Sis Rida,
 
I sangat setuju sebenarnya yang utama bukan hanya dana sekolah tetapi yang paling utama adalah kebutuhan primer terpenuhi makan dan pakaian, perhatian dan pendidikan/sekolah baru akan timbul percaya diri.
 
Jika kebutuhan primer utama saja tidak terpenuhi gimana bisa mikirkan yang lain ? Hukum ekonomi ..... (lupa namanya)
 
I berdiskusi dengan teman2x yg sering ke lapangan - agama lain.
Mereka memberikan inputan yang sangat bagus sekali,
jangan tawarin sekolah langsung ke anak2x tetapi jadilah teman anak2x tsb untuk membangun kepercayaan diri anak2x dengan kunjungan rutin bukan 1x setahun/3 bulan tetapi sesering mungkin, dan yg terpenting adalah sandang pangan juga harus terpenuhi. 
Baru ditawarin untuk sekolah, umumnya anak2x ini yg mempunyai kepercayaan akan lebih berprestasi karena mendapatkan sandang pangan dan perhatian yang cukup.
 
Rida kapan mau adakan kunjungan hubungi I yach. Mungkin I dkk mau ikut serta.
 
metta
LO
 
 
 
> Seperti yang telah disampaikan Sis Rida bahwa salah satu praktik
> Perhatian Penuh Komunitas Praktik Dharmajala (KPD) di lapangan
adalah
> memberikan pembekalan kepada anak2 asuh.
>
> Anak2 itu lahir dari keluarga miskin, keluarga berantakan, tinggal
di
> kampung2 kumuh, dalam rumah2 reyot yang hampir rubuh. Mereka hidup
di
> lingkungan yang sarat dengan konflik, kekerasan, penyalahgunaan
> narkoba, dan rentan dengan pelecehan seksual.
>
> Bayangkan jika kita yang lahir, hidup, dan bertumbuh dalam
lingkungan
> yang seperti itu.
> Adakah kita merasakan sentuhan kasih sayang?
> Adakah kita merasakan ketenangan?
> Adakah rasa percaya diri dalam diri kita?
> Tidakkah akan muncul kebencian dalam diri kita terhadap orang tua
> kita, diri kita sendiri, dan lingkungan di sekitar kita?
> Tidakkah kita akan merasa frustasi? Hampa? Tidak berarti?
> Jangankan bicara masa depan, apakah saya masih akan sekolah minggu
depan?
> Apakah saya masih akan mendapatkan makanan esok hari?
> Bayangkanlah diri kita yang lahir, hidup, dan bertumbuh dalam
kondisi
> dan lingkungan yang seperti itu.
>
> Bro n Sis sekalian, bagaimanakah kita bisa membantu mereka?
> Sudahkah tersedia dana untuk membantu pendidikan mereka?
> Apakah yang mereka butuhkan hanya uang semata?
>
> Jadi, saudara-saudari sekalian, selain sedang memikirkan pendanaan,
> saat ini hal yang paling mendesak untuk kita lakukan adalah
MEMBANGUN
> rasa percaya diri anak2 ini, membantu mereka MENGURANGI rasa benci
> yang tersembunyi dan terpendam jauh di dalam lubuk hati mereka,
> membantu mereka untuk DAPAT menerima situasi mereka, dan mulai
> MELANGKAH dari situ untuk MEMBANGUN masa depan yang lebih baik.
>
> Itulah yang sedang coba dikerjakan oleh KPD. Kami butuh masukan
dari
> anda. Kami butuh tenaga sukarelawan. Kami butuh orang-orang yang
> terketuk hatinya dan mau mencurahkan sedikit waktu dan pemikiran
untuk
> merancang Program Pembekalan Anak Asuh bersama kami. Selain itu
kami
> juga butuh kisah2 nyata dari manusia2 yang juga lahir dalam kondisi
> dan lingkungan yang serupa dengan mereka tapi melalui perjuangan,
> orang2 tersebut berhasil menjadi manusia2 besar dan manusia besar
> TIDAK identik dengan PENGUSAHA tokh!
>
> Bro or Sis yang terketuk hatinya untuk membantu silahkan hubungi
Sis
> "Rida Waty" <[EMAIL PROTECTED]>.
>
> Bagi Bro or Sis yang punya kisah nyata yang dibutuhkan harap
diposting
> ke milis Dharmajala agar dapat kami kumpulkan sebagai bahan baca
dan
> diskusi anak2 asuh.
>
> Harap bantulah program ini, minimal dengan mencarikan kisah2 nyata
> yang dapat membangkitkan semangat hidup dan daya juang anak2 malang
> tersebut.
>
> Jangan remehkan dampak dari bantuan anda yang bagaimana pun
kecilnya.
>
> Anumodana
> Let us try to be mindful
> Salam Perjuangan
>
> JL




Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke