Belakangan ini ada pendatang baru yang ingin mengetahui agama Budha. Untuk memenuhi permintaan mereka saya akan mencoba menguraikan secara ringkas tentang agama Budha. Supaya saya tidak usah mengarang maka saya sajikan per point yang berurutan:

  1. Agama Budha tidak memulainya dengan anda harus percaya pada Sang Budha, sebaliknya anda diundang untuk merenungkan, memikirkan ajaran yang di paparkan Sang Budha. Kalau anda merasa itu benar silahkan diturut, kalau merasa tidak benar ya jangan diterima. Jadi anda diberi kebebasan seluas-luasnya untuk memilih, agama Budha itu agama demokratis. Tentunya kalau anda merasa bahwa Sang Budha itu Guru yang Bijaksana  (seperti anda percaya pada seorang Profesor di Universitas anda yang sudah terkenal) sehingga mau menurut apa yang diajarkan, orang lain tidak bisa melarangnya. Memang terkadang menyelidik, mencari bukti itu melelahkan, memakan banyak energi sehingga cara yang saya sebutkan terakhir ini bagi sebagian orang lebih enak, lebih praktis. Kami umat budhis tidak akan melarang usaha semacam ini, diantara kamipun banyak yang memilih cara semacam ini.
  2. Agama Budha percaya bahwa perbuatan baik hasilnya akan baik sebaliknya perbuatan buruk akan menghasilkan akibat yang buruk; hanya akibat perbuatan itu tidak harus dipetik sekarang, pada detik ini atau di kehidupan ini, bisa nanti. Tentunya ada juga yang dipetik pada waktu sekarang atau dikehidupan sekarang in. Sehubungan dengan ini saya akan menerangkan sedikit konsep alam semesta menurut agama Budha.
  3. Di agama Budha mahluk itu bukan hanya manusia, binatang dan setan. Ada mahluk-mahluk lain yang mungkin anda sudah pernah mendengarnya yaitu Dewa-dewa.Di alam ini ada 31 alam kehidupan termasuk alam surga dan neraka.Jadi alam dewa itu bukan satu tapi banyak. Kalau ada manusia meninggal maka dia akan dilahirkan di salah satu alam tadi tergantung dari perbuatannya. Bila perbuatannya baik akan dilahirkan di alam yang lebih tinggi, bahkan bisa di alam surga, kalau bersifat jahat bisa dilahirkan di alam setan atau di neraka. Akan tetapi kelahiran di alam-alam ini, walau bisa lama sekali, tapi tidak kekal artinya pada suatu waktu akan pindah ke alam lain sesuai dengan perbuatannya. Termasuk disini orang yang dilahirkan di alam surga/neraka, suatu waktu akan keluar dari alam ini. Supaya tidak dilahirkan di salah satu alam dari 31 alam kehidupan ini kita harus mempraktekkan ajaran Budha. Inilah tujuan kita mempelajai agama Budha. Kita mengerti dan kemudian mempraktekkan barulah bisa terbebas dari kelahiran di salah satu dari 31 alam kehidupan ini.
  4. Agama Budha itu seperti Ilmu Pengetahuan, bersifat objektif, artinya berlaku untuk semua orang, tidak pandang warna kulit, agama, usia dan intelek seseorang. Kesemuanya akan terkena hukum yang dipaparkan Sang Budha yaitu perbuatan baik hasilnya baik, yang buruk hasilnya buruk. Kalau begitu apa gunanya kita beragama Budha kalau sebelumnya sudah mempunyai suatu agama?.Di agama Budhalah diterangkan apa yang menyebabkan anda terkena akibat baik dan buruk. Di agama lain mungkin secara tidak sadar diperkenankan perbuatan yang bisa menyebabkan dampak negatip, misalnya menganjurkan korban binatang, demi menarik seseorang kedalam suatu kepercayaan, orang sakit yang sedang bergolak dengan penyakitnya didesak, dipepet untuk pindah agama.
  5. Menurut ang Budha di alam ini ada  5 hukum yaitu 1) aturan yang berhubungan dengan segala sesuatu yang bersifat tidak hidup, misalnya perwujudan musim seperti angin dan hujan,urutan-urutan musim dan lain-lain. 2) aturan benih dan biji (aturan dengan segala sesuatu yang bersifat hidup), misalnya padi dihasilkan dari biji padi, rasa manis berasal dari tebu atau madu dan lain sebagainya.3) aturan tentang perbuatan dan hasilnya, misalnya perbuatan baik dan buruk menghasilkan akibat baik dan buruk yang sesuai.  Pada point diatas aturan ini yang saya kutib. Aturan ini sering kita dengar yaitu hokum karma 4) tatanan norma, misalnya perwujudan alam yang muncul pada saat kelahiran seorang Budhisatta dan lain-lain.5)aturan atau hukum kekuatan batin, misalnya proses kesadaran, unsure kesadaran, kekuatan batin seperti telepati dan lain sebagainya. Dari kelima ini yang disoroti agama Budha adalah yang no 3 karena yang ini sangat erat dengan peningkatan atau penurunan kualitas batin manusia.
  6. Marilah kita menyoroti hukum karma ini. Secara teknis karma berarti kehendak, atas dasar kehendak seseorang kemudian bertindak melalui pikiran, ucapan dan tubuh. Segala tindakan yang disengaja baik batin, ucapan maupun jasmani dipandang sebagai karma. Tindakan yang dilakukan tak sadar, tak disengaja tidak membentuk karma, jadi factor yang terpenting adalah kehendak. Kehendak menghasilkan suatu potensi yang menghasilkan buah karma. Bila dipandang dari waktu terjadinya,  karma dapat digolongkan kedalam:karma yang berbuah pada kehidupan sekarang, di kehidupan berikutnya, di suatu kehidupan setelah kehidupan berikutnya.Karma juga dapat dikelompokkan menurut fungsinya yaitu:Karma penghasil (karma yang membuahkan akibat), karma penunjang (karma yang tidak membuahkan akibat namun menunjang akibat dari karma lainnya), karma penghalang ( karma ini akan menghalangi buah dari karma lain, jadi serupa dengan karma penunjang hanya bersifat bertolak belakang) dan karma perusak(karma yang mampu merusak akibat karma lain). Semua karma ini dapat bersifat baik (kusala) atau buruk (akusala).Berdasarkan prioritas akibat, karma dapat dikelompokkan menjadi: karma berat (karma yang sangat serius misalnya membunuh ayah atau ibu kita), karma menjelanh ajal (karma yang dilakukan saat menjelang kematian), karma kebiasaan (karma yang dilakukan sebagai kebiasaan oleh seseorang selama hidupnya) dan karma cadangan (karma yang akan membuahkan hasil jika ketiga karma lainnya tidak ada.
  7. Beberapa contoh perbuatan dan akibatnya: pembunuhan akan mengakibatkan pendek umur, penuh penyakit, dalam kehidupan senantiasa berada dalam ketakutan dll; pencurian mengakibatkan kemiskinan, dinista dan dihina dll; perzinahan mengakibatkan mempunyai banyak musuh, beristri atau bersuami yang tidak disenangi dll; berdana berakibat menjadi kaya, berbakti mengakibatkan seseorang memperoleh penghargaan di masyarakatb dll.
  8. Perbuatan baik yang diharapkan dilakukan o;eh umat Budha adalah a) menghidari pembunuhan/ penganiayaan b)menghindari pencurian/ mengakui sesuatu yang bukan haknya. c)menghindari hal-hal cabul/hubungan kelamin yang tidak sah.d)menghindari dusta/fitnah/ucapan kotor dan omong kosong e) menghindari makanan dan minuman yang memabukkan serta yang menimbulkan ketagihan. Kelima hal diatas juga disebut Panca-Sila (supaya tidak salah diartikan dengan Panca Sila dasa negara RI,maka sering diberi tambahan dibelakangnya menjadi Panca-Sila Budhis di komunikasi verbal)
  9. Perbuatan baik tentunya bukan hanya diatas masih ada yang lainnya. Perbuatan-perbuatan untuk mengembangkan metta, karuna mudita dan upeka termasuk perbuatan yang luhur. Metta adalah cinta kasih yang murni, universal tanpa pamrih. Dengan metta ini kekuatan jahat kemarahan dapat ditundukkan. Karuna adalah kasih sayang. Bila hati bergetar ketika pihak lain terkena penderitaan, atau apa yang menghilangkan penderitaan pihak lain disebut karuna. Ciri-ciri utama adalah pengharapan  untuk menghilangkan kesengsaraan pihak lain. Karuna ini adalah penangkal kekejaman yang lazim terdapat di dunia ini. Mudita adalah kegembiraan yang simpatik terhadap sukses, kejayaan dan kebahagiaan orang lain. Mudita ini penghalang untuk persaingan yang tidak sehat dan yang membahayakan. Upekha atau keseimbangan adalah keseimbangan batin dalam menghadapi semua kegoncangan-kegoncangan hidup. Keempat sifat diatas  disebut juga Brahmavihara.
  10. Kalau diperhatikan secara saksama ternyata di alam ini ada tiga sifat yang menyelimuti semua mahluk. Pertama adalah sifat tidak kekal, berubah  disebut juga anicca. Kedua adalah sifat dukha (sulit dipertahankan, tidak menyenangkan). Ketiga adalah anatta atau tanpa aku. Kalau malam hari lihatlah ke langit, kita melihat seolah-olah ada kulit biru melingkupi bumi kita dengan bintang-bintang dan bulan menempel padanya. Kesan ini demikian kuatnya sehingga pada jaman dulu orang memang menganggap alam semesta seperti yang baru saya gambarkan itu. Proses untuk mengubah pandangan ini memakan waktu cukup lama dan membawa korban cukup banyak. Sekarang kita tahu bahwa orang yang ingin memegang kulit ini tidak akan bisa karena kalau misalnya kita naik pesawat  keatas maka kulit biru ini menjauh dan lama-lama  tanpa diketahui sejak kapan menghilang secara pelan-pelan. Mengapa demikian karena kulit tadi sebetulnya tidak ada, kulit tadi sebetulnya akibat dari proses pembiasan sinar matahari oleh atmosfer kita, jadi kulit itu hanyalah suatu kesan. Ternyata kalau kita melihat pada diri manusia akan terjadi hal yang sama. Manusia ternyata juga akibat dari proses yang hanya terkesan bila dilihat dari luar, seolah-olah suatu kesatuan yang mempunyai pribadi yang kekal. Kalau diteliti lebih lanjut ternyata yang namanya manusia itu terdiri dari jasmani dan batin yang tidak kekal, berubah terus, tidak ada yang bisa dipegang dan dikatakan ini lo si manusia X. Ketiga sifat tersebut disebut juga Tilakkhana.

 

Demikian untuk sementara uraian saya semoga bermanfaat.

 

 

Kreshna A

 


Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke