Setuju,doa memberi manfaat,langsung maupun tidak langsung.
 
Nyempet bingung juga,yang berkomat-kamit salah?waduh,kalau komat kamitnya sabbe satta avero hontu,semoga semua mahluk berbahagia,salah juga,jadi mesti gimana dong?
Tutup mata,anjali,udah...
Bener deh,bisa mikir juga nih,lalu "kepasrahan" kita kemana?
 
Bhante,tolong komentari dong,mana yang layak,mana yang tidak?
Bagaimana,dengan pengalaman pribadi banyak orang yang "terselamatkan" dengan mengucap "Kwan Im Po Sat";Aum Mani Padme Hum";Gate Gate Paragate"dll,apakah hanya karena sugesti pribadi?
 
Sepertinya diskusinya jadi mengarah ke Theravada("yang merasa lebih murni") dengan Mahayana,jadi "seperti"Kristen dan Katolik,yang menurut kesan saya pribadi walaupun sama2 Nasrani tapi merasa berbeda,walaupun Nabi dan hal mendasar lainnya sama.
 
Semoga kita umat Buddha tidak menjadi demikian(Ini termasuk doa,karena ada permohonan,pengharapan)
Sanghanya aja udah bisa jalan bersama kok.
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 17, 2005 9:58 PM
Subject: Re: [Dharmajala] ==Berdoa== by S. Gunawan



Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke