kepercayaan/kebudayaan Cina itu adalah vihara yang banyak huruf
mandarinnya, kebaktiannya menggunakan bahasa mandarin, memiliki patung yang kalau kita lihat sudah pasti jelas itu sosok pribadi orang cina.
Saya ingin bilang mahayana tapi kata Saudara Surya, mahayana berasal
dari India.
Sebenarnya saya lebih mengacu kepada dewa2 lain... ( bukan kuan kong, karena saya tidak pernah melihat kuan kong di vihara, atau kwan im, saya memiliki pandangan tersendiri mengenai kwan im ). Pokoknya patung2 itu menggambarkan sosok orang cina jaman dulu.
memahami saya.
Yang saya bilang dalam posting itu adalah
buddhism yang dipengaruhi kebudayaan Cina memiliki praktik berdoa
kepada dewa dewi.
buddhism yang berasal dari Siddharta him self ( berdasarkan pemahaman saya, repeat after me, berdasarkan pemahaman pribadi saya yang sudah dipengaruhi banyak faktor ), tidak memiliki praktik berdoa kepada pihak eksternal. Tapi berdoanya lebih ke arah wishing. Kalau Anda membaca "murni" dari kalimat saya itu maksudnya ini buddhism yang "murni" dari kehidupan Siddharta yang saya pelajari. Nah, sebenarnya itu sudah tidak "murni" lagi karena sudah ada filternya yaitu pemahaman pribadi saya. Maaf, kata murni itu typo.
Nah, di sinilah saya melakukan kesalahan. SAya tidak bilang berdoa
secara buddhis dari tibetan dan theravada. Kenapa saya tidak menulis???
tibetan:
Saya memang sering baca buku2 karangan lama dan film2 mengenai
buddhism tibet. Tapi mengenai praktik berdoa bagi saya masih kurang
jelas. Setahu saya ada praktik berdoa kepada pihak eksternal cuma itu bukan dewa-dewi, tapi Tara Hijau... Karena ini masih kurang jelas, saya tidak menulis berdoa secara buddhis menutur tibetan buddhism.
theravada:
Saya sering melihat penganut theravada bersembahyang kepada patung
Siddharta dengan dupa baik dari tv atau langsung. Cuma saya juga
sering melihat penganut theravada tidak melakukan praktik itu. Jadi
saya masih kurang jelas sehingga saya memutuskan untuk tidak
menuliskan berdoa secara buddhis secara theravada.
Buddhism yang murni ( menurut pribadi saya ) adalah buddhism yang kita pelajari dari aliran apa pun, dari kehidupan Siddharta, dari
pengalaman hidup. Jadi buddhism yang murni bagi saya tidak sama
buddhism yang murni bagi Anda atau orang lain karena kita memiliki
karakteristik mind yang berbeda, preferensi pribadi dan pengalaman
hidup dan lingkungan yang berbeda.
flyaway_withlove <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In [email protected], King Hian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
a doanya ditujukan kepada dewa-dewi.
>
> KH:
> Buddhisme yang sudah dipengaruhi kepercayaan/kebudayaan Cina itu
termasuk aliran/sekte mana, apakah yang Anda maksud adalah Mahayana?
> Apakah Buddhisme yang tidak dipengaruhi kebudayaan Cina (Srilanka,
Thailand, Myanmar, Kamboja) tidak mengenal dewa/dewi?
> Yang Anda sebut dewa-dewi itu apakah Kuan kong atau Kuan yim?
Mungkin... tapi bagi saya, buddhism yang sudah dipengaruhi
kepercayaan/kebudayaan Cina itu adalah vihara yang banyak huruf
mandarinnya, kebaktiannya menggunakan bahasa mandarin, memiliki patung
yang kalau kita lihat sudah pasti jelas itu sosok pribadi orang cina.
Saya ingin bilang mahayana tapi kata Saudara Surya, mahayana berasal
dari India.
Sebenarnya saya lebih mengacu kepada dewa2 lain... ( bukan kuan kong,
karena saya tidak pernah melihat kuan kong di vihara, atau kwan im,
saya memiliki pandangan tersendiri mengenai kwan im ). Pokoknya
patung2 itu menggambarkan sosok orang cina jaman dulu.
> ---------------------------------
> FWL:
> Tapi kalau Buddhism yang murni dari Sang Maestro, Siddharta berdoa
itu lebih mirip wishing. Buddhism yang ini bersifat atheis atau ada
juga yang memandang agnostik. Sedangkan dewa-dewi sendiri oleh
Siddharta disebut makhluk yang masih terikat kepada hukum karma,
lingkaran hidup dan mati, samsara. Berdoa kepada Buddha itu adalah ide
yang lucu karena Buddha pada saat meninggal, itu sudah tidak terlahir
di manapun juga. Jadi doa di buddhism yang ini adalah wishing, "May
the happiness comes to all."
>
> KH:
> Anda membedakan dua jenis Buddhisme:
> 1. Buddhisme yang dipengaruhi kebudayaan Cina
> 2. Buddhisme murni
Tidak. Salahkan tulisan saya yang kurang jelas sehingga Anda salah
memahami saya.
Yang saya bilang dalam posting itu adalah
buddhism yang dipengaruhi kebudayaan Cina memiliki praktik berdoa
kepada dewa dewi.
buddhism yang berasal dari Siddharta him self ( berdasarkan pemahaman
saya, repeat after me, berdasarkan pemahaman pribadi saya yang sudah
dipengaruhi banyak faktor ), tidak memiliki praktik berdoa kepada
pihak eksternal. Tapi berdoanya lebih ke arah wishing. Kalau Anda
membaca "murni" dari kalimat saya itu maksudnya ini buddhism yang
"murni" dari kehidupan Siddharta yang saya pelajari. Nah, sebenarnya
itu sudah tidak "murni" lagi karena sudah ada filternya yaitu
pemahaman pribadi saya. Maaf, kata murni itu typo.
Nah, di sinilah saya melakukan kesalahan. SAya tidak bilang berdoa
secara buddhis dari tibetan dan theravada. Kenapa saya tidak menulis???
tibetan:
Saya memang sering baca buku2 karangan lama dan film2 mengenai
buddhism tibet. Tapi mengenai praktik berdoa bagi saya masih kurang
jelas. Setahu saya ada praktik berdoa kepada pihak eksternal cuma itu
bukan dewa-dewi, tapi Tara Hijau... Karena ini masih kurang jelas,
saya tidak menulis berdoa secara buddhis menutur tibetan buddhism.
theravada:
Saya sering melihat penganut theravada bersembahyang kepada patung
Siddharta dengan dupa baik dari tv atau langsung. Cuma saya juga
sering melihat penganut theravada tidak melakukan praktik itu. Jadi
saya masih kurang jelas sehingga saya memutuskan untuk tidak
menuliskan berdoa secara buddhis secara theravada.
> Pertanyaan saya, Buddhisme yang bagaimanakah yang dikatakan sebagai
Buddhisme murni? Mungkin Anda bisa menunjuk aliran/sekte atau tempat
di mana terdapat Buddhisme murni.
Buddhism yang murni ( menurut pribadi saya ) adalah buddhism yang kita
pelajari dari aliran apa pun, dari kehidupan Siddharta, dari
pengalaman hidup. Jadi buddhism yang murni bagi saya tidak sama
buddhism yang murni bagi Anda atau orang lain karena kita memiliki
karakteristik mind yang berbeda, preferensi pribadi dan pengalaman
hidup dan lingkungan yang berbeda.
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
[EMAIL PROTECTED]
