Namo Buddhaya,

Ikut tanggapan sedikit nih , saya ini bukan orang yang sering berdoa ,tetapi
menurut saya Doa di dalam Buddhism seharusnya berakar dari 4 tindakan luhur
dan 8 Jalan utama.

Contoh doa :
1. Semoga semua makhluk berbahagia ( akar dari Metta)
2. Semoga semua makhluk terbebas dari penderitaan (akar dari Karuna)
3. Semoga Karma Baik yang di lakukan bisa bermanfaat bagi semua makhluk
(akar dari Dana)
4. Semoga Buddha selalu menyertaiku ( Latihan sila ) note : Buddha yang
dimaksud disini bukanlah Buddha Gautama atau Buddha manapun, tetapi adalah
Sifat2 Buddha yang ada didalam diri kita masing2 ( Hubungannya ke Karma ),
Apabila kita hidup sesuai sifat Buddha maka otomatis karma baik yang akan
kita pupuk sehingga bisa menangkal karma buruk atau menghasilkan karma baik.

Menurut saya doa2 yang ingin kita ucapkan haruslah disesuaikan dengan sifat
kita sehari2.

Doa2 di dalam Buddhism tidak bisa di samakan artinya dengan doa di agama
lain, karena doa di dalam Buddhism adalah semacam pengingat buat diri
sendiri , jadi tidak di tujukan untuk makhluk lain.

Apakah doa kepada dewa-dewi itu salah ? Menurut saya itu juga tidak salah,
selain karena kita kadang2 juga membutuhkan bantuan,juga memberikan
kesempatan kepada makhluk lain untuk berbuat kebajikan, sehingga mereka
memiliki kesempatan untuk memupuk pahala.

Demikian menurut pendapat saya , kalau ada yang salah tolong dikoreksi.

Mettacitena,

Sariputta


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Daniel
Sent: Monday, May 16, 2005 1:48 AM
To: [email protected]
Subject: [Dharmajala] Re: Make the point clear (berdoa secara buddhis?)

Melihat dari jawaban Flyaway saya rasa dia bukan Buddhist. 
Paradigmanya masih seperti kristen, dan paradigma dan pengetahuannya 
tentang Buddhism pun seperti synthetic dan masih terbata-bata.
Saya rasa dia cuman seorang kristen yang ingin memancing di air 
keruh.



--- In [email protected], Rinto Jiang <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Ini satu judging yang kelewat dini, bukti anda itu tidak mengikuti 
> thread ini dengan baik. Thread "berdoa secara buddhis" telah 
berusaha 
> dijawab oleh beberapa orang lewat posting mereka.
> 
> Saya juga copy paste saja di sini, biar anda baca di sini.......
> 
> [quoted]
> 
> Fly away with love menulis :
> 
> Dalam ajaran ketuhanan, berdoa ditujukan ke Tuhan. Sedangkan
> Buddhism... Buddhism yang mana dulu....
> 
> Kalau Buddhism yang sudah dipengaruhi kepercayaan / kebudayaan 
Cina,
> maka doanya ditujukan kepada dewa-dewi.
> 
> Tapi kalau Buddhism yang murni dari Sang Maestro, Siddharta berdoa 
itu
> lebih mirip wishing. Buddhism yang ini bersifat atheis atau ada 
juga
> yang memandang agnostik. Sedangkan dewa-dewi sendiri oleh Siddharta
> disebut makhluk yang masih terikat kepada hukum karma, lingkaran 
hidup
> dan mati, samsara. Berdoa kepada Buddha itu adalah ide yang lucu
> karena Buddha pada saat meninggal, itu sudah tidak terlahir di 
manapun
> juga. Jadi doa di buddhism yang ini adalah wishing, "May the 
happiness
> comes to all."
> 
> 
> Bodhimanggala menulis :
> 
> Aniwei, kesimpulan saya, sebagai umat Buddha, tidak ada salahnya
> kita berdoa. Kepada siapa? Ya kepada para makhluk yg telah
> tercerahkan alias para Buddha. APakah doa kita akan terkabul?
> ya tergantung lah,
> tergantng apa? ya lagi2 tergantung karma kita. Namun karma tentulah
> bukan harga mati di sini. Dan ingat, berdoa kan termasuk salah satu
> karma positif! Para Buddha tidak akan dapat menolong kita if we do
> nothing!
> 
> Ada perumpamaan yg menarik dari artikel ini, yaitu Dharmakaya itu
> seperti matahari yang menyinari seluruh tempat dgn adil di muka 
bumi
> ini. Nah, misalkan ada beberpa biji tumbuhan. Karena pertolongan
> sinar  matahari bersinar, Ada biji yg tumbuh. Namun ada biji yg
> tidak tumbuh kan? dan itu tergantung biji yg bersangkutan, dan
> bukannya salah sang matahari!
> untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel ini dgn seksama  ;-)
> 
> 
> 
> Zhou Wen Han menulis :
> 
> yg jelas, setau saya ga ada satupun agama d dunia ini
> yg terlepas dari tradisi kelompok tertentu.
>  
> kalo soal sembahyang kpd dewa-dewi? sah2 aja menurut saya.
> "menjadi buddhis bkn berarti hrs meninggalkan tradisi kan?"
> itu kata seorang bhante theravada.
> kalo saya menganggap, sembahyang ato apa namanya kpd makhluk lain,
> itu mirip konsepnya sama kalo kita minta tolong kpd sesama 
manusia, kpd 
> teman?
> manusia kan makhluk sosial.... jd boleh2 aja donk?
> 
> 
> Bodhimanggala lagi :
> 
> Mengenai how to pray, again you can choose what ever u like
> 1. KIS : Keep it simple. Ya gak usah pake apa2. Doa aja sesuka
> ati..., mau pake bahasa apa juga boleh
> pake hio apa gak ya terserah
> 
> 2. Ikut tradisi yg udah ada. Ada tradisi Mahayana China dan 
Mahayana
> (termasuk Vajrayana) Tibetan. Ini bisa sangat rumit.
> Terus terang, saya dulu juga tidak tertarik mempelajari Mahayana
> China apalagi Tibetan, karena kok kesannya rumit banget.
> Tapi rupanya saya ada ikatan karma dgn tibetan buddhisme, ya jadi
> gak bisa lari, hehehehe
> 
> Teman saya dan saya sudah membuat satu buku hasil terjemahan dari
> berbagai sumber mengenai salah satu metode berdoa poin ke dua
> Yaitu tentang Tara Hijau. Who is She? How to pray to her, etc etc
> 
> [end of quoted]
> 
> 
> Dan masih banyak yang tersirat di posting teman2 lainnya. Jangan 
hanya 
> cuma asal kutip dari Google lalu anda bilang itu jawaban atas 
pertanyaan 
> ini dan selesailah thread satu ini. Kalau begitu caranya, tidak 
usah 
> berdiskusi, setiap pertanyaan seharusnya begitu :
> 
> "Teman2 sedharma, saya ingin mencari tahu tentang "berdoa secara 
> Buddhis", bolehkah anda2 kasih tahu saya apa "keyword"-nya untuk 
> kemudian saya Google?"
> 
> atau
> 
> "Teman2 sealiran (bagi yang terjangkit aliran-sentris-isme), 
bolehkah 
> anda bantu saya untuk meng-Google tentang ini ini dan itu itu dan 
> kemudian copy paste-kan di sini?"
> 
> These're the questions of your below answer.
> 
> Dan satu lagi, mengenai thread sampingan dan sub-subjek itu kalau 
muncul 
> dari tanggapan dalam satu thread adalah masih relevan. Yang tidak 
> relevan kalau sub-subjek yang diciptakan itu misalnya dari cara 
berdoa 
> menurut ajaran "murni" tiba2 dibelokkan ke sub-subjek 
emas "murni". Saya 
> tidak menyentuh topik utama "berdoa secara Buddhis" karena saya 
tidak 
> tahu dan tidak punya pikiran atasnya. Simply like that.
> 
> 
> Rinto Jiang
> 
> 
> 
> 
> Yamin Prabudy wrote:
> 
> > Tapi sedihnya ....
> > semua yang turun gunung tidak menjawab pertanyaan....
> > malah membuat sub Subject sendiri....
> > sedangkan berdoa secara buddhis ? sampai detik ini belum ada yang
> > menjawab....
> >
> > copy paste ulang deh...biar pada baca di sini
> >
> > http://www.enotalone.com/article/4084.html
> > http://www.buddhanet.net/e-learning/buddhistworld/burma-txt.htm
> > http://www.buddhanet.net/e-learning/snapshot03.htm
> > http://www.seattlebetsuin.com/prayer_and_nembutsu.htm
> >
> > mau itu artikel dari aliran apapun what the hell, yang penting 
tidak sesat
> >
> >
> >
> > bodhimanggala wrote:
> >
> > > gile, ampir semua turun gunung menanggapin thread ini
> > > sayangnya gak ada goldpisang/wiwi and his geng ..
> > > hehehe
> >





Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links



 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

<<attachment: winmail.dat>>

Kirim email ke