahkan menghubungi saya kapan saja dimana saja

dan untuk teman-teman yang mencuri pembuatan film dokumenter 9 Candi Buddha 
atau manikan yang hilang karma masih berlaku bagi kita semua.....

MAITRISURYA - HARDY CHUNG
[EMAIL PROTECTED]
0815 8881127

NB: saya tidak berafiliasi kepada organisasi manapun juga, semua statement 
yang dikeluarkan adalah tanggung jawab pribadi tanpa harus melibatkan orang 
lain, kelompok, organisasi apalagi wihara. bagi yang ingin "RIBUT" silahakan 
anda tahu siapa saya dan tahu cara untuk menghubungi saya.

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today - it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
--- Begin Message --- Dear all bro & sis in Dharma:

First of all, aku ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada sdr/sdri yang
memakai nick name memandang_laut atas bantuan anda menyemarakan promosi
"Mutiara Jingga" hingga sampai saat ini masih diperbincangkan. (seperti di
infotainment, gosip, dll). Tapi sekali lagi kita kenal siapa yang memakai
nick memandang laut tsb. (kalau anda cukup berani untuk memperkenalkan diri
anda salut aku) jadi utk teman-teman jangan salah mengartikan kalau ini
adalah promosi murahan dari Mutiara Jingga.

Pada kesempatan ini akan sebagai orang yang terlibat secara langsung dari
sebelum skenario selesai sampai dengan chasting pemain, recruiting crews,
hunting lokasi shooting, negotiation dengan broadcast (stasiun TV), editing,
dsbnya aku ingin babarkan kronologi pembuatan "Mutiara Jingga" semoga bisa
merubah pandangan dari teman-teman sekalian:

Setiap tahun, pada setiap perayaan hari raya setiap agama nuansa keagamaan
selalu terpancar dari setiap sudut kota, misalnya pada saat natal sebelum
memasuki bulan november mal-mal besar sudah mempersiapkan dekorasinya,
radio-radio melantunkan lagu-lagu natal, film-film bernuansa religius
diputar setiap hari, menjelang idul fitri pasar-pasar dipenuhi dengan
ketupat, nuansa ramadhan terus menerus menebar kan khasana ke seluruh jagat
raya, beduk bertalu-talu di setiap sudut masjid, stasiun TV menyediakan
mimbar agama hampir setiap jam, film-film pun berganti corak dari komedi
menjadi komedi religius, sinetron-sinetron hampir seluruhnya menampilkan
roh-roh yang sangat kental yang mau tidak mau kita disuguhi dogma-dogma
setiap hari........................

Tapi, teman-teman........apa yang kita rasakan pada saat menjelang waisak?
lagu apa yang kita dengar di mal-mal? roh religius mana yang kita rasakan
pada saat menjelang waisak..??? TIDAK ADA....dari sini berkembanglah ide
yang awalnya berasal dari sdr WITARSA sebagai pencetus ide untuk membuat
memulai langkah awal untuk pembuatan film Buddhist pertama di Indonesia.

Witarsa sendiri cukup aktif dalam dunia seni peran ini, beberapa diantaranya
adalah film SIAU CHING dia bermain sebagai seorang Bhiku Theravada yang
mendamping Ferry Salim, terus film yang lain adalah ASMARAN KO PING HO,
dll....aku kurang tahu kegiatan nya karena aku masih di USA pada saat
itu......

Kemudian pada awal tahun 2004, Witarsa menceritakan angan-angan nya kepada
saya yang kemudian kita bersama-sama menyusun startegi perencanaan kerja,
dimulai dengan mengali pendapat dari teman-teman yang lain. Setelah
mendapatkan inputan-inputan baik itu negative maupun positive kita tetap
melaksanakan.

Langkah awal sebelum pembuatan film MUTIARA JINGGA ini adalah dengan melobi
pihak-pihak broadcast yang akan diajak berkerja sama untuk menayangkan hasil
film yang tenggah dikonsep, pihak RCTI, INDOSIAR, TPI, ANTV, TV7, SCTV dll
kita lobi satu persatu, meeting lunch di hotel-hotel mewah dll.....yang
menghabiskan dana tidak kecil jumlahnya yang dikeluarkan secara pribadi.
setelah mendapatkan kesimpulan plus minus berserta resiko yang akan dihadapi
maka, skenario film pun disusun, sutradara di kontrak (Youngky Shouka,
sutradara film WARKOP (dono, kasino, indro) dibantu oleh crews dari
teman-teman Djohar Mandiri, Herman Yagya sebagai penulis skenario dan
sebagai penasehat chinese artistik saya sendiri yang bertugas rangkap
sebagai pendamping dari seluruh proses pembuatan film ini.

Lokasi yang diambil adalah desa Tionghoa di LEGOK yang masih memiliki
perkampungan tionghoa yang rata-rata rumahnya merupakan warisan ratusan
tahun lamanya, nuansa perkampungan chinese yang masih memihara babi di depan
perkarang yang menjadikan setting film ini unik dan lain dari yang lain.
SCTV mengirim antariksawan untuk meninjau lokasi shooting saja
terheran-heran krn baru menyadari bahwa tidak semua chinese indonesia adalah
kaya raya, masih banyak yang hidup sangat-sangat sederhana sekali.
...........................................................................................................sorry
bersambung

_________________________________________________________________
On the road to retirement? Check out MSN Life Events for advice on how to
get there! http://lifeevents.msn.com/category.aspx?cid=Retirement





Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.



--- End Message ---

Kirim email ke